Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Lahiran 2


__ADS_3

Bersamaan Justin datang bersama Mama Rena, Gaby dan juga Kayla. Mereka datang membawa perlengkapan untuk Novi dan juga si bayi yang akan segera lahir.


"Mama." Kayla berteriak girang sambil mendekati mamanya yang masih duduk diatas ranjang."Ma, sebentar lagi adik Kayla lahir ya ma ?." Lanjutnya yang mencium perut Novi.


" Iya sayang. Kayla doain ya biar adik Kayla cepat lahir biar bisa ketemu sama kakaknya yang cantik ini. " Tutur Novi yang memegang kedua pipi Kayla dengan gemas.


"Siap, Ma."


"Kamu mau lahiran normal atau caesar, Nov ?." Timpal Mama Rena dari belakang Kayla.


"Aku milih normal aja, Ma. Biar cepat pulih juga."


"Bagus dong. Walaupun jarak antara Kayla dengan adenya 5 tahun, yang penting mental dan staminamu siap aja." Sahut Mama Rena memberi dukungan kepada anaknya yang akan melahirkan itu.


Novi tersenyum kecil menanggapi ucapan mamanya lalu beralih kepada Justin yang berdiri disampingnya tampak tidak tenang. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki tersebut yang membuat gelisah dan itu jelas terlihat dari raut wajahnya saat ini.


"Kamu kenapa, Mas ? Kok diam aja ?." Suara Novi membuyarkan lamunan Justin.

__ADS_1


Justin menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan agar dirinya sedikit tenang. Dia memang menginginkan anak tapi ini pengalaman pertamanya melihat orang yang dicintainya mengalami kontraksi mau melahirkan.


Saat kakak-kakak perempuannya dulu hamil dan mau melahirkan juga dia tidak pernah lihat seperti ini karena kesibukannya, dan sekarang ia mengalami sendiri.


"Gak. Gak apa, Sayang. Aku hanya khawatir aja melihat keadaanmu seperti ini." Ucapnya kemudian.


"Jangan khawatir, Mas. Aku gak apa kok walaupun sakitnya buat aku gak sanggup." Novi memberi jawaban agar suaminya itu tidak berlebihan kecemasannya.


"Tapi aku gak tega lihat kamu menahan rasa sakit seperti ini. Apalagi nanti saat melahirkan normal, Sayang."


"Demi anak kita Mas, aku kuat kok nahan rasa sakitnya. Asal kamu temanin aku terus ya."


"Mama Rena kok malah gitu sih, semangatin aku dong, Ma." Seru Justin yang sudah mulai malu kepada keluarga istrinya itu.


Mereka dalam ruangan tersebut tertawa bersama karena melihat salah tingkah Justin saat itu. Dan tak lama pintu ruangan Novi terbuka, dan masuk dua orang paruh baya menghampiri mereka.


"Ma, Pa. " Ucap Justin setelah melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Mereka saling berpelukan sebentar didalam ruangan tersebut, kemudian mengobrol satu sama lain terlebih Mama Diana memberikan semangat kepada menantu kesayangannya itu.


"Kamu harus kuat ya, Sayang. Lahiran normal ya ?."


"Iya Ma, aku lahiran normal aja dan sekarang sudah pembukaan 5. Ya walaupun kontraksinya luarbiasa." Jawabnya terkekeh kepada mama mertuanya.


"Nikmati aja ya, ya begitulah kita sebagai perempuan mengalami kesakitan saat melahirkan." Mama Diana memberikan ciuman di puncak kepala Novi lalu kembali lagi kepada Justin.


"Justin, saat waktunya lahiran kamu wajib nemanin Novi diruang bersalin. Mental kamu juga harus kuat, jangan kayak papa kamu waktu mama lahirin kakakmu si Lola, malah papamu pingsan karena melihat darah." Sindir Mama Diana kepada suaminya yang berdiri disamping Justin sambil tertawa.


"Tadi Mama Rena, malah sekarang Mama lagi yang raguin Justin." Sahutnya tidak terima diremehkan oleh kedua wanita paruh baya tersebut. " Tapi beneran, papa dulu pingsan Ma ?." Tanya Justin lagi sambil melirik kearah papanya yang sudah tertawa.


" Namanya pengalaman pertama, apalagi dulu papamu geli lihat darah, Just. Makanya waktu Lola lahir, kepalanya udah keluar eh papamu langsung pingsan." Jawab Mama Diana mengenang kejadian lucu dari suaminya itu.


Sementara mereka asyik mengobrol, Novi yang sudah berdiri dari tadi melakukan jalan-jalan kecil untuk mempercepat pembukaan jalan lahir bagi sang bayi fi dalam perut, kembali merasakan kontraksi pada perutnya dan kali ini rasa sakitnya beruntun sehingga membuat sesuatu seperti cairan keluar dan mengalir diantara kedua kaki.


Sambil meringis kesakitan, Novi memegang perutnya. Diriny merasakan bahwa si bayi akan keluar. Semua orang didalam ruangan tersebut pun panik dan Justin segera memanggil dokter serta perawat yang menanggani Novi sebelumnya.

__ADS_1


Tidak lama dokter dan dua orang perawat lainnya datang dan segera memindahkan Novi ke ruangan bersalin. Seperti dugaan Novi, ternyata pembukaan sudah mencapai siap lahir.


Justin pun menemani Novi didalam ruangan bersalin tersebut, membantu memberikan semangat kepada sang istri yang akan melahirkan anaknya itu. Semua persiapan sudah disiapkan oleh tim medis, dan tiba saatnya bagi Novi untuk melakukan proses persalinan secara normal yang dipandu oleh Dokter kandungan.


__ADS_2