Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Persiapan Pernikahan ... #61


__ADS_3

Semenjak kasus Handoko tuntas, Novi kembali fokus mengurus pernikahannya dengan Justin. Walaupun persiapan pernikahannya sudah diatasi sebelum-sebelumnya tapi tetap saja ada beberapa hal yang harus dikerjakan. Seperti hari ini, desain untuk undangan pernikahan mereka sebenarnya sudah selesai diurus tapi Justin yang cerewet tidak suka dengan model undangannya terpaksa harus ganti lagi. Dia ingin undangannya terlihat mewah dan elegan seperti undangan-undangan anak pejabat kalau menikah.


" Ya ampun mas, kamu kok cerewet gini sih ! Udah fix loh hari itu undangannya tapi malah diubah lagi ". Gerutu Novi kepada Justin di dalam mobil.


" Bukan cerewet sayang tapi aku mau undangan pernikahan kita itu juga bagus ". Bantahnya tapi masih dengan nada normal.


" Iyaa .. tapikan kenapa gak sebelum undangan itu dibuat dikoreksi dulu mas, mas juga sih bilang terserah sama aku aja, ya aku pilih model undangan yang sederhana tapi bagus ".


" Kamu juga gak bilang dulu ke aku loh yank, kan salah kamu juga ". Tuduh Justin dalm debat mereka saat ini.


" Iiihhh ... ". Novi memukul lengan Justin karena kesal dituduh oleh pria yang bakal jadi suaminya itu. " Mas .. jangan boros deh, undangan mah gak usah bagus-bagus amat, toh selesai dibaca orang nda lama undangan itu dibuang ke tong sampah, mending undangannya dibuat yang sederhana aja sesuai dengan yang pertama ". Sambung Novi.


" Gak mau sayang, tenang aja kamu yank gak usah mikiran boros atau apalah, yang penting undangannya harus mewah dan elegan ". Justin tetap kekeh dengan pendapatnya.


Novi pun menyipitkan kedua matanya lalu mengalihkan wajahnya kearah luar jendela mobil. " Terserah mas aja, aku malas berdebat ". Kesalnya sambil melipat kedua tangannya didadanya.


Justin yang tahu bahwa Novi sudah kesal kepadanya kemudian mengambil tangan Novi untuk digenggamnya. " Sayang, jangan marah dong .. ya mas minta maaf yaa, kali ini aja mas ubah kesepakatan kita nanti urusan yang lain mas gak ganggu deh .. Janji ". Ucapnya penuh yakin.


Novi melirik kearahnya dan tak lama Novi membalas menggenggam tangan Justin. " Iya sudah gak usah dibahas lagi, undangannya juga sudah diganti sesuai keinginan mas, tapi janji loh ya mas jangan ubah-ubah lagi apa yang sudah aku, mama Diana dan mama Rena atur ".


Justin tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda setuju. Setelah selesai perdebatan mereka, kemudian melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju ke WO yang sudah janjian untuk ketemu. Mereka berdua sepakat untuk menggunakan jasa WO temannya Justin yang pernah mengurus perayaan ulangtahun Kayla waktu itu.

__ADS_1


Menempuh waktu 40 menit mereka sampai ditujuan mereka. Lalu tanpa menunggu lama Justin dan Novi pun masuk ketempat itu, seperti kantor yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga. Teman Justin yang melihat mereka datang langsung menyambut hangat kedua tamu tersebut, dan mempersilahkan Justin dan novi duduk.


" Sesuai permintaanmu Just, ini aku siapin draft untuk acara pernikahanmu nanti. Aku juga sudah bertemu dengan pihak dekorasi serta yang lainnya ".


Justin melihat draft yang diserahkan temannya itu lalu dengan teliti membacanya bersama Novi. " Aku suka nih sama konsep yang kalian buat, tapi boleh gak aku tambahin sedikit untuk dekorasinya". Pinta Novi kepada teman Justin.


" Silahkan, apa itu ". Sahutnya ramah.


