
Rahman sang manajer Mall memastikan Justin dan yang lainnya hilang dari jangkauan pandangannya, langsung menegur ara security yang berjaga di depan pintu lobby Mall.
" Lain kali jika mereka datang kesini lagi perlakukan mereka dengan sangat baik. Asal kalian tahu saja, Pak Justin merupakan anak dari salah satu pemegang saham besar di Mall ini sedangkan wanita yang bersamanya itu adalah Wakil Presdir Sanjaya Group, Mall ini juga bekerjasama dengan mereka. Jangan mengulangi kejadian seperti ini. Ngerti ! ". Bentak Rahman kepada anggota security lalu masuk lagi kedalam Mall menuju ruangannya.
Sedangkan Justin dan Novi beserta ketiga anak kecil bersaudara itu pertama-tama yang dilakukan oleh mereka adalah berbelanja baju yang bagus untuk Rini, Rido dan Rino dan tak lupa juga untuk ibunya yang sedang dirumah. Justin dan Novi membiarkan ketiga anak itu memilih baju sesuka hati mereka, selain baju ada sepatu dan juga tas yang mereka ambil. Entah berapa lembar uang yang keluar untuk membayar tagihan semua yang mereka beli, tapi bagi Novi dan Justin itu tidaklah masalah, mereka berdua dengan senang hati melakukannya membantu mereka yang membutuhkan.
Puas berbelanja pakaian dan lain-lain saatnya mereka semua menuju bagian supermarket di Mall. Disana semuanya lengkap dan mudah didapati. Justin dan Novi membawa 3 troli sekaligus yang satunya dibawa oleh Rini dibantu oleh kedua adik laki-lakinya. Mereka bersama-sama menelurusi tiap tempat di supermarket tersebut, mengambil semua kebutuhan untuk rumah Rini dan adik-adiknya. Novi membantu dan memilih kebutuhan apa saja yang sangat dibutuhkan, berbagai macam jenis ditaruh kedalam troli-troli itu.
Hingga 3 troli sudah terisi penuh barulah mereka menuju ke kasir untuk membayar belanjaan mereka. Ketiga anak itu sangat senang sekali, tak terduga bertemu dengan dua orang yang berhati mulia dan baik. Selesai membayar belanjaan mereka, Justin dan Novi pun dengan senang hati mengantarkan anak-anak itu pulang kerumah mereka berhubung juga hari semakin sore walaupun langit-langit di kota itu tampak mendung.
Tempat tinggal mereka tidak jauh dari tempat dimana Novi bertemu dengan mereka awalnya. Walaupun mobil tidak bisa masuk kedalam karena harus melewati jalanan yang kecil. Dan tak lama mereka sampai disebuah rumah yang terlihat kecil dan sedikit ada kayi-kayu yang jabuk di depannya.
Rini segera mengetuk pintu rumah dan seperti yang sudah-sudah ia lakukan, Rini langsung membuk pintu rumahnya dan kemudian memberi salam sebelum ia memanggil ibunya yang berada didapur.
" Buu .. ibu ... kami sudah pulang, ayo kesini ada tamu loh bu ". Rini memanggil Ibunya dengan suara agak nyaring agar bisa terdengar oleh ibunya.
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa Ibunya Rini keluar dan menghampiri anak perempuannya itu. " Ada tamu ! Siapa Rin ?". Tanya heran karena selama ini dirumah mereka tidak pernah kedatangan tamu.
" Itu bu .. Ibu Novi dan Pak Justin. Mereka ada diluar bu ". Jawabnya tersenyum kepada sang Ibu kemudian membawa Ibunya berjalan keluar untuk menghampiri Justin dan Novi.
Rido dan Rino pun sedang menemani mereka berdua duduk diteras rumah mereka. Tempat duduk yang terbuat dari bambu yang dibuat seperti kursi panjang. Kemudian Rini dan ibunya sampai diluar untuk menyambut tamu yang datang itu.
