
Seminggu sudah berlalu, Novi merasa was-was karena tidak lama lagi dirinya akan melahirkan. Walaupun dirinya sudah pernah merasakan bagaimana menahan sakitnya tapi setelah bertahun-tahun begini tidak bisa dipungkiri olehnya bahwa ia merasa gugup.
Untuk menghilangkan rasa gugupnya, ia ingin melakukan jalan-jalan sore di taman dekat rumahnya bersama Kayla. Setelah menurunin anak tangga dengan penuh kehati-hatian, Novi segera melangkahkan kakinya menuju kamar Kayla.
"Kay, Kay." Panggilnya setelah sampai dan membuka gagang pintu kamar Kayla yang saat itu tidak terkunci.
"Iya, Ma. " Jawab Kayla yang bersamaan menoleh kearah mamanya.
"Temanin mama jalan-jalan ditaman situ yuk. Mama bosan nih dirumah terus." Ajak Novi sambil tersenyum kepada Kayla.
"Oke ma." Dengan senang hati Kayka menjawab dan beranjak berdiri meninggalkan semua mainannya dan kemudian mendekati mamanya.
Mereka berdua pun bersamaan berjalan menuju luar rumah. Tapi sebelum menginjaki lantai teras rumah, tiba-tiba Novi merasakan perutnya sakit dan sempat menjerit.
"Aw ... aduh sakit." Jeritnya sambil memegang perut buncitnya.
Kayla yang berada didepannya pun kaget setelah mendengar jeritan kesakitan mamanya. "Ma, mama kenapa ?. Ucapnya yang polos tapi penuh perhatian.
__ADS_1
Karena tidak mendapat jawaban dari mamanya yang sudah kesakitan, Kayla pun kebinggungan kemudian bergegas memanggil oma Rena nya yang saat itu sedang berada ditaman belakang rumah mereka.
Dan saat bersamaan pula, Justin baru pulang kerja dan memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Mama Rena yang sudah dipanggil oleh Kayla pun segera berlari cepat menuju ke tempat Novi yang sudah terduduk kesakitan di dekat pintu rumah.
"Kay, sepertinya mamamu akan melahirkan."Seru Rena yang melihat Novi sudah menahan sakit.
Justin pun masuk kedalam rumah melihat kejadian dimana istrinya merasakan kesakitan.
"Justin. Syukurlah. Cepat bawa Novi kerumah sakit sekarang." Perintah Rena kepada menantunya.
"Novi kenapa, Ma ?."
***
Setibanya Justin dan Novi dirumah sakit, terlebih dulu Justin turun dari mobilnya untuk memanggil petugas medis. Tak lama Justin datang bersama 2 orang perawat dengan membawa kursi roda.
Novi pun dituntun oleh Justin dan salah satu perawat wanita untuk duduk dikursi roda yang sudah dibawakan untuknya. Rasa sakit yang sempat dialami oleh Novi pun berangsur hilang sejak sampai dirumah sakit tadi.
__ADS_1
Novi dibawa masuk terlebih dahulu diruangan bersalin untuk diperiksa sebelum dirinya masuk dikamar rawat yang sudah disiapkan untuknya jauh-jauh hari. Karena rumah sakit ini sering dikunjungi oleh Novi dan Justin untuk melakukan pemeriksaan setiap bulan dan Justin pun membooking kamar VIP untuk istrinya nanti saat akan melahirkan.
Novi sudah terbaring diatas tempat tidur untuk diperiksa oleh bidan yang sedang bertugas saat itu. Sedangkan Justin melakukan administrasi sesuai arahan petugas saat itu.
" Sudah pembukaan 4, bu." Ucap seorang bidan kepada Novi sambil tersenyum. " Gak lama lagi lahiran, bu." Sambungnya setelah selesau memeriksa Novi.
Novi hanya tersenyum saja mendengar ucapan bidan tersebut dan beranjak bangun dari tempat tidur tersebut. Sambil menunggu waktunya melahirkan, dirinya mau melahirkan secara normal seperti yang pernah ia lakukan waktu lahirin Kayla.
Novi kembali duduk dikursi roda, dan dibawa masuk kedalam kamar rawat VIP yang sudah disiapkan. Kamar yang cukup luas dengan fasilitas lengkap tentunya.
"Sambil menunggu, ibu Novi istirahat saja dulu atau kalau mau jalan-jalan disekitar lorong rumah sakit ini juga boleh, bu." Saran bidan yang menuntunnya untuk duduk diatas ranjang kamar rawat tersebut.
"Iya, terima kasih mbak." Balas Novi sambil tersenyum ramah.
"Kami akan melakukan pengecekan rutin terhadap ibu sambil menunggu Dokter Wanda datang." Kemudian bidan tersebut pun meninggalkan kamar rawat tersebut.
Bersamaan Justin datang bersama Mama Rena, Gaby dan juga Kayla. Mereka datang membawa perlengkapan untuk Novi dan juga si bayi yang akan segera lahir.
__ADS_1
"Mama." Kayla berteriak girang sambil mendekati mamanya yang masih duduk diatas ranjang."Ma, sebentar lagi adik Kayla lahir ya ma ?." Lanjutnya yang mencium perut Novi.
" Iya sayang. Kayla doain ya biar adik Kayla cepat lahir biat bisa ketemu sama kakaknya yang cantiknya. " Tutur Novi yang memegang kedua pipi Kayla dengan gemas.