Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Bertengkar ... #50


__ADS_3

Justin dan Vanya yang masih asyik dengan obrolan mereka tidak mengetahui jika Novi datang menghampiri mereka. Perasaan Novi yang udah bercampur aduk setelah melihat apa yang terjadi di depannya membuat dirinya ingin menangis tapi ia berusaha menahannya.


" Mas Justin ! ". Suara Novi menyebutkan nama Justin dengan suara agak nyaring.


Justin dan Vanya yang kala itu masih mengobrol, sontak terkejut melihat siapa yang datang menghampiri mereka berdua. Terlebih lagi Justin, dia tidak menyangka jika Novi akan datang pada hari ini apalagi dalam suasana seperti ini.


" Sayang ". Jawab Justin setelah melihat Novi dan kemudian langsung berdiri. " Kamu kok gak ngabarin aku kalau datang hari ini ". Sambung Justin lagi.


" Kenapa emangnya kalau aku gak ngasih kabar ke mas Justin ? Kalau aku kasih tahu mas Justin, aku gak bakal lihat kalian berdua disini ". Seru Novi yang terlihat marah.


Justin melihat Vanya sebentar, pikirnya Novi sudah salah paham dengannya dan juga Vanya saat ini. " Sayang, kamu salah paham, duduk sini biar aku jelasin dulu ke kamu ". Justin mencoba memegang tangan Novi.


" Gak perlu mas ". Tolak Novi langsung. " Udah jelas kok yang aku lihat sekarang, ternyata dugaanku benar selama ini, dia juga yang aku lihat waktu itu sedang memelukmu dihalaman parkiran, dan sekarang aku melihat mas Justin bersama dia ".


" Nov, dengar .. kamu salah paham dengan kami ". Ucap Vanya yang juga ikut berdiri.


" Iyaa sayang, aku bisa jelasin biar kamu tahu yang sebenarnya ". Timpal Justin.


" Cukup mas, dengan melihat ini aku sudah tahu gak perlu lagi kamu jelasin, apalagi Kayla juga melihat kalian berdua, silahkan dilanjutkan lagi ". Tutur Novi lalu dengan cepat membalikkan badannya dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Justin yang melihat Novi pergi begitu saja, langsung mengejarnya begitu juga dengan Vanya mengikuti Justin mengejar Novi. Novi sampai ketempat Kayla dan dengan segera membawa Kayla pergi dari ruangan itu, airmatanya yang sedari tadi ditahannya akhirnya lolos keluar dari matanya.


" Ayo Kay, kita pergi dari sini ... kita makan di hotel saja ". Ajak Novi sambil menarik tangan Kayla.


" Mama kenapa menangis ". Ucap Kayla yang mengikuti langkah kakinya.


Novi tidak menjawab pertanyaan dari Kayla, dia tetap melangkahkan kakinya bahkan langsung menggendong Kayla agar cepat keluar dari cafe ini.


" Sayang ... sayang ..." Panggil Justin yang masih terus mengejar Novi dan Kayla.


Siska yang baru saja masuk kedalam cafe langsung dibuat binggung karena melihat Novi yang sudah menangis dan tambah kaget lagi Siska melihat juga disana ada Justin dan seorang wanita dibelakangnya.


" Sis, ayo kita pergi .. cepat ". Perintah Novi yang sudah menginjakkan kakinya dihalaman luar cafe.


" Sayang ... dengar dulu penjelasanku ". Seru Justin ketika hampir sampai di mobil Novi.


Novi yang masih menggendong Kayla tidak menggubris suara Justin, dan langsung masuk kedalam mobilnya. Siska sempat melihat Justin dan Vanya sebentar lalu masuk kedalam mobil dan dengan cepat meninggalkan Justin dan Vanya di halaman parkir Cafe XB.


Melihat kepergian Novi, Justin memegang kepalanya merasa frustasi karena Novi tidak mau mendengarkan penjelasannya. Vanya yang menatap Justin, menyentuh lengan Justin agar laki-laki itu berbalik menghadap dirinya.

__ADS_1


"Just, aku akan membantumu menjelaskan kesalahpahaman ini kepada Novi, besok sebelum berangkat kita berdua menemui dirinya ". Ujar Vanya yang iba melihat sahabatnya itu.


" Makasih Van, tapi masalahnya aku tidak tahu dia menginap dimana saat ini ". Balas Justin yang sudah kebinggungan.


" Coba cek lokasinya melalui hp mu, siapa tahu kita tahu dia menginap dimana ". Saran Vanya lagi.


Justin langsung mengambil hpnya dan mencari lokasi Novi dan ternyata tidak ditemukan dimana lokasi Novi sekarang ini. Justin tambah dibuat kebinggungan dengan situasi yang terjadi.


Sedangkan didalam mobil, Novi dengan cepat menonaktifkan hpnya agar tidak dihubungi oleh Justin, dia juga meminta kepada Siska untuk melakukan hal sama.


Dalam perjalanan mereka ke hotel Novi tak hentinya meneteskan airmatanya, dia mengingat bagaimana Justin memasangkan kalung dileher wanita itu dengan wajah yang bahagia.


Apa kurangnya aku mas, saat aku mencintaimu memberikan hatiku kepadamu, kenapa kau tega melukai hatiku mas .. apa salahku sama dirimu mas. Batin Novi, arah pandangannya melihat keluar jalanan sedangkan Kayla sudah tertidur dipangkuannya.


Siska melihat sahabatnya itu dari kaca spion ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi, kenapa tiba-tiba Novi keluar dengan menangis dan lagi disana ada Justin dan seorang wanita yang tidak dikenalnya. Tapi diurungkannya pertanyaan itu karena melihat kondisi Novi yang sepertinya tidak mau diganggu.


Akhirnya mereka pun sampai di hotel yang sudah di reservasi oleh Novi sebelumnya. Hotel yang besar dan mewah, mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke lobby hotel dan menuju resepsionis hotel. Kayla diambil ahli oleh Siska sementara Novi melakukan cek in.


Setelah selesai melakukan cek in, Novi kembali ke mobilnya untuk mengambil koper miliknya serta tas Siska. Lalu kembali menemui Siska yang menunggunya di Lobby, Novi menolak tawaran saat seorang petugas hotel ingin membawakan barang-barangnya, karena dia bisa membawanya sendiri.

__ADS_1


Kemudian mereka bertiga masuk kedalam lift dan menuju kamar mereka yang berada dilantai 6 tersebut. Kamar 6151 merupakan kamar untuk mereka bertiga malam ini untuk beristirahat, Novi memesan kamar bertipe Suite Room cukup besar untuk mereka bertiga. Siska langsung membaringkan Kayla di atas tempat tidur dengan hati-hati agar Kayla tidak terbangun.


Malam ini malam yang sangat melelahkan bagi mereka terlebih untuk Novi, rasa lelahnya bertambah setelah menangis didalam mobil tadi. Siska membiarkan sahabatnya itu menenangkan dirinya jika sudah tenang dia akan bertanya kepada Novi apa yang sedang terjadi.


__ADS_2