Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Paketan... #85


__ADS_3

Usia kandungan Novi sudah memasuki 9 bulan lebih, perutnya yang semakin membesar membuat dirinya sulit bergerak. Walaupun tubuhnya sedikit berisi akibat tuntutan makan tiap malam karena keinginan si bayi dalam perutnya. Tubuhnya yang sedikit berisi tidak membuat dirinya risih atau minder, asalkan untuk kesehatan dirinya dan juga anak yang dikandung tidak masalah baginya.


Sore ini Novi duduk diatas tempat tidurnya sambil memakan buah-buahan yang sudah tersedia di sampingnya diatas nakas, sambil mengunyah begitu juga ia memainkan ponselnya. Dia melihat beberapa email yang masuk, yang berisi tentang laporan-laporan perusahaanya. Karena tidak lama lagi akan melahirkan, Novi memutuskan untuk mengambil cuti.


Setelah selesai mengecek email yang masuk, kemudian Novi membuka media sosialnya. Sudah lama ia tidak memposting kegiatannya, iseng-iseng dia pun mengambil gambar perut buncitnya itu.



Setelah selesai mengambil gambar perutnya, dia pun memasukan foto tersebut didalam salah satu media sosial miliknya dan memberi caption " Tinggal menunggu waktu 😍 ".


Kemudian dia menaruh ponselnya dan melanjutkan kembali memakan buah-buahnya. Tak lama pintu kamarnya terbuka dan muncul seorang laki-laki dengan pakaian lengkap dinasnya yang berjalan mendekati Novi. Justin datang sambil tersenyum lalu mencium perut buncit istrinya dengan lembut.


"Hai anak papa. Sehat ya nak." Ucapnya yang berbicara diatas perut Novi.

__ADS_1


"Iya papa." Novi menjawab seperti anak kecil lalu tersenyum kepada suaminya itu.


Sekali lagi Justin mencium perut Novi lalu mendekatkan wajahnya kepada Novi kemudian mencium sekilas bibir istrinya itu. "I love you." Ucap Justin lagi setelah mencium bibir Novi.


" I love you too, Mas." Balas Novi yang mengusap pipi Justin. "Ayo sekarang mandi Mas, kamu bau banget sih." Lanjutnya memberi perintah.


"Bau !." Justin mengendus-endus baju yang dipakainya. "Gak bau kok, harum begini." Bantahnya.


"Ahhh .. cepetan mandi sana Mas." Seru Novi sambil mendorong tubuh Justin agar lekas pergi masuk kamar mandi.


Novi pun membaca satu persatu komentar dipostingannya sambil tersenyum. "Ternyata mereka baik semua, mendoakan persalinanku nanti berjalan lancar." Tuturnya pelan.


Selesai itu, dia pun beranjak menuju lemari pakaian untuk menyiapkan baju yang akan dikenakan oleh suaminya itu. Baju kaos berwarna hijau muda dan celana pendek selutut yang diambilnya lalu meletakannya diatas tempat tidur.

__ADS_1


Tidak berapa lama, Justin keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil ditangannya. Dia melihat Novi duduk disamping baju yang sudah disiapkan untuknya, Justin pun berjalan mendekati istrinya itu.


" Terima kasih, Sayang." Imbuhnya yang mengambil bajunya itu.


Novi hanya membalas dengan tersenyum kepada Justin dan membiarkan suaminya itu memakai bajunya.


"Oh ya, Mas. Tadi siang ada yang kirimin kamu paket tuh, aku letakan diatas situ." Seru Novi sambil menunjuk kearah meja kecil dekat lemari baju.


" Paketan ?." Ucapnya ulang. Perasaan dirinya tidak ada memesan apapun kenapa ada paket untuknya. " Siapa yang mengirim paketnya yank ?."


"Entahlah, Mas." Novi menaikan kedua bahunya tanda tidak tahu, karena memang paket tersebut tidak ada tercantum nama si pengirim.


Justin pun mengambil paketan yang dimaksud lalu membukanya perlahan setelah ia mengamati kotak tersebut. Dia pun melirik kearah Novi sebentar lalu kembali memfokuskan kotakan tersebut.

__ADS_1


Setelah bungkusan kotak tersebut sudah terbuka, Justin membelalakan kedua matanya karena melihat isi dari paketan tersebut.


__ADS_2