
🍁 Jangan lupa beri vote dan ratting 5 bintang ya guys untuk dukung thor selalu .. Makasih ,🍁
Hari ini Novi akan melakukan perjalanan ke kota B, sesuai yang diperintahkan oleh Andin kepadanya. Segala berkas yang akan dibawanya dipersiapkan olehnya dan dibantu dengan Andin.
" Nov, Jaga dirimu .. aku percayakan berkas ini kepadamu ". Ucap andin yang menyerahkan berkas penting kepada novi.
" Siap mbak, aku akan mendapatkannya apa yang mbak sudah tugaskan kepadaku " Balas novi yang mengambil berkas ditangan andin
" Untuk itulah aku menyuruhmu pergi karena aku tahu kau pasti bisa melakukannya ".
" Baiklah mbak kalau begitu, saya pamit pulang karena jam 8 malam nanti aku akan berangkat ".
" Oke, sekali lagi hati-hati yaa .. "
" Mbak andin juga hati-hati " tutur novi lalu pergi dari ruangan Andin.
Andin melihat kepergian Novi, tak lama dia tersenyum misterius. Bersiaplah Josh, orang kepercayaanku tahu caranya menghadapimu, kau akan menerima akibatnya karena sudah menipuku, akan ku buat kau menanggungnya. Batin Andin.
*****
Tepat jam 8 malam justin dan novi berangkat, mereka pergi dengan menggunakan mobil Justin. Ini pertama kalinya bagi Novi meninggalkan kayla karena tugas, tapi dia bersyukur karena stefan dan yang lain masih ada disini, jadinya bella bisa menemani adik sepupunya bermain.
" Mas, kalau kamu capek nyetir, kita gantian yaa ". pinta novi melihat sekilas Justin.
" Iyaa, tapi sayangnya aku gak capek ". Bantahnya dengan ketawa kecil.
" Terserah ajalah mas ".
Perjalanan yang ditempuh 3 jam membuat mereka banyak mengobrol agar tidak bosan. Setelah mereka melintasi perbatasan kota, jalanan mulai terlihat sepi. Menyusuri jalanan yang sepi tidak membuat mereka takut, saat mereka memasuki jalan menuju kota B yang sebelah kanan. Ada sebuah mobil di depan sana yang mungkin mengalami kerusakan, seseorang berusaha menghentikan mereka.Lalu Justin berhenti sekitar 5 meter dari mobil yang mogok tersebut, tanpa memikirkan hal yang aneh Justin hendak keluar dari dalam mobil.
" Mas, hati-hati ya " Pinta novi agak cemas.
" Iya kamu di dalam sini aja ya ". balasnya tersenyum lalu keluar.
Justin menghampiri seseorang tersebut ternyata seorang gadis kira-kira berusia 18 atau 19 tahun menurut pandangan Justin.
" Om, bisa tolong mobil ku, tiba-tiba mogok ". Bicara gadis itu memohon.
" Sudah kau periksa mobilmu ". Tanya Justin yang melihat-lihat mobil itu.
" Sudah, tapi tidak bisa menyala mesinnya ".
__ADS_1
" Sama siapa kau disini ".
" Sama teman-temanku om, tuh mereka di belakang om ". Jawab gadis itu yang menunjuk ke belakang justin.
Saat Justin menoleh kebelakang sebuah benda tumpul dihantamkan tepat di pinggang Justin, Novi yang sedari tadi melihat Justin tidak menyangka akan pemukulan secara tiba-tiba dari belakang Justin. Tanpa berpikir panjang novi keluar dari dalam mobil, mau menghampiri Justin yang tersungkur di jalanan.
" Maaaassss .. " Teriak novi berusaha mendekat.
Tiba-tiba dia dihadang oleh gadia yang meminta tolong barusan bahkan ada dua gadis yang muda berdiri di hadapannya yang satu memegang pisau. Novi memundurkan satu langkah kakinya karena di todong pisau oleh gadis tersebut.
" Minggir kalian, aku tidak punya mengurusi anak ingusan seperti kalian ". Hardik novi.
" Anak ingusan ? " Jawab gadis yang memegang pisau dengan senyum meremehkan .. " Apa kau tidak tahu berhadapan dengan siapa ? Hahhh !! ". Lanjutnya membentak novi.
" Aku bilang minggir, kalian bukan lawanku yang sebanding ". Jawab novi lagi sambil melihat Justin yang berusaha di keroyok oleh tiga laki-laki yang satu badannya agak besar sedangkan dua lainnya ukuran tubuhnya lebih kecil bahkan lebih kecil dari Justin.
" Belagu amat sih loe, nantangin kita nih cewek ". Sahut gadis yang lain sambil tersenyum jahat.
Novi yang malas berdebat dengan dua gadis di depannya, langsung menendang tangan gadis yang memegang pisau hingga pisaunya terjatuh, tanpa berlama-lama novi melanjutkan pukulan ke wajah gadis yang lain dan memberikan pukulan lagi di daerah perut, dada dan juga belakang gadis itu sampai terjatuh ke jalan.
Melihat temannya dipukul gadis ditendang novi pertama menarik rambut Novi ke belakang. Tapi dengan sigap novi nahan tubuhnya dan memutarkan badannya memberikan sebuah pukulan di wajah gadis itu 2 kalo, dan menendang kaki gadis itu hingga berlutut setengah dan sekali lagi melayangkan kaki di kepala gadis itu sampai terjatuh.
