
Tinggal seminggu lagi pendidikan Justin akan selesai, untuk itu Novi ingin memberikan kejutan kepada Justin dengan datang lebih awal ke Kota B tanpa sepengetahuan Justin. Rencananya dia akan pergi bersama Kayla dan juga Siska, dia ingin mengajak Mitha juga tapi tidak bisa karena Mitha menemani Rico yang sedang melakukan perjalanan dinas keluar negeri.
Novi sudah menghubungi Siska untuk meminta tolong agar menemaninya ke Kota B. Sedangkan Kayla yang sudah diajak duluan oleh Novi begiti antusias karena tak bisa dipungkiri bahwa Kayla sangat meindukan sosok Justin.
" Akhirnya sebentar lagi mas Justin selesai pendidikannya ". Ucapnya bicara sendiri sambil melihat layar hpnya.
Sementara Novi memikirkan rencana untuk memberi kejutan kepada Justin, hpnya berdering tanda panggilan masuk. Tertera nama si pemanggil " Mama Diana ".Novi pun segera menggeser ikon warna hijau untuk menerima panggilan tersebut.
" Halo Ma ". Sapanya duluan dengan sopan.
" Halo nak, kamu sedang apa sekarang ?". Tanya mama Diana ditelepon.
" Ini lagi santai aja ma, sambil tunggu jam pulang kerja ".
" Kamu bisa temenin mama jalan-jalan ke Mall nanti ".
" Bisa aja sih ma, jam berapa ?".
" Setelah kamu pulang kerja aja kalau bisa sayang ".
" Bisa kok ma, tunggu aja dirumah ya nanti aku jemput mama, nih aku otw kesana sekarang ma ".
" Baiklah, mama tunggu yaa dan hati-hati dijalan yaa nak ". Ucap terakhir mama Diana ditelepon.
Novi pun mengakhiri panggilan diteleponnya dan segera bersiap untuk pulang, lagi pula sekarang juga sudah waktunya pulang. Novi bergegas menuju rumah Mama Diana untuk menemaninya jalan-jalan ke Mall. Walaupun belum resmi menjadi menantu di Keluarga Mahendra, Novi sudah dianggap anak oleh kedua orangtua Justin oleh karena itu, Novi diminta untk memanggil kedua orangtua tersebut dengan sebutan Mama dan Papa.
__ADS_1
*****
Sesampainya Novi dirumah Justin, rumah yang besar dengan halaman yang luas. Dia langsung memarkirkan mobilnya dan segera keluar dari mobilnya. Begitu sampai di anak tangga, pintu rumah terbuka dan keluar sosok wanita paru baya yang wanita yang memberikan senyuman kepada calon menantunya itu.
" Mama ". Ucap Novi yang memeluk mama Diana.
Mama Diana pun membalas pelukkan Novi dan melepaskan pelukkannya setelah beberapa detik mereka berpelukkan.
" Kita pergi sekarang yuk ". Ajak Mama Diana yang sudah siap dan berpenampilan cantik.
"Mama cantik banget, emangnya mau ngapain ke Mall ". Tanya Novi berjalan mengikuti Mama Diana.
" Mama ada arisan di salah satu Cafe Mall G, dan mama ingin memperkenalkanmu dengan teman-teman arisan mama disana ".
Perjalanan mereka berdua menempuh waktu 1 jam untuk sampai di Mall terbesar di kota X tersebut, karena sedikit macet makanya mereka telat 10 menit di tempat yang sudah diatur oleh kelompok arisan Mama Diana.
Sesampainya Novi dan Mama Diana di cafe, tampak beberapa wanita paruh baya sedang duduk sembari meminum minuman mereka.
" Halo jenk semua, maaf aku telat karena macet loohh ". Ucap Mama Diana yang menghampiri teman-teman arisannya.
" Ah tidak apa-apa jenk Diana, kita-kita juga baru sampai kok ". Jawab seorang Ibu yang duduk diujung sebelah kanan.
" Kita sudah lengkap semuanya, bagaiman kalau kita langsung saja arisannya jenk ". Timpal salah satu Ibu lagi.
" Baiklah, ayo kita mulai saja ". Mama Diana duduk disamping bersebelahan dengan Novi.
__ADS_1
" Tapi ngomong-ngomong nih Jenk Diana, siapa nih perempuan yang disebelah Jenk Diana itu ". Tanya Ibu yang duduk berhadapan dengan Novi.
" Oh maafkan aku Jenk, aku lupa memperkenalkannya kepada kalian. Kenalkan dia Calon mantu ku namanya Novi ". Mama Diana memperkenalkan Novi dengan sangat bangga kepada teman-teman arisannya.
" Waahh akhirnya anak jenk si Justin bakal nikah ya, wanita pilihannya cantik pula ". Puji Ibu itu lagi.
Novi yang mendengar pujian dari teman arisan Mama Diana hanya tersenyum, kemudian dia berdiri. " Halo semuanya, saya Novi, salam kenal dari saya untuk Ibu-ibu cantik disini ". Ucapnya yang menundukkan kepalanya tanda menghormati semua wanita yang seusia dengan mamanya tersebut.
" Aduh Jenk, calon menantunya sopan sekali, beruntung loh Jenk Diana ini, perkenalkan nama tante, Frida ". Sahut Tante Frida yang duduk diujung sebelah kiri.
" Bukan hanya sopan saja jenk, tapi banyak hal yang masih ada dan belum diketahui oleh kalian, makanya aku menyukai calon menantuku ini ". Jawab Mama Diana yang melihat Novi sebentar.
Disela-sela percakapan mereka, tampak salah satu teman arisan Mama Diana, yang bernama Ibu Mega terlihat tidak menyukai sosok Novi tersebut.
Apa-apaan sih si Diana ini, cantikkan lagi putriku dong daripada dia. Si Justin juga sok banget menolak putriku, kalau tidak tadi kan aku dan Diana udah besanan, apalagi mereka keluarga kaya raya. Batin Ibu Mega yang menatap sinis Novi.
" Kalau siap menikah harus pintar-pintar masak dong ya jangan andalkan pembantu ". Sindir Ibu Mega lalu meneguk minumannya.
Mendengar ucapan itu Mama Diana hanya tersenyum saja dan melihat Novi lagi, takutnya calon menantunya itu tersinggung dengan ucapan teman arisannya itu.
" Bagaimana kalau minggu depan arisannya di rumah aku aja, sekalian biar kalian mencicipi masakan calon menantu ". Tutur Mama Diana yang melihat teman-temannya, lalu menatap ke arah Ibu Mega.
" Ide bagus juga itu Jenk, aku setuju ". Jawab Ibu Frida dengan tersenyum.
Semua teman arisan Mama Diana mengangguk tanda setuju, untuk selanjutnya arisan akan diadakan dirumah minggu depan. Lalu mereka melanjutkan kembali arisan mereka yang sempat tertunda tadi. Novi dengan cepat membaur dengan kaum ibu-ibu sosialita tersebut.
__ADS_1