Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Orang kepercayaan ...#31


__ADS_3

Justin dan Novi yang sudah sampai di Kota B mencari hotel untuk mereka beristirahat malam ini. Letak hotel yang tidak terlalu jauh dari perusahaan yang akan didatangi Novi pada besok pagi. Justin melakukan pemesanan kamar ke bagian recepsionis, meminta kamar yang twin bed.


" Mas kenapa gak pisah kamar aja ". tanya novi


" Kita sekamar aja, tapi beda ranjang ". jawabnya santai tanpa melihat novi disampingnya.


" Tapi mas ... " Ucapan novi langsung dibantah oleh Justin.


" Gak ada tapi-tapian, terima kasih mbak ". Ucapnya kepada petugas recepsionis yang memberikan kunci kamar kepadanya.


Justin yang mengajak Novi menuju kamarnya melihat wajah cemberut novi.


" Tenang aja, mas gak akan mengganggumu ". Ucapnya sambil merangkul Novi di sampingnya.


Mereka berdua masuk ke dalam lift dan Justin menekan tombol angka 8 yang artinya kamar mereka berada di lantai 8. Mereka berdua sampai di depan pintu kamar mereka dan masuk ketika kuncinya terbuka.


" Mandilah, bersihkan dirimu ". perintah Justin yang menyuruh novi mandi duluan.


" Iyaa mas ". yang menuju kamar mandi dan tak lupa membawa perlengkapannya.


Sementara novi mandi, Justin membaringkan tubuhnya di atas bed sebelah kanan. Dia mengingat kembali kejadian yang mereka alami sebelum sampai di Kota B. Dia mengingat cara novi berkelahi dengan begal yang berbadan besar, ada senyuman kecil di wajahnya ketika mengingat novi yang memukul babak belur begal tersebut.


Tak lama novi keluar dari dalam kamar mandi, dia sudah menggunakan baju tidurnya. Wajahnya yang mulus dan natural membuat Justin menatap lama.


" Mas .. mas .. " Panggil novi yang melambaikan tangannya di wajah Justin.


" Yaaaa .... " Jawabnya gelagapan.


" Buruan mandi sana .. habis tuh tidur .. Ingat mas, jangan macam-macam ya terhadapku ". Novi memperingatkan Justin dengan jari telunjuknya.


Justin hanya tersenyum mendengar peringatan Novi lalu dia berjalan masuk ke kamar mandi.


Setelah dia selesai mandi, dan keluar dari kamar mandi dia melihat Novi yang sudah tertidur lelap di ranjangnya. Justin mendekati novi yang sedang tidur dan memandang wajahnya yang natural, sebuah senyuman terbit di bibir Justin lalu dia mencium kening novi.


" Selamat malam sayang ". ucapnya lalu berpindah ketempatnya.


*****


Besok paginya, mereka berdua siap-siap ke perusahaan XT untuk mengantar berkasnya langsung ke presdirnya. Sebelum pergi mereka sarapan pagi dulu dihotel karena janjian jam 10 pagi paling lambat untuk bertemu sedangkan sekarang sudah jam 8 pagi.

__ADS_1


Mereka berdua menikmati sarapan pagi mereka, banyak pengunjung hotel yang juga sarapan pagi. Banyak pasang mata wanita yang melirik ke arah Justin begitu juga dengan laki-laki lain yang melirik ke arah novi.


" Sarapanmu sudah selesai sayang ". Ucap Justin lalu mengelap mulut dengan tissu.


" Sudah mas, sebaiknya kita pergi karena sudah jam 9 lebih cepat urusan selesai kita bisa pulang " Imbuh novi yang baru meneguk jus buahnya.


" Ayo ".


*****


Perusahaan XT


Justin yang duduk di sofa lobby sembari menunggu Novi yang bertanya ke bagian Front Office perusahaan. Seperti sudah mengetahui kedatangan Novi, petugas front office mempersilahkan Novi naik ke lantai ke lantai 10 dan bertemu dengan sekretaris presdir.


" Mas, ayo kita naik ke atas ". Ucapnya yang menghampiri Justin.


Mereka berdua pun menuju lift dan menunggu sebentar sampai pintu lift terbuka. Seraya menunggu Justin yang melihat-lihat sekeliling perusahaan tanpa sengaja melihat sekilas seorang wanita yang dikenalnya.


Bukankah itu Vanya ? sedang apa dia disini. Pikir Justin yang masih melihat arah wanita itu.


" Mas ayo masuk " Ajak Novi yang melihat pintu lift terbuka.


" Iya iya .. " Jawabnya melihat novi lalu melihat sekilas lagi ke arah Vanya yang ternyata sudah menghilang.


