Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Penjelasan ... #53


__ADS_3

" Masuklah ". Perintah Novi kepada Justin dan Vanya dan mempersilahkan keduanya untuk duduk disofa yang sudah disediakan oleh hotel dikamar itu.


Mereka bertiga duduk bersamaan, Justin dan Vanya duduk disatu tempat sedangkan Novi duduk berseberangan dengan mereka. Justin menatap Novi yang duduk didepannya sebelum ia memulai pembicaraan.


" Cepat katakan apa yang ingin kalian sampaikan ". Novi mengangkat suaranya dengan nada ketus.


" Sayang, aku minta maaf kalau selama ini aku gak memberitahumu soal Vanya, Vanya sahabatku dari kecil dan kami baru ketemu setelah 5 tahun Vanya pergi keluar negeri. Aku hanya merasa senang bertemu dengannya sampai aku tidak sempat memberitahumu. Tolong maafkan aku soal itu sayang ". Jelas Justin dengan sungguh-sungguh.


Novi tersenyum ketus kearah Justin. " Memang gampang ya mas kalau soal minta maaf, apa mas tahu apa yang aku rasain ? Hah ! Sejak aku melihat kalian berdua berpelukkan waktu itu, aku ingin bertanya kepadamu mas tapi aku urungkan karena aku gak mau berprasangka buruk kepadamu, tapi diamnya aku malah mas sendiri gak cerita sama aku tentang dia ". Ucap Novi kepada Justin sambil menahan airmatanya agar tidak terjatuh.


" Iyaa, maafkan aku karena kesalahanku sayang, percayalah aku dan Vanya hanya sebatas sahabatan dari dulu, lagi pula Vanya juga bakal menikah bulan depan, makanya semalam kami bertemu untuk pertemuan terakhir kami karena dia akan keluar negeri ". Tutur Justin yang beranjak berdiri untuk duduk disamping Novi.


" Terus bagaimana dengan kalung yang mas pasangkan dilehernya itu ?" Tukas Novi yang melirik kalung di leher Vanya.


Justin sudah duduk di tempat Novi, namun Novi menggeserkan badannya agar sedikit menjauh dari Justin. Justin hanya pasrah melihat apa yang dilakukan oleh Novi.


" Nov, maaf untuk kesalahpahaman ini, seperti yang dikatakan oleh Justin barusan, aku dan Justin hanya sahabatan dan tidak lebih dari itu. Selama kami bertemu Justin banyak menceritakan tentangmu kepadaku Nov. Ini hanya salah paham saja antar kita, dan soal kalung ini biat Justin sendiri yang menjelaskannya kepadamu ". Ujar Vanya yang melihat kearah Novi sambil tersenyum.

__ADS_1


" Sayang, kalung itu adalah hadiah dari kita berdua untuk pernikahannya bulan depan, karena ku pikir kita pasti tidak akan bisa datang maka dari itu aku membelikan kalung sebagai hadiah pernikahannya dari kita berdua ". Jawab Justin yang meraih tangan Novi agar percaya semua penjelasan dari mereka namun dilepaskan dengan cepat oleh Novi.


" Benarkah ! Kalian gak bohong !". Serunya yang melihat Justin dan Vanya bergantian.


Vanya tersenyum lagi kepada Novi " Gak Nov, kami sama sekali gak bohong kepadamu, inilah yang sebenarnya ". Suara Vanya terdengar menyakinkan Novi, lalu Vanya beranjak berdiri ingin menghampiri Novi juga.


Vanya duduk disamping Novi, dan meraih tangan Novi. " Nov, aku senang karena Justin menemukan cinta sejatinya yaitu kamu Nov, Justin hanya mencintaimu dan tidak ada wanita lain termasuk aku, percayalah ". Ucapnya yang pelan kepada Novi.


Novi melihat dikedua mata Vanya, disana tidak ada kebohongan tapi kejujuran. " Maafkan aku Vanya, karena sudah berpikiran buruk tentangmu, ya jujur saja aku kesal sekali dengan kejadian kemarin, sekali lagi maafkan aku ".


Mereka bertiga sama-sama berdiri, dan Vanya berpamitan kepada mereka berdua." Baiklah, aku pergi dulu yaa, kalian berdua baik-baik yaa .. senang bertemu denganmu Nov ". Ucapnya lalu memeluk Novi.


Novi membalas pelukkan Vanya " Makasih Vanya, kamu hati-hati yaa dan semoga pernikahanmu berjalan dengan lancar ". Balasnya memberi doa kepada Vanya.


" Just, aku sudah membantumu sisanya kau lakukan sendiri dan semoga berhasil ". Goda Vanya kepada Justin sambil berjalan kearah pintu kamar.


" Makasih Van, hati-hati ya dan sampaikan salam kami kepada Bagas disana ya .. sampai ketemu lagi dilain waktu Van ". Tutur Justin yang memeluk Vanya sebentar lalu mengantarkannya sampai keluar pintu kamar hotel.

__ADS_1


Vanya melambaikan tangannya tanda berpisah dan berjalan menuju lift. Sedangkan Justin dan Novi masih berada dikamar. Novi yang merasa tidak enak hati karena sudah marah-marah kepada Justin sebelum tahu kebenarannya merasa canggung dengan situasi di dalam kamar tersebut.


Justin memperhatikan Novi yang jarak mereka berdua sekitar 2 meter, dia menatap wajah wanita yang dirindukannya selama ini. Lalu Justin melangkahkan kakinya mendekat kepada Novi yang sedang berdiri juga, begitu sampai Justin langsung memeluk kekasihnya itu tanpa aba-aba terlebih dahulu. Bahkan Novi sendiri pun tubuhnya terguncang karena pelukkan Justin yang tiba-tiba tersebut.


" Apa kamu merasakannya ?". Tanya Justin yang memeluk tubuh Novi.


" Merasakan apa mas ? " Jawab Novi heran.


" Detak jantungku, disini ". Ucap Justin yang menaruh tangan Novi di dadanya walaupun masih keadaan memeluk Novi.


Novi hanya menganggukan kepalanya, dia merasakan detak jantung Justin yang berdegup kencang. " Lalu ?". Tuturnya yang melepaskan pelukkan Justin.


" Jantungku berdetak kencang hanya saat aku berada di dekat wanita yang aku cintai, tiap kali aku bersamamu jantungku berdetak seperti saat ini. Disini hanya ada kamu seorang, aku hanya mencintaimu sayang, hanya kamu ". Jawab Justin.


" Mas ... maafkan kekanakkan diriku, aku sudah salah meragukan perasaanmu kepadaku mas ". Ucap Novi yang matanya mulai berkaca-kaca. " Maafkan aku mas .. maafkan aku ". Lanjutnya yang tertunduk.


" Hei .. hei .. ". Justin mengangkat kepala Novi agar bisa terlihat wajah wanita itu. " Gak apa sayang, aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu, kita lupakan masalah ini ya, kita fokus hubungan kita dan persiapan pernikahan kita ". Ujarnya yang menatap mata sendu Novi, lalu kembali Justin memeluk orang yang dicintainya itu erat-erat seakan tidak mau dilepaskan lagi.

__ADS_1


__ADS_2