
Vanya yang senang akhirnya bisa bertemu dengan Justin segera mencari restaurant dan melakukan reservasi untuk makan malam mereka berdua. Setelah mendapatkan tempat yang bagus, Vanya segera mengirim pesan kepada Justin memberikan alamat tempat mereka akan bertemu.
Aku sudah memesan tempat untuk kita nanti malam, di Restaurant Klasik tempat kita bertemu waktu itu .. Sampai ketemu jam 8 malam. Vanya
Wajah sumringah yang diterbitkan oleh Vanya, membuatnya tidak sabar menunggu sebentar malam. Banyak hal yang ingin dia ceritakan kepada Justin sejak 5 tahun kepergiannya yang tiba-tiba tanpa memberitahukan kepada Justin.
" Aku sungguh menantikan moment ini, sudah lama aku tidak bertemu dengannya ". Ucapnya pada diri sendiri sambil menatap cermin dikamarnya.
Sedangkan ditempat lain, Justin yang masih sibuk dalam pendidikannya yang sebentar lagi akan selesai, belum melihat hpnya yang ditaruh dalam tasnya.
*****
Saat jam makan siang Justin mengambil hpnya yang ada didalam tas, dan segera mengecek beberapa pesan yang masuk. Dia melihat ada pesan dari Novi dan juga Vanya tapi terlebih dulu dia segera menelepon Novi.
" Halo mas ". Sapa Novi
" *Halo juga sayang, apa kabar ?".
" Aku baik mas, mas gimana apa sudah makan ?".
" Ini baru saja aku makan, kamu sudah makan ". Tanya Justin balik
" Baru aja selesai makan berdua dengan Kayla ".
" Sampaikan salam kangen ku sama Kayla yaa ".
__ADS_1
" Iya mas, ya sudah kalau gitu mas makan aja dulu ya, nanti kita sambung lagi ".
" Iya sayang, aku merindukanmu ".
" Aku juga merindukanmu mas, bye ".
Ucap terakhir Novi sebelum dia mematikan hpnya*.
Justin memnadangi foto Novi karena rasa rindunya yang sudah tidak tertahankan. Kemudian dia membuka pesan dari Vanya dan membalasnya.
*****
Malamnya Vanya yang sudah bersiap-siap segera keluar dari rumahnya dan masuk kedalam mobilnya. Dia melihat jam sebentar lalu menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil tersebut. Sedangkan Justin yang sudah dalam perjalanan ke Restaurant Klasik, mengirim pesan kepada Vanya jika dia tidak lama lagi sampai di restaurant tersebut.
Memakan waktu 30 menit perjalanan Vanya, akhirnya dia sampai dan memarkirkan mobilnya. Lalu dia mengambil hpnya untuk menghubungi Justin yang kemungkinan sudah sampai di Restaurant Klasik.
" Aku diparkiran, kau dimana ".
" Aku juga di parkiran, baiklah aku segera keluar ". Vanya menutup teleponnya*.
Vanya segera keluar dari dalam mobilnya, dan melihat sekitaran parkir dan tampak Justin juga keluar dari dalam mobil. Vanya tersenyum dan melangkahkan kakinya ke tempat Justin.
" Justin ". Panggilnya yang begitu sudah dekat dengan Justin dan
Justin melihat Vanya datang dan membalas senyuman Vanya. Vanya langsung memeluk tubuh Justin dan mencium aroma parfum yang digunakan oleh Justin.
__ADS_1
" Wangi sekali parfummu Just ". Ujarnya yang melepas pelukkannya.
" Iyakah, padahal aku tidak menciumnya ". Jawab Justin yang menghirup aroma parfumnya sendiri.
" Wangi tahu, merk apa ?". Tanya Vanya yang suka wangi parfum Justin.
" Aku kurang tahu merk apa, aku juga dibelikan sama kekasihku ". Tuturnya yang begitu selesai mencium wangi di bajunya.
" Kekasih !". Seru Vanya yang mengernyitkan dahinya. " Kau harus menceritakannya kepadaku, kenapa tidak bilang jika kau sudah punya kekasih ". Sambungnya yang memukul lengan Justin.
" Aku akan menceritakannya kepadamu, ayo kita masuk dulu kedalam, aku sudah lapar ". Jawabnya yang mendorong tubuh Vanya untuk berjalan.
Sesampainya mereka didalam Restaurant tersebut, Vanya dan Justin langsung diarahkan oleh seorang pelayan menuju ke meja yang sudah direservasi oleh Vanya tadi pagi, Makanan mereka pun sudah tersedia diatas meja. Mereka berdua duduk dikursi berhadapan satu sama lain, dan hal pertama yang dilakukan adalah Vanya langsung menanyakan kepada Justin siapa kekasihnya selama ini.
"Ayo ceritakan kepadaku sekarang siapa dia ".
" Makanlah dulu, nanti aku ceritakan kepadamu Van ". Balas Justin yang langsung memasukan makanannya kedalam mulutnya.
" Heii .. sambil makan kan bisa Just, aku penasara nih ". Serunya yang tidak sabar.
" Haiyaahh .. kebiasaanmu tidak hilang juga yaa Van, kalau sudah penasaran selalu menuntut dan tidak melihat keadaan ". Ucap Justin yang tersenyum kepada Vanya.
" Makanya itu cepat ceritakan kepadaku .. dasaarrr ". Celetuk Vanya sambil memukul lagi lengan Justin.
" Ah .. iya iyaa tapi biarkan aku menghabiskan terlebih dahulu makananku ya ". Tuturnya yang tertawa melihat Vanya.
__ADS_1
" Justiiiiinnnn ". Teriak kecil Vanya yang kesal dengan ulah Justin.