Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Sisi Dermawan Calon Istri ... # 62


__ADS_3

Novi pun berinisiatif membantu anak-anak tersebut dengan mengajak mereka bertiga mencari kebutuhan rumah mereka serta baju-baju yang pantas untuk mereka pakai setelah mereka semua selesai makan siang.


Makanan mereka pun datang, dan setelah dipersilahkan untuk makan ketiga anak itu yang diketahui nama mereka adalah Rini, Rido, Rino. Ketiga saudara kandung dan anak pertama yang bernama Rini berusia 12 tahun sedangkan Rido berusia 10 tahun dan Rino 9 tahun. Ketiga makan begitu lahap karena mereka sudah lama tidak makan bakso seperti saat ini, jangankan untuk makan bakso untuk membeli beras saja mereka harus bekerja terlebih dahulu.


Novi dan Justin yang melihat mereka makan dengan lahap hanya tersenyum senang, bahkan Justin menawarkan kepada mereka jika ingin tambah dan ingin membungkus bawa pulang silahkan saja. Tawaran itu diterima oleh 2 saudara laki-laki Rini, mereka pun tanpa sungkan meminta lagi seporsi bakso untuk dimakan sedangkan Rini merasa dirinya sudah kenyang.


" Pak, apa boleh saya minta 1 porsi untuk dibungkus mau saya bawa pulang untuk ibu saya ". Tanya Rini dengan nada pelan dan ragu-ragu kepada Justin.


" Kenapa cuma seporsi aja Rin, terserah kamu mau dibungkus berapa porsi, silahkan aja ". Jawab Justin memperbolehkan.


Rini pun mendengarnya langsung mengucapkan terima kasih kepada Justin dan kemudian dia beranjak berdiri untuk menghampiri yang menjual bakso.


" Kalian berdua apa tidak mau tambah lagi ? Makanlah sepuas kalian, ibu dan bapak akan membayar semuanya ". Ucap Novi kepada Rido dan Rino yang sementara makan.


" Saya sudah kenyang, 2 porsi aja sudah cukup". Sahut Rido kemudian diangguki juga oleh Rino. Perut keduanya benar-benar kenyang setelah makan 2 porsi bakso.


" Habis ini, kalian bertiga ikut Ibu sama Bapak yaa, kita akan Mall membeli baju untuk kalian serta belanja kebutuhan untuk rumah kalian ".


" Benarkah bu ! Ibu dan Bapak mentraktir kami makan saja kami sudah senang dan berterima kasih, apa tidak apa-apa bu karena penampilan kami seperti ini ". Sahut Rini yang kembali setelah memesan bakso untuk dibungkus.

__ADS_1


" Gak apa kok, jika ada orang yang menganggu kalian, Ibu dan Bapak akan menghajar mereka ". Novi berucap sambil memperagakan sebuah pukulan.


Ketiga bersaudara itu pun tertawa melihat aksi Novi tersebut, begitu juga Justin ikut tertawa melihatnya. Justin tidak mengetahui sisi dermawan dari Novi selama ini, dan baru ini dia melihat bahwa calon istrinya itu memang peduli terhadap sesama terutama untuk anak kecil.


*****


Novi dan Justin membawa tiga bersaudara itu menuju Mall besar di kota X tersebut. Orang-orang tidak tahu jika orangtua Justin salah satu pemegang saham terbesar di Mall itu, Untuk itu Justin membawa mereka ke Mall ini.


Sesampainya mereka ketiga anak itu sangking senangnya berjalan duluan mendahului Justin dan Novi namun masih bisa dilihat oleh kedua ya. Sampai ada kejadian yang tidak mengenakan terjadi ketika Rini, Rido dan Rino tidak diperbolehkan masuk karena penampilan mereka yang tidak pantas. Novi pun geram melihat itu dan mempercepat langkahnya agar segera sampai di pintu lobby Mall.


" Lepaskan ketiga anak itu pak, tolong jangan kasar kepada mereka ". Seru Novi begitu sampai.


" Apa ada larangannya pak, anak-anak seperti ini tidak boleh masuk, jika ada tolong perlihatkan kepadaku sekarang ". Tukas Novi.


" Maaf bu, sekali kami bilang tidak bisa ya tidak bisa ". Balas securitu dengan nada kasar dan nyaring.


" Kenapa kalian berlaku kasar sama anak-anak ini dan calon istri saya ?". Timpal Justin yang berdiri dibelakang Novi lalu memindahkan posisinya. " Bekerjalah dengan baik dan jangan pandang orang dari penampilannya saja ". Sambung Justin.


" Maaf bapak siapa ya, kami hanya menjalankan prosedur aja pak ".

__ADS_1


" Cepat panggil manajer kalian, aku ingin bertemu dan menanyakan prosedur apa saja itu ". Seru Justin memerintah para security yang berjaga.


Salah satu security pun segera menelepon manajer mereka untuk bertemu dengan orang yang mereka anggap bergaya sekali. Sekitar 15 menit manajer yang mereka tunggu pun muncul di lobby Mall, dan terkejut melihat siapa yabg ingin bertemu dengannya.


" Selamat siang pak Justin, apa kabar ?". Sapa manajer itu kepada Justin.


Tanpa basa basi Justin langsung melontarkan apa yang ingin disampaikannya itu. " Aku ingin melihat prosedur yang melarang anak-anak ini masuk kedalam Mall ".


" Ma..maaf pak, aap terjadi sesuatu disini ". Ucap manajer itu gugup.


" Para securitymu ini melarang mereka masuk, bahkan cara bicara mereka kasar terhadap calon istriku dan anak-anak ini, kau tahu kan siapa wanita ini ?". Ujarnya dan menunjuk kearah Novi yang disampingnya itu.


Wakil presdir Sanjaya Group ! ****** aku. Rahman .. Rahman ketiban apa kau hari ini. Gumam manajer itu yang ternyata bernama Rahman.


" Tahu pak .. tolong maafkan kesalahpahaman ini pak Justin, kami akan memecat security yang sudah berbicara tidak sopan kepada Ibu ".


" Tidak perlu pak sampai memecatnya, kasian anak istrinya mau makan apa kalau dia tidak bekerja. Aku akan menganggap ini tidak terjadi ... jadi apa boleh kami masuk sekarang pak !". Tutur Novi dengan tersenyum.


Manajer itu pun walaupun merasa tidak enak hati kepada Justin dan Novi tetap tersenyum walaupun getir mempersilahkan mereka berlima masuk kedalam Mall tersebut.

__ADS_1


__ADS_2