
Setelah kejadian penculikan Kayla, Novi meminta kepada Ikshan untuk sementara dirinya tidak bekerja selain mempersiapkan pernikahannya yang tinggal 3 hari lagi serta menemani Kayla yang mengalami sedikit trauma. Bahkan pihak sekolah pun memakluminya dan memberi izin kepada Kayla sampai benar-benar anak itu pulih dari traumanya.
Dan semenjak kejadian itu juga, Justin dan Novi yang seharusnya menjalankan pinggitan terpaksa melanggar aturan tersebut dikarenakan Kayla yang meminta kepada mereka berdua untuk menemaninya terus.
Dan hari ini Justin menyampaikan amanat dari Billy untuk bertemu dengan Novi, karena ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh pria itu kepada Novi. Awalnya Novi menolak untuk bertemu dengan Billy karena rasa kesalnya masih ada kepada pria itu tapi Justin memaksanya untuk bertemu, dan dengan terpaksa Novi datang kekantor polisi dengan ditemani Justin.
Setibanya mereka berdua dikantor polisi, Justin langsung membawa Novi kebagian penjara untuk bertemu Billy. Sementara petugas polisi membawa Billy keluar menuju ruang kunjungan. Justin melihat raut wajah Novi yang ditekuk, merasa lucu dan gemas kepada calon istrinya itu.
" Wajahnya jangan ditekuk gitu dong, jelek ah ". Tutur Justin yang mengusap wajah Novi tiba-tiba.
"Iihh mas apaan sih, masih kesal juga sama orang itu malah dipaksa bertemu ". Gerutunya.
" Iya tahu, tapi kamu harus memaafkan seseorang sayang, gak baik kalau dipendam dalam hati ". Ledek Justin lagi.
" Biarin. Ini juga lama banget si Billy itu datang ".
Dan tak lama seorang petugas datang bersama dengan Billy, dan memberitahukan waktu untuk berkunjung hanya sebentar saja. Billy sudah duduk dihadapan Novi dan Justin dengan tangannya yang diborgol serta mengenakan baju berwarna orange khas narapidana.
__ADS_1
" Cepat katakan apa yang mau kau sampaikan ". Seru Novi to the point.
Awalnya Billy tidak berani menatap wajah Novi namun setelah menunggu beberap detik barulah Billy mengangkat kepalanya dan menatap dua orang didepannya itu.
" Nov, maaf sudah memintamu datang kesini. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku sangat menyesal atas apa yang aku lakukan, aku mohon maafkan aku Nov ". Ucap Billy yang terdengar sungguh-sungguh.
" Tapi karena perbuatanmu anakku jadi trauma, anak kecil yang tidak tahu apa-apa kau buat seperti itu ". Tukas Novi dengan nada marah.
" Iya aku salah, aku sungguh menyesal sudah membuat Kayla seperti itu, aku mohon maafkan aku Nov sebelum aku masuk lapas ". Kali ini Billy menatap Novo dengan penuh harap agar wanita didepannya itu mau memaafkannya.
" Makanya sebelum melakukankan sesuatu pikirkan lagi, apalagi hanya untuk ambisimu ". Novi berucap masih dengan nada kesal. " Ya sudah, aku memaafkanmu Bill tapi aku tidak ingin melihatmu lagi dan jangan mendekati keluargaku atau kau akan tahu akibatnya ". Lanjutnya memberi maaf namun dibarengi ancaman.
" Iya, terima kasih ". Jawab Novi singkat.
Dan bersamaan itu juga petugas penjara datang untuk membawa Billy kembali masuk kedalam penjara. Mereka bertiga pun berpisah diruangan itu dan Justin membawa Novi menuju keruang kerja sebelum mengantarkan Novi pulang kerumah.
Dalam ruang kerja Justin, Novi segera mendudukan tubuhnya di atas sofa yang sudah ada diruangan itu sedangkan Justin mengambil air mineral yang tersimpan dilemari pendingin yang berukuran sedang. Dia tersenyum kecil kearah Novi yang sedang duduk disofa itu, alasan tersenyumnya Justin karena mengetahui salah satu sifat calon istrinya itu mengenai soal memaafkan.
__ADS_1
Sambil membawa botol air mineral yang dingin, Justin berjalan mendekati Novi dan kemudian mendudukan tubuhnya disamping Novi.
" Nah minum dulu biar hati dan pikiranmu seger ". Justin memberikan botol air kepada Novi.
Novi menoleh kepada Justin dan menyipitkan kedua matanya karena mendengar perkataan Justin tadi. Justin yang merasa mendapatkan tatapan tajam pura-pura bodoh.
" Mas, mau aku tabok ya mulutnya !".
Justin bukannya takut tapi malah tertawa, dia mncubit salah satu pipi Novi dengan gemas namun tidak membuat pipi Novi sakit. " Bercanda aja sayang, jangan marah-marah dong nanti cepat tua ". Ledeknya lagi.
" Iiihhh .... mas Justin ah ". Rengek Novi kayak anak kecil.
Justin meraih tubuh Novi agar bisa mendekap wanita yang dicintainya itu. " Memaafkan seseorang memang sulit sayang tapi itu yang sudah diajarkan kepada kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Aku senang kalau kamu mau memaafkan Billy sayang ". Ujarnya tersenyum.
" Iya mas ". Novi menghembuskan nafasnya pelan sebelum melanjutkan ucapannya. " Terima kasih karena sudah mengingatkan ku untuk memaafkan Billy mas". Sambungnya yang menengadahkan kepalanya melihat Justin.
" Sama-sama sayang. Sebentar lagi kita akan menikah dan membina rumah tangga kita yang baru, ini pertama kali untukku dan aku berharap ini juga yang terakhir untukku sayang ".
__ADS_1
" Amin. Aku berharap juga seperti itu mas ". Sahut Novi dan kemudian melingkarkan kedua tangannya dipinggang Justin bermaksud memeluk laki-laki yang dicintainya itu.