
6 bulan kemudian ...
Tidak terasa usia kandungan Novi sudah memasuki 6 bulan, walaupun 3 bulan pertama Novi dibuat morningsick setiap pagi bahkan bukan pagi saja tapu berlanjut sampai malam. Makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulutnya pasti dimuntahkan kembali.
Tapi setelah melewati masa-masa itu, ada rasa lega bagi Justin. Karena Justin pun tidak tega dan kasihan kepada istrinya itu yang selalu memuntahkan kembali apa yang dimakannya. Dipaksa pun hasilnya tetap sama, Novi juga banyak bedrest nya selama 3 bulan itu.
Setelah memasuki usia kandungan 6 bulan barulah Novi merasakan tubuhnya lebih enakan dari sebelum-sebelumnya. Dan seperti saat ini rasa ngidamnya pun muncul, ingin rasanya Novi memakan sesuatu yang pedas-pedas dan asam.
Terlebih lagi saat dirinya melihat mangga yang sudah berbuah bergelantungan di pohon tepatnya dihalaman belakang rumahnya. Beberapa kali Novi menelan salivanya melihat mangga tersebut, karena sudah tidak tahan lagi Novi pun segera menelepon Justin yang sedang bekerja.
Ada beberapa kali berdering, Justin pun menerima panggilan dari Novi.
"Halo Mas." Sapa Novi saat mendengar suara dari hpnya.
"Kenapa sayang."
"Mas. Aku pengen makan mangga yang dibelakang rumah ini." Serunya merengek manja.
"Makan aja sayang kalau memang kamu pengen." Justin mengizinkan istrinya itu.
"Iya Mas. Tapi gak ada yang ambilin nih mangganya."
"Terus." Justin mulai curiga.
__ADS_1
"Tolong Mas Justin yang panjat pohonnya ya ambilin mangganya." Pinta Novi memelas.
"Minta tolong sama Pak Yadi aja sayang, kalau tunggu aku lagi kelamaan loh." Justin memberi alasan tapi sebenarnya Justin tidak mau.
"Aku maunya sayang yang ambil mangganya. Ya ya ya."
"Tapi aku masih ada kerjaan ini sayang." Ucap Justin beralasan lagi.
"Jadi Mas Justin gak mau nih !." Ya sudah kalau gitu, biar aku ambil sendiri aja." Ngambek Novi lalu mengakhiri panggilan tersebut secara sepihak.
*****
Justin sampai dirumah 40 menit kemudian, dia bergegas pulang setelah Novi mengakhiri panggilannya secara sepihak. Dia tahu jika Novi sudah berbicara seperti itu bakal terjadi, dan dia tidak mau Novi kenapa-kenapa mengingat usia kandungan Novi sudah 6 bulan.
"Ma. Novi mana Ma ?." Tanyanya saat melihat Rena melintas di depannya.
"Maksud Mama." Justin tidak mengerti apa yang diucapkan oleh mama mertuanya itu.
"Kamu tahu, istrimu itu manjat pohon Justin." Seru Rena.
Justin terkesiap bahkan membulatkan kedua matanya setelah mendengar ucapan mama mertuanya itu. "Ap-apa Ma. Manjat pohon !." Justin mengulangi ucapan Rena.
Rena menganggukan kepalanya lalu meninggalkan Justin yang masih berdiri, kemudian Justin bergegas menemui istrinya itu dibelakang rumah. Sesampainya dia melihat Novi sedang duduk dikursi sambil memakan rujak mangganya dengan santai.
__ADS_1
"Sayang." Tegur Justin.
Novi hanya menoleh sebentar kearah Suaminya itu lalu memalingkan wajahnya lagi kearah lain.
"Sayang. Kenapa manjat pohon sih ? Kenapa gak tunggu aku dulu."
"Bukannya Mas Justin sendiri yang bilang banyak kerjaan. Kenapa salahin aku." Tukasnya tanpa melihat Justin.
"Iya maafin aku ya. Lain kali jangan seperti ini yank. Kamu lagi hamil, kalau terjadi apa-apa sama kalian berdua gimana." Ucap Justin yang masih kuatir dengan Novi.
"Ini buktinya aku gak kenapa-kenapa kan. Udah pergi sana jangan ganggu aku." Perintah Novi yang masih ngambek sama Justin.
"Masih marah sama aku ?." Tanya Justin tapi dengan suara lembut.
"Udah pergi sana jangan ganggu aku." Usir Novi.
Namun Justin bukannya pergi tapi malah masih tetap pada posisinya berjongkok dihadapan Novi. Justin merasa gemas dengan tingkah laku istrinya itu, selama hamil ini ada saja tingkah Novi yang seperti anak kecil.
"Maafin aku ya sayang. Kalau ngambek gini kamu tambah cantik loh yank." Goda Justin kepada Novi.
Novi melirik ke Justin dengan ekor matanya." Gombal banget sih." Serunya.
"Aku gak gombal loh. Benaran kamu tambah cantik aja." Justin berucap menyakini Novi.
__ADS_1
"Apaan sih. Udah ah jangan ganggu aku ngerujak Mas. Atau Mas Justin mau ikut makan ini." Ucap Novi yang menawarkan.
Justin melihat kearah potongan mangga muda yang asam, melihatnya saja Justin sudah terasa asam apalagi memakannya. "Gak sayang. Kamu aja yang makan, aku hanya temenin kamu disini aja ya." Tolak Justin halus.