
Novi berjalan masuk mendekati meja kerja Andin, tampak Presdir Perusahaan MM ini menampilkan senyuman dibibirnya.
" Bagaimana Nov, apa berhasil ". Tanyanya yang memajukan badannya menyandar di meja.
" Mbak lihat saja isi di berkas itu ". Ucapnya dengan nada kesal, Novi kesal karena Andin tidak memberitahunya bahwa Josh pria genit yang mencoba menyentuhnya.
Andin mengambil berkas yang diserahkan Novi ke tangannya, dia melihat wajah Novi yang ditekuk karena kesal. Dia tahu alasannya kenapa wajah sekretarisnya seperti itu.
Sambil melihat berkas tersebut, tepat pada lembaran terakhir senyuman Andin semakin merekah.
" Mbak tahu kenapa wajahmu seperti itu ?" Ujarnya yang memasukkan berkas tadi di lacinya.
" Kenapa mbak Andin gak memberitahuku jika orang itu ...... arrggh mengingatnya saja sungguh menjijikan sekali ". Ucapnya yang merinding geli mengingat Josh menyentuh pahanya.
" Biar kau tahu bahwa tidak semua orang baik kepada kita Nov, kebanyakkan orang mendekati kita karena ada maunya ".
" Maksud mbak Andin ". Serunya heran.
" Hah .. ". Andin menhembuskan nafasnya dengan kasar. " Orang yang kau temui kemarin sudah menipuku, dia mengambil sebagian hasil yang menjadi hakku, bukankah itu licik .. dia mendekatiku menawarkan segala hal kepadaku dengan baik-baik ternyata ada maksud tertentu ". Cerita Andin yang kemudian menyandarkan badannya di kursi putarnya.
" Jahat sekali orang itu sama mbak ". Tukasnya.
" Makanya aku mengirimmu kesana karena hanya kau yang bisa menghadapinya Nov, orang itu selalu punya cara untuk menggagalkan apa yang kita lakukan ... Tapi, apa kau menghajarnya ". Tanya Andin penasaran.
" Karena dia menyentuh pahaku, aku menghajarnya sampai babak belur mbak. Aku juga menyimpan bukti atas perbuatannya jika suatu saat orang itu menuntutku ".
" Benarkah ! Haha rasakan kau Josh, tapi kau tenang aja dia gak akan berani menuntutmu karena jika dia berani melakukannya, aku juga akan melaporkan dirinya karena aku juga punya bukti untuk memasukkannya ke dalam penjara ". Ucapnya sambil tertawa.
" Aku hampir mematahkan tangannya yang kurang ajar itu loh mbak ".
__ADS_1
" Kenapa hampir ! kenapa gak dipatahkan saja tangan laki tua bangka gak tahu diri itu ".
" Kalau aku patahkan tangannya, dia gak akan bisa menandatangani berkas itu dong mbak ".
" Ah iya yaa, betul juga ... ya sudahlah, karena kau sudah mendapatkan apa yang ku mau .. nih bonus untuk mu ". Tuturnya yang menyerahkan sebuah amplop cokelat kepada Novi.
" Apa ini mbak ". Tanyanya yang mengambil amplop tersebut.
" Bonus untukmu Nov ". Jawab Andinyang tersenyum memamerkan gigi putihnya.
" Terima kasih mbak ". Balasnya yang juga tersenyum.
*****
Novi, Siska dan Mitha mereka makan siang bersama di cafe favorite mereka. Mereka asyik menyantap makan siang mereka sambil dibarengi dengan obrolan-obrolan.
" Kenapa bisa begitu ? Jadi persiapannya gimana Mith ?. Tanya Novi lalu memasukkan daging Steak ke dalam mulutnya.
" Orangtua Rico ingin kami menikah secepatnya, kalau soal persiapan semuanya sudah 75%, orangtua Rico membantu prosesnya secepat ini ".
" Syukurlah, jadi tinggal berapa minggu lagi ". sambung Siska.
" 2 minggu lagi, dan kalian berdua akan jadi bridemaid aku yaa ". Pinta Mitha tersenyum. " Besok kalian ikut aku sama Rico untuk fitting baju nikah sekalian gaun untuk kalian berdua .. oke ". Lanjutnya lagi.
" Hubungi saja besok, kapan dan dimana nanti ketemu disana aja Mith ". Imbuh Novi lagi.
" Jadi bagaimana dengan dirimu ". Tanya Mitha yang menatap Novi.
" Aku ! ada apa dengan diriku ? ". Tanya Novi balik dengan binggung.
__ADS_1
" Maksudku, hubunganmu dengan Justin ". Tambah Mitha.
" Hmm .. kami baik-baik saja, bulan depan dia akan pendidikan lagi untuk kenaikan pangkatnya ".
" Serius ! Dimana ? disini pendidikannnya ". Timpal Siska yang juga ikut nyimak pembicaraan.
" Di kota B, aku juga kurang tahu berapa lama, malas juga mau tanya sama dia ". Ucap Novi lalu mengambil minumannya.
" Ya tanya dong sayang ". Tukas Mitha melihat Novi di depannya.
" Sejujurnya aku masih binggung dengan hubungan kami, karena ..... ". Jawab Novi yang menggantungkan ucapannya.
" Karena apa ! ". Sambung Siska penasaran.
" Iyaa karena apa ". Sahut Mitha juga.
" Aku juga gak tahu guys, aku masih mencari tahu kebinggunganku sendiri ". Imbuhnya yang melihat Siska dan Mitha.
" Perlu kami berdua bantu ". Tutur Mitha.
" Gak usah, fokus aja dengan persiapan pernikahanmu sayang, lagi pula gak terlalu penting juga kok ". Jawabnya menyakinkan Mitha.
" Kalau ada apa-apa beritahu aku dan siska itulah gunanya kita sahabat agar saling membantu satu sama lain .. kebahagiaanmu kebahagiaan kami juga ". Ujar Mitha yang meraih tangan Novi untuk dipegangnya.
Novi membalas pegangan tangan Mitha bahkan memegang tangan Siska.
" Makasih ya, kalian memang sahabat ku yang terbaik ". Ucap Novi yang tersenyum kepada Mitha dan Siska.
Akhirnya mereka bertiga selesai makan siang, karena tadi Novi mendapatkan bonus dari Andin, dia yang membayar semua tagihan makanan mereka bertiga tadi. Dan berpisah di halaman parkir cafe, Mitha yang dijemput oleh Rico dan sedangkan Novi dan Siska memakai mobil pribadi Novi dan kembali ke perusahaan MM.
__ADS_1