Justin dan Novi pun segera berdiri ketika Ibu dari ketiga anak tersebut menghampiri mereka. Tampak diwajah Novi memberi senyuman manis kepada wanita yang lebih tua dari dirinya itu.
" Ibu dan Bapak siapa yaa ? Ada keperluan apa datang kerumah kami !". Tanyanya dengan sungkan karena ini pertama kalinya keluarga itu kedatangan tamu.
" Saya Susi, ada apa ya bu pak .. apa anak-anak saya melakukan kesalahan kepada kalian berdua ". Tutur ibu Rini dengan sopan namun masih sungkan.
" Gak kok bu, kami kesini hanya mengantarkan mereka pulang saja bu dan tadi juga kami sudah berbelanja untuk semua kebutuhan rumah disini ". Kali ini Justin angkat bicara.
" Iya bu, Ibu Novi dan Pak Justin baik banget, mereka sudah membawa kami ke Mall tadi bi untuk belanja pakaian dan juga kebutuhan rumah kita ". Timpal Rido dengan girang sesambil memperlihatkan beberap kantong plastik besar.
__ADS_1
" Bu .. tadi Rini dan adik-adik bertemu mereka di warung bakso depan itu, kami ditraktir makan dan Rini juga sudah bungkus 3 porsi akso untuk ibu dan kita makan nanti ". Sambung Rini menjelaskan kepada Ibunya yang sedikit binggung.
Ibu Susi pun melihat semua barang- barang yang dibicarakan oleh anak-anaknya itu, Ibu Susi masih tidak percaya ada orang yang sebaik ini membantu keluarga mereka. Karena merasa terharu akan bantuan yang diberikan oleh Novi dan Justin, Ibu Susi pun menangis. Menangis bahagia karena dia tidak menyangka akan mendapatkan ini semua, selama ini mereka kesulitan memenuhi kebutuhan mereka untuk itu ketiga anaknya putus sekolah karena tidak ada biaya.
Novi yang melihat Ibu Susi menangis segera. mendekatinya dan memeluk Ibu Susi dengan hangat. " Jangan nangis dong bu, nanti saya juga ikutan nangis nih ". Ucapnya bercanda kepada Ibu Susi.
" Maafkan saya .. saya menangis karena bahagia disaat seperti ini, Tuhan mengirim kalian untuk membantu kami disini, saya sangat berterima kasih untuk ibu dan bapak ". Jawabnya sambil menghapus airmatanya.
" Oya bu, Rini, Rido dan Rino mereka harus melanjutkan kembali pendidikan mereka, saya akan menyuruh anggota saya untuk mengurus segala keperluan mereka bertiga agar bisa sekolah lagi. Ibu Susi tenang aja, mereka bertiga akan mendapatkan beasiswa sampai lulus SMA. Jangan biarkan mereka bekerja seperti ini lagi bu, mereka harus sekolah bukan mengamen ". Ujar Justin yang tidak tega jika ketiga anak ini tidak bersekolah lagi. Dia juga sudah mengirim pesan kepada Papanya untuk memasukkan ketiga anak ini menerima beasiswa dari perusahaan ayahnya. Dan itu diterima sangat baik oleh papanya, dan besok orang-orang perusahaan papanya akan mengurus semua hal menyangkut sekolah anak-anak ini.
Ibu Susi dan anak-anaknya sangat senang sekali setelah mendengar apa yang ucapkan oleh Justin barusan, apalagi Rini, Rido dan Rino terlihat diwajah polos mereka terpancar kebahagiaan yang dirasakan oleh ketiganya karena akan bersekolah lagi.
" Bu, semoga ini semua bermanfaat yaa, kami membantu dengan sukacita. Dan ini kartu nama saya bu, besok datang aja kealamat ini dan bertemu dengan saya, saya tunggu ya ". Tutur Novi dan memberikan satu lembar kartu namanya.
Kemudian mereka berdua pamit pulang karena sudah waktu menunjukkan pukul 7 malam lagipula malam ini mereka ada janji dengan keluarga Justin untuk makan malam bersama.
__ADS_1