Novi yang melihat Justin melamun, menegurnya " Ada apa mas, kenapa melamun ?"


" Tidak ada apa sayang " Bantahnya tersenyum.


Akhirnya mereka sampai di lantai 10, lalu segera menuju ruangan sekretaris presdir. Mereka dipersilahkan duduk diruang tunggu presdir sembari si sekretaris memberitahukan kedatangan Novi.


" Maaf, pak presdir hanya ingin bertemu dengan ibunya saja ". ucap sekretaris itu yang menunjuk Novi.


" Baiklah, mas tunggu disini yaa sebentar ". Ujarnya melihat Justin


Justin hanya menganggukan kepalanya saja tanda setuju, lalu Novi menuju keruangan presdir yang diantarkan oleh sekretaris tersebut.


Novi sudah ada di dalam ruangan dan sekretaris itu meninggalkannya bersama Presdir perusahaan XT dan satu orang seperti bodyguard.


" Selamat datang nona .. silahkan duduk ". Ucap Josh sang presdir yang duduk di kursi kerjanya.

__ADS_1


" Terima kasih ". Balas novi lalu duduk.


Josh berjalan ke arah sofa dan duduk di depan novi. " Langsung saja, Andin menyuruhmu untuk apa kesini ". Tukasnya yang mengamati Novi dari atas ke bawah.


" Saya membawa berkas ini untuk bapak tandatangani ". Novi menyerahkan berkas itu kepada Josh.


" Tanda tangan apa !". Serunya.


" Silahkan di baca pak, nanti bapak akan tahu ".


Josh mengambil berkas yang diserahkan kepadanya, dia membacanya sekilas lalu tertawa kepada Novi.


" Apa kau serius dengan apa yang kau bawa ini ". Josh menampilkan senyum meremehkan Novi.


" Menurut bapak ! ". Tanya balik Novi kepada Josh.


" Aku suka dengan caramu manis, begini saja kita lupakan dulu masalah berkas ini, mari kita minum sejenak ". Ajak Josh kepada Novi dan menuangkan minuman alkohol ke dalam gelas.


Novi hanya memperhatikan gerak gerik Josh, setelah dia menuangkan minuman itu dia secara tiba-tiba duduk di dekat Novi. Novi sudah bersiap-siap jika Josh melakukan kesalahan yang fatal terhadap dirinya.


" Minumlah " Perintah Josh yang memberikan gelas kepada Novi.


" Terima kasih, tapi saya tidak minum minuman beralkohol. " Tuturnya yang meletakkan gelas tersebut di meja. " Saya tidak punya waktu untuk ini, silahkan bapak tandatangan pada berkas itu ". Lanjut Novi.


" Jangan terburu-buru dulu manis, kau cantik sekali, kenapa andin mengutus orang cantik sepertimu ? ". Ucapnya yang melihat Novi dari atas ke bawah.


Walaupun risih ditatap seperti itu, tapi Novi berusaha tenang dan santai. " Terima kasih pujiannya ".


" Bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu " Ucap Josh dan tangannya menyentuh paha Novi.


Novi yang melihat tangan Josh menyentuhnya sudah hilang kesabaran, dia meraih tangan Josh dan mengunci tangannya cepat. Terdengar jeritan kesakitan dari mulut Josh. Saat itu bodyguard yang berjaga berlari ke tempat mereka duduk, Novi yang melihat bodyguard itu pun langsung melemparkan gelas tepat dikepalanya.


Novi membangunkan Josh dan mendorongnya menjauh, sementara bodyguard tadi maju lagi ke arah novi. Novi pun berkelahi dengan bodyguard tersebut hingga tendangannya tepat di kepala bodyguard itu membuat lawan jatuh ke lantai. Josh yang melihat anak buahnya jatuh, berusaha melawan Novi. Tak lama Josh pun jatuh.


" Cepat tanda tangan berkas itu, atau tanganmu ku patahkan sekarang juga. " Seru Novi yang kemudian melemparkan sebuah pulpen ke arah Josh.


" Baiklah, jangan patahkan tanganku ". Ucap josh yang kesakitan.


Sial, andin mengirim wanita mengerikan seperti ini, ahhh siaaallll ... gumam josh dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan diruangan lain Justin mendengar keributan yang asal suaranya dari dalam ruangan presdir. Tanpa meminta ijin lagi justin langsung berlari dan membuka pintu ruangan disusul oleh sekretaris yang bersamanya. Justin kaget karena ruangan itu sudah kacau balau, dia melihat 2 orang laki-laki yang kesakitan sedangkan Novi memasukan berkas ke dalam tasnya lalu berjalan ke arah Justin.


" Ayo Mas ". Ajak Novi untuk segera pergi dari ruangan tersebut.


__ADS_2