" Hmm .. aku mau dibagian ini ditambahin warna bunga merah serta kuning, kalau putih aja menurutku agak kurang menarik tapi konsepnya bagus kok hanya itu aja ditambahin bunga warna merah dan kuning ". Sarannya yang menunjuk beberapa foto untuk konsep dekorasi pernikahan mereka.


" Boleh kok, aku akan meminta kepada pihak dekorasi untuk menambahkan bunga sesuai keinginanmu ". Tuturnya menyetujui permintaan Novi.


" Iya, mas setuju sayang ". Jawabnya tersenyum.


Setelah selesai bertemu dengan pihak WO, Novi dan Justin kemudian mencari tempat makan karena tak terasa waktu sudah pukul 1 siang. Novi yang ingin makan yang berkuah-kuah seperti bakso meminta kepada Justin untuk mencari rumah makan yang ada baksonya. Selang tak berapa lama, Justin melihat disebelah kirinya ada warung makan bergambar Bakso dan Mie Ayam. Dengan cepat Justin memutar balik arah menuju ke warung tersebut.


Sesampainya mereka disana, ada sebuah pemandangan yang membuat Novi tersentuh. Karena cuaca juga lagi mendung dan gerimis, Novi dan Justin segera masuk ke warung tersebut dengan berlari kecil.


" Mas, mau makan apa ? Samain dengan ku atau yang lain ?". Tanya Novi.


" Aku makan Mie ayam aja yank, aku cari tempat duduk dulu ya ". Ujarnya lalu melihat disekeliling mencari tempat yang kosong. Setelah dapat tempat yang kosong Justin melangkahkan kakinya menuju tempat tersebut. Sedangkan Novi memesan menu kepada sipenjual tersebut, kemudian dia menghampiri 3 orang anak kecil yang berteduh didekat warung. Pakaian mereka terlihat kusut dan sepertinya mereka habis mengamen.

__ADS_1


" Halo ". Sapa Novi ramah kepada 3 anak yang usianya mungkin antara 9-10 tahun.


" Halo juga bu ". Jawab salah satu dari mereka yang berjenis kelamin perempuan.


" Kalian sudah makan belum ?". Tanya Novi lagi.


Dengan serempak ketiga anak tersebut menggelengkan kepala mereka tanda belum makan sama sekali. Novi pun tambah dibuat tersentuh karena merasa kasihan. " Ayo sini ibu ajak makan disitu, mau gak ". Ajak Novi yang sambil menunjuk warung disamping mereka. Novi melihat ketiga anak itu seperti binggung dan segan kepadanya. " Gak apa-apa kok, ayo makan disitu sama ibu ". Sekali lagi Novi mengajak anak-anak tersebut.


Akhinya ketiga anak itu pun menyetujui ajakan Novi, dan mereka mengikuti langkah kaki Novi yang berjalan kewarung itu.


" Pak, pesan 3 porsi bakso lagi yaa ". Perintahnya kepada sipenjual lalu masuk kedalam dan menghampiri Justin yang sedang duduk sambil memainkan hpnya.


" Mas ". Ucapnya begitu sampai ditempat duduk.


Justin menoleh kearah suara dan merasa heran karena Novi datang bersama tiga anak kecil. " Sayang mereka siapa ?". Tanyanya.


" Oh tadi aku lihat mereka berteduh disamping mas jadi aku ajak aja makan sama kita disini ". Jawab tersenyum dan menyuruh anak-anak itu juga duduk.


Justin pun tersenyum ramah kepada tiga anak tersebut dan mengajak mereka mengobrol tentang kehidupan mereka. Justin dan Novi sangat tersentuh mendengar cerita dari mereka yang ternyata adalah saudara kandung, mereka terpaksa putus sekolah karena tidak mempunyai biaya dan harus membantu ibunya mencari biaya hidup mereka sehari-hari.


Novi pun berinisiatif membantu anak-anak tersebut dengan mengajak mereka bertiga mencari kebutuhan rumah mereka serta baju-baju yang pantas untuk mereka pakai setelah mereka semua selesai makan siang.

__ADS_1


__ADS_2