Novi melihat kedua gadis itu pingsan lalu meninggalkan mereka menuju ke arah Justin. Justin yang bisa melawan walaupun ada beberapa pukulan mengenai wajah dan badannya tetap bisa bertahan. Novi yang datang langsung menerjang laki-laki yang berbadan besar yang membuat terjungkang ke depan. Justin menoleh ke arah novi dan pria berbadan besar tersebut, dia mau maju ke tempat novi tapi di serang lagi sama 2 orang lainnya.
" Berani sekali kau perempuan murahan ". Hardik pria itu lalu berjalan cepat ingin memukul novi.
Novi yang mendengar perkataan tentang dirinya seperti itu, amarahnya muncul nafasnya seperti mengebu-ngebu. Novi pun berjalan cepat ke arah pria itu, novi yang sudah tahu dirinya hendak mendapat pukulan, menundukkan badannya menghindar pukulan tersebut. Lalu memukul dagu pria itu dengan sangat kuat, pria tersebut termundur 3 langkah kemudian novi menyerangnya lagi dengan tendangan pas di kepalanya, dan melayangkan kakinya ke atas mengenai kepala pria itu lagi.
Amarah yang memuncak karena disebut perempuan murahan membuatnya menghajar pria berbadan besar itu tanpa ampun. Bahkan benda tumpul yang digunakan untuk memukul Justin, digunakan novi memukul pria itu sampai babak belur.
" Kau tadi mengatai diriku apa, hah !!! " Teriak novi sambil memukul pria itu yang sudah tersungkur di jalanan. " Dasar banci badan saja yang besar tapi kemampuanmu hanya segini saja ". Sambungnya berteriak.
Justin yang juga membuat 2 pria lainnya babak belur, berlari ke tempat novi yang sedang memukul pria besar itu. Justin kaget melihat betapa beringasnya novi ketika sedang marah, lalu dia berusaha menghentikan pukulan novi.
" Sayang sudah, sudah .. kamu bisa membunuhnya jika dipukul terusan seperti ini ". Ucap Justin yang menarik tubuh novi mundur.
" Biar aku menghajarnya mas, dia keterlaluan mengataiku perempuan murahan ". Tukas novi yang berusaha melepaskan tangan justin.
" Kendalikan amarahmu sayang, tenanglah ". Pinta Justin pelan.
Novi mengatur nafasnya, menariknya dalam-dalam dan menghembusnya pelan. Dia menenangkan dirinya dan melepaskan benda tumpul yang dipegangnya.
__ADS_1
" Aku akan menelepon polisi daerah Kota B karena ini termasuk wilayah mereka. ". Ucap justin lalu mengambil hpnya di dalam mobil.
Novi yang melihat justin mengambil hpnya di mobil, melihat sekilas dua gadis yang dihajarnya tadi. Lalu dia berjalan mendekati dua gadis itu. Yang satunya masih pingsan akibat tendangan di kepalanya. Gadis itu ketakutan melihat novi yang sudah dekat dengannya.
" Jangan kak, jangan pukul lagi ". Pintanya gemetaran.
" Kalian siapa ? " Tanya novi.
" Kami .. kami .. " belum sempat gadis itu menyampaikan kepada novi, Justin datang menghampiri dan memberitahukan jika kepolisian Kota B akan segera datang.
Justin yang selalu membawa tali di dalam mobilnya, mengambil tali tersebut untuk mengikat 5 orang yang yang sudah babak belur dihajar mereka. Terlebih lagi pria yang berbadan besar itu, wajahnya lebam biru bengkak karena dipukul novi.
45 Menit kemudian kepolisian kota B datang dengan 2 mobil dan 3 motor. Mereka semua turun dari kendaraan mereka, dan berjalan ke arah Justin dan novi.
" Selamat malam komandan ". Ucap salah satu polisi dan memberi hormat kepada Justin.
" Selamat malam " Balas Justin yang juga memberi hormat lalu menurunkan tangannya.
" Terima kasih sudah menangkap para begal itu pak Justin, mereka terkenal dengan aksi begal mereka yang selalu mencelakai korban bahkan ada korbannya yang meninggal dunia ". tutur polisi tersebut sambil melihat anggotanya membawa 5 orang tersebut.
" Benarkah !! " Seru novi.
" Benar bu, untuk itu kami sangat berterima kasih karena sudah membantu kami melumpuhkan genk begal tersebut. "
" Sama-sama pak, adili mereka sesuai dengan undang-undang yang berlaku mengingat kejahatan mereka yang fatal ". Imbuh Justin.
" Siap komandan, kalau begitu kami permisi dulu ". Pamit polisi itu dan sekali lagi memberi hormat sebentar kepada Justin lalu pergi.
Melihat rombongan kepolisian Kota B pergi, Justin mengajak novi masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka yang sebentar lagi sampai di Kota B.
" Kamu tidak apa-apa ? apa ada yang sakit ? Tanya Justin sebelum menjalankan mobilnya.
" Aku gak apa mas, kamu sendiri gimana mas ? Wajahmu ada sedikit lebam, sebentar biar aku olesin salep ". Ujarnya yang mengambil salep di dalam tasnya yang selalu dia bawa kemana-mana.
" Aku baru percaya dengan omongan mama tempo hari, ternyata memang kamu hebat bela diri ". Puji Justin.
" Untuk jaga- jaga aja mas, oya kapan-kapan kalau ada waktu kita sparing yuk mas ". Ajak novi sambil mengolesi salep di wajah Justin yang lebam.
" Nantangin nih ?" Tukas Justin cepat.
" enggak, hanya ingin berlatih denganmu aja mas ". Balasnya lagi.
__ADS_1
" Baiklah, kita akan cari waktu untuk itu. ". Jawabnya lalu melajukan mobilnya di jalanan sepi.