Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Makan Pedas-Pedas ... #77


__ADS_3

***❣️ Hai teman-teman, jangan lupa dukung novel ini yaa melalui Like, komen, vote, favorite dan ratting 5 bintang yaa .. Aku sayang kalian ❣️😘


1 bulan kemudian*** ...


Sudah 1 bulan usia pernikahan Justin dan Novi, semenjak kepulangan mereka berdua dari bulan madu di Maldives banyak yang menanyakan apakah Novi sudah ada tanda-tanda hamil. Awalnya Novi menganggap pertanyaan itu biasa saja tapi lama-kelamaan telinganya panas karena seringnya orag-orang disekitar menanyakan apamah dirinya sudah berisi.


Kini dirinya saat ini disibukan dengan pekerjaannya di perusahaan, berhubung saat ini Ikhsan sedang cuti dan pergi mengunjungi keluarga istrinya di kota lain mau tidak mau Novi mengambil ahli tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.


Seperti hari ini banyak pertemuan yang mesti dia hadiri sebagai wakilnya Ikhsan, ada rasa lelah memyelimuti dirinya namun dia berusaha untuk tetap kuat. Untungnya tiap pertemuan yang dia ikuti tidak sampai lebih dari 2 jam, selesai pertemuan dia langsung pergi agar tidak berlama-lama disana karena ada agenda selanjutnya lagi yang harus diikutinya.


Sementara dirinya beristirahat diruang kerjanya, hp nya berdering dan terlihat disana sebuah panggilan video masuk dari sang suami.


" Hai mas ". Sapanya yang sambil menyandarkan tubuhnya dikursi.


" Sudah makan belum, kok lemes banget kelihatannya ".


" Belum mas, aku hanya lelah aja sih karena agendaku hari ini banyak banget ".


" Aku kesana yaa kita makan siang bareng. oke ".


Novi menganggukan kepalanya tanda setuju dan Justin pun mengakhiri panggilan videonya. Sembari menunggu Justin datang, Novi yang dilanda rasa mengantuk pun memejamkan kedua matanya bermaksud untuk tidur sebentar.


*****

__ADS_1


" Sayang .. Sayang bangun ". Ucap Justin yang membangunkan istrinya itu.


Merasa di ganggu akhirnya Novi membuka matanya dan menyesuaikan dengan cahaya dalam ruang kerjanya. Saat mengetahui siapa yang membangun dirinya, Novi sontak membenarkan tubuhnya.


" Mas ". Serunya. " Sudah lama ya datangnya ? Maaf aku ketiduran ". Sambungnya lagi sambil menguap.


" Kamu lelah banget kayaknya, istirahat aja lagi kalau gitu yank ". Pinta Justin penuh perhatian.


" Kamu sudah datang kesini loh kok nyuruh aku tidur lagi mas, ayo kita makan, aku juga sudah lapar ".


" Benaran gak apa nih ?". Tanya Justin menyakinkan.


Novi menganggukan kepalanya. " Tapi mas aku pengen banget makan yang pedas-pedas nih ". Imbuhnya lagi.


" Gak apa- apa ya mas, kita makan ayam geprek aja yaa disimpangan situ ". Mohon Novi memelas kepada suaminya itu.


Justin melirik istrinya kemudian menghela nafas. " Ya sudah, ayo kesana ". Ajaknya menyetujui kemauan istrinya.


*****


Sesampainya di Rumah makan ayam geprek simpangan perusahaan Sanjaya Group, kedua segera melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam. Mereka mengedarkan pandangannya melihat banyak orang yang sedang makan disana, seorang pelayan wanita mengajak Novi dan Justin ke salah satu meja makan yang kosong.


Setelah duduk, merek langsung memesan sesuai selera mereka. Bagusnya rumah makan ini tidak hanya menyediakan menu ayam geprek saja tetapi ada menu-menu lainnya.

__ADS_1


Justin melihat wajah Novi yang berubah sedikit pucat karena kuatir dia pun menanyakan kepada istrinya.


" Sayang, kamu sakit ? Kok wajah kamu pucat sih ". Tuturnya yang memegang wajah Novi.


" Masa sih ! " Seru tidak percaya lalu mengambil kaca kecil didalam tasnya dan menghadapkannya di depan wajahnya. Dia mengamat-amati wajahnya yang dibilang pucat oleh suaminya. " Mungkin karena lelah aja mas, lagian kan aku juga belum makan ". Jawabnya asal padahal dirinya sendiri pun tidak yakin dengan jawabannya karena walaupun lelah dan tidak makan wajahnya tidak pernah pucat seperti saat ini.


" Habis makan kita pulang ya, kamu harus istirahat sayang ". Tukasnya dengan sedikit penekanan suara.


" Gak bisa mas, jam 14.30 nanti aku harus rapat dengan beberapa kepala bagian di perusahaan ". Serunya menolak.


" Kan bisa ditunda sayang rapatnya, aku gak mau kamu sampai sakit yank ". Justin mulai merasa kuatir dengan kondisi Novi.


" Aku janji deh begitu selesai rapat aku langsung pulang kerumah, istirahat ".


Justin tidak lagi menjawab karena sampai kapan pun istrinya itu tidak akan mendengarkannya, kalau sudah urusan pekerjaan Novi memang harus selesaikan tidak mau ditunda-tunda lagi. Dalam debat kecil mereka tak lama seorang pelayan datang membawa nampan berisi makanan yang mereka pesan tadi.


Begitu hidangan sudah tersaji, indera penciuman Novi begitu tertarik dengan aroma khas ayam geprek yang dipesan olehnya. Selesai mencuci tangan, dia buru-buru menyuruh Justin segera berdoa untuk makan Justin pun dibuat heran dengan tingkah istrinya itu.


Selesai berdoa Novi langsung mengambil dan segera mendaratkan makanannya ke dalam mulutnya. Suapan pertama yang dirasanya lezat lalu dengan terus menerus memasukan suapan-suapan berikutnya. Sekali lagi Justin merasa heran kenapa istrinya suka sekali makan yang pedas-pedas, ayam geprek ini aja sambalnya ia minta level 15 level tertinggi.


" Sayang .. pelan-pelan makannya ". Tegur Justin yang sedaritadi menatap istrinya makan keburu-buru. " Ini pedas banget yank, nanti kamu sakit perut gimana !". Lanjutnya lagi setelah mencoba mencicipi makanan Novi.


" Tenang aja mas, gak apa-apa kok ". Itu saja yang dijawab oleh Novi, jawabannya pun membuat Justin sedikit kesal.

__ADS_1


__ADS_2