Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Aku Ingin Jatahku ... #83


__ADS_3

Malamnya, setelah selesai makan malam Novi ingin segera kembali ke kamarnya. Sambil membawa perutnya yang sudah lumayan besar itu, membuatnya terasa lelah terlebih letak kamarnya berada dilantai dua.


Novi menghela nafasnya dengan kasar ketika dirinya sudah berada di anak tangga pertama. Nak, demi dirimu mama rela capek dan pegal tiap hari turun naik tangga rumah kita nak. Gumamnya pelan dan mengelus perut buncitnya sambil tersenyum.


Saat kakinya ingin melangkah keatas, tiba-tiba Justin menghentikan langkahnya. "Sayang."


Novi menoleh kepada Justin yang berdiri disampingnya. "Kenapa mas."


" Mau kemana ?." Justin memberikan seulas senyuman kepada istrinya itu


"Mau ke kamar mas. Aku capek banget nih."


" Ayo aku temenin keatas."


"Loh. Bukannya mas lagi temenin Kayla ya ? Nanti dia nyariin kami loh mas."


"Tenang sayang. Kayla udah sama omanya kok." Jawab Justin santai lalu mendengarkan mulutnya kearah telinga Novi. "Aku pengen meminta jatahku." Sambungnya dengan tersenyum genit.


Novi terasa geli saat hembusan nafas Justin mengenai daun telinganya. Dia mengerti maksud dari ucapan suaminya barusan, dia juga menyadari selama hamil ini jarang melayani hasrat suaminya itu. Tapi Justin juga tidak memaksa jika istrinya menolak karena ada alasan tertentu, walaupun dia harus menahan diri untuk memenuhi hasratnya.

__ADS_1


"Kalau gitu, mas harus gendong aku sampai ke kamar. Nanti hadiahnya, aku kasih jatah deh." Novi memainkan kedua alisnya menggoda sang suami.


Tanpa membantah Justin menyanggupi permintaan istrinya itu, menggendong ibu hamil menaiki anak tangga sampai ke kamar. Sejak usia kandungan Novi memasuki 5 bulan, memang berat badannya sedikit naik dari sebelumnya. Justin langsung menggendong Novi ala bridal style sampai masuk ke dalam kamar.


Setelah sampai di dalam kamar, Justin dengan hati-hati menaruh istrinya diatas tempat tidur. Tampak diwajah Novi yang memberikan senyuman hangat kepada suaminya. Justin mengamati wajah istrinya itu dengan penuh kasih sayang dan kemudian mencium bibir Novi dengan lembut.


Novi melepaskan ciumannya dan berkata kepada Justib yang siap menerjangnya malam ini. " Lakukan dengan pelan ya mas. Ingat di dalam perut ada anakmu." Ucap Novi yang berbisik ditelinga Justin.


Justin melepaskan kancing baju piyama Novi satu per satu dan memperlihatkan tubuh putih sang istri dan perut buncitnya yang menambah keseksian pada istrinya itu. Lalu Justin mencium perut Novi berkali-kali dan berbicara kepada anaknya yang masih di dalam perut itu.


"Papa akan melakukannya pelan-pelan nak. Jangan kuatir ya." Ucapnya lalu Justin terkekeh sendiri.


Justin melampiaskan yang ditahannya selama ini, sesuai dengan permintaan Novi dan mengerti keadaan Novi, Justin melakukannya dengan pelan dan hati-hati. Pergumulan diantara keduanya pun terjadi dan cukup lama sehingga menambah kelelahan pada tubuh Novi tapi dia tetap setia melayani Justin.


*****


Keesokan paginya, Justin lebih dulu bangun setelah merasakan pantulan sinar matahari yang masuk melalui Jendela kaca yang tertutup kain gorden putih. Justin merengangkan otot-ototnya kemudian melihat kesampingnya, menatapi Novi yang masih tidur pulas.


Karena hubungan mereka semalam, Novi benar-benar dibuat lelah dan badannya terasa pegal semua. Tubuhnya yang hanya ditutupi selimut berwarna putih itu, memanjakan kedua mata Justin yang saat ini sedang menatapi dirinya.

__ADS_1


Berhubung ini hari libur, Justin ingin mengajak istrinya serta Kayla dan mertuanya jalan-jalan kerumah orangtuanya. Sudah hampir dua bulan ini Justin tidak datanh kerumah orangtuanya, selain sibuk akan pekerjaannya terkadang dirinya juga lupa.


Justin melihat kearah dinding tepatnya melihat jam dinding, masih pukul 7 pagi. Dia juga masih ingin tetap berada diatas tempat tidur menemani istrinya yang masih tidur pulas. Justin mengelus pipi Novi yang sudah mulai berisi itu dengan lembut kemudian mencium puncak kepala Novi.


Dia membiarkan Novi yang masih tidur, sedangkan dirinya masuk kedalam kamar mandi, menyegarkan tubuhnya dengan air hangat. Sementara Justin mandi, Novi membuka matanya perlahan dan kemudia. merengangkan otot tubuhnya pelan. Dia menoleh ke samping tapi tidak mendapati suaminya, Novi menyandarkan tubuhnya sambil mengucek kedua matanya yang masih agak rabun.


Tak lama kemudian Justin keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sudah bangun.


"Pagi Sayang." Sapanya hangat sembari mengeringkan kepalanya yang basah dengan handuk kecil.


Novi tersenyum. "Pagi juga mas. Maaf aku kesiangan bangunnya."


"Gak apa yank. Oya, hari ini kita kerumah mama dan papa ya." Justin mendekati Novi yang masih diatas tempat tidur.


"Boleh mas. Udah jarang juga kita gak berkunjung kesana."


"Ya sudah. Kamu mandi sana biar seger." Perintah Justin yang meninggalkan sebuah ciuman di pipi Novi.


Novi menganggukan kepalanya dan mengambil menyuruh Justin mengambil piyamanya yang berada dilantai. Setelah itu, Novi berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2