Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Keanehan ... #34


__ADS_3

Mereka semua yang sudah sampai di Restaurant Seafood, segera masuk ke dalam dan menuju tempat yang sudah di reservasi oleh Stefan terlebih dahulu. Karena restaurant ini termasuk ramai pengunjung, jika terlambat tidak akan mendapatkan meja.


Sementara pesanan mereka di persiapkan oleh pelayan, Justin yang duduk di sebelah Novi mendapat sebuah panggilan di hpnya. Justin segera mengambil dan melihat layar dihpnya siapa yang memanggilnya, matanya terbelalak setelah nama yang tertera di layar adalah Vanya. Justin langsung pamit sebentar kepada Novi untuk mengangkat telepon dari Vanya.


Novi yang mengamati kepergian Justin agak menjauh hanya melihatnya datar tanpa ekspresi apapun, pikirannya sudah yang aneh-aneh. Jujur saja sejak melihat Justin memeluk seorang wanita di Kota B tersebut membuat hatinya sedikit kacau. Dia berusaha berpikiran positif tapi melihat kejadian itu, Novi berpikir lagi. Siapa wanita itu sampai memeluk Justin bahkan Justin membalas pelukkannya dengan hangat. Ingin dia bertanya tapi takut Justin tersinggung.


Sedangkan Justin yang menerima telepon dari Vanya terlihat tersenyum bahkan tertawa, seperti itu yang di Novi lihat. Tak lama makanan mereka pun sudah disajikan diatas meja. Banyak sekali jamuan makan malamnya, berbagai makanan seafood di sajikan diatas meja.


" Dimana Justin nak ". Tanya mama Rena yang melihat Justin tidak ada di samping Novi.


" Mas Justin sedang menerima telepon ma, disana ". Tunjuknya ke arah Justin di sudut ruang.


" Biarkan dia menerima panggilan teleponnya, kita duluan saja untuk menikmati makanan ini ". Ucap mama rena yang tersenyum kepada semuanya.


" Selamat makan ". Timpal Gaby yang sudah tidak sabar ingin memakan Seafood yang berada di depannya.


" Mama , ambilkan kay yang itu dong ". Tunjuk Kayla pada piring yang berisi Udang goreng.


Dengan tersenyum Novi mengambilkan udang goreng dan nasi untuk Kayla.


" Hanya udang goreng aja Kay ! ". Setelah menaruhnya di piring Kayla.


" Hmmm .. " Kayla tampak berpikir dengan menu selanjutnya. " Ahh kay mau yang itu juga ma ". Tambahnya lagi yang menunjuk Sup Daging Kepiting yang di campur dengan jagung dan wortel.


" Mama taruh di mangkuk sini yaa, dan habiskan makananmu ya Kay ". Ucapnya tersenyum.


Kayla menganggukkan kepalanya lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Sementara itu Justin yang sudah selesai berkomunikasi dengan Vanya segera kembali ke tempatnya.


" Maaf lama ". Tutur Justin begitu duduk di sebelah Novi.

__ADS_1


Novi hanya tersenyum kecil ". Mas ingin makan apa ". Imbuhnya yang menaruh nasi di piring Justin.


" Yang mana aja, aku pasti makan kok sayang ". Jawabnya yang tersenyum kepada Novi.


Lalu Novi menaruh beberapa Makanan seafood di piring Justin dan ada sayuran Juga. Setelah itu menyuruh Justin untuk makan.


" Makanlah Mas ".


" Makasih sayang ".


Setelah selesai mengambil makanan untuk Justin, Novi mengambil semangkuk sup daging kepiting untuk dia nikmati. Justin menoleh sekilas melihat Novi yang tidak makan nasi.


" Sayang, kamu gak makan dengan nasi ". Tanyanya sambil menyuapi mulutnya sendiri.


" Gak mas, aku diet ". Jawabya tanpa melihat Justin.


" Diet !" Serunya heran


Justin yang mendengarnya sejenak terdiam, lalu dengan cepat menjawab ucapan Novi.


" Heyy, aku mencintaimu apa adanya sayang, jangan cemaskan tubuhmu, makanlah jangan menyiksa dirimu sendiri ". Ujarnya yang melihat Novi dan memegang tangannya.


Novi memiringkan kepalanya mengarah kepada Justin. " Aku gak menyiksa diri mas, tapi memang seperti inilah ". Balasnya dengan raut wajah datar.


Justin yang melihat raut wajah Novi, berpikir sejenak dengan keanehan yang diperlihatkan oleh Novi kepadanya. Ada apa dengannya ? Wajahnya tidak seperti biasanya, apa karena aku kelamaan menerima telepon tadi yaa.


" Sayang, kamu marah karena aku kelamaan menerima telepon ? Jika benar, maafkan aku karena dari teman kantor yang meneleponku ". Jelasnya dengan alasan yang tidak sama dengan kenyataannya.


" Aku gak mempersoalkan tentang itu mas, selagi kamu jujur sama aku, aku gak masalah kok. Tapi aku gak tahu kamu sekarang sedang jujur atau gak sama aku ". Jawabnya menyinggung Justin dengan tersenyum kecut.

__ADS_1


" Ada apa dengan kalian berdua ". Tanya mama rena tiba-tiba.


" Gak ada apa-apa tante, kami hanya mengobrol saja ". sahut Justin menoleh ke mama rena dengan menampilkan senyumnya.


Justin lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah Novi yang diam sambil memakan supnya seperti tidak berselera. Lalu Justin menyentuh tangan Novi lagi yang sempat dilepasnya ketika menjawab pertanyaan mama rena tadi.


" Sayang, maafkan aku jika aku ada salah padamu ". Ucapnya lembut.


" Gak usah dibahas lagi mas, mari kita melanjutkan makan kita ". Tuturnya melihat Justin dan memberikan senyuman kepada Justin.


Novi masih berperang dengan pikirannya, dia masih bertanya-tanya siapa wanita yang memeluk Justin waktu itu. Sedangkan sekarang Justin tidak jujur dengannya. Dia pun makan dalam diam, pikirannya melayang jauh.


*****


Besok paginya Novi yang sudah menuju ke perusahaan, yang sebelumnya mengantar stefan sekeluarga terlebih dahulu ke bandara karena jam 9 pesawat mereka akan berangkat. Gaby yang tidak ikut pulang bersama stefan karena masih liburan kuliah apalagi sekarang dia sudah menyelesaikan skripsinya tinggal menunggu sidang aja lagi.


Sesampainya di perusahaan MM, Novi segera keluar dari mobilnya dengan membawa berkas yang dibawanya waktu pergi menemui presdir XT.


Novi yang sudah berada diruangannya, dikejutkan oleh kedatangan Siska yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu ruang kerja Novi.


" Siska, bisa gak ketuk pintu dulu kek ". Seru Novi yang terkejut.


" Hehhe .. maaf baby, aku kesini mengajakmu makan siang bersama Mitha nanti ". Ujarnya yang tertawa.


" Oke, dimana ?"


" Tempat biasa ".


" Baiklah, ya sudah pergi sana aku mau ke ruangan bu andin dulu. ". Ucapnya yang mengusir siska.

__ADS_1


" Iiihh gitu banget sih ... iya iya aku pergi, tapi jangan lupa yaa ". balasnya yang tersenyum lalu pergi dari ruangan Novi.


Kemudian Novi menuju ruangan Andin sambil membawa berkasnya, dia mengetuk pintu satu kali lalu membukanya. Andin yang sudah tahu kedatangan Novi menampilkan senyuman dari bibirnya.


__ADS_2