Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Hamil ... #80


__ADS_3

Melly membulatkan matanya karena tidak memberitahu keluarga Novi kalau saat ini atasannya itu pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Karena dirinya panik hingga dia pun lupa menghubungi keluarga Novi.


" Astaga. Saya lupa Pak menghubungi keluarganya Ibu Novi. Sebentar saya menghubungi Pak Ikhsan dulu." Tuturnya sambil mengeluarkan hp nya dari saku celananya.


Karena Melly tidak mempunyai nomor telepon Justin makanya dia menghubungi Ikhsan agar melalui atasannya itu bisa memberitahukan kepada keluarga Novi.


"Halo Pak Ikhsan." Sapa Melly melalui hp nya.


"Ada apa Melly ?."


"Pak, Ibu Novi pingsan jadi kami membawanya ke rumah sakit yang dekat perusahaan. Bapak bisa hubungi keluarga Ibu Novi sekarang."


"Apa ! Novi pingsan ! Oke. aku hubungi Justin sekarang." Ucap Ikshan lalu mengakhiri panggilan telepon dari Melly dan menghubungi Justin untuk memmberitahunya.


*****


Justin sudah ada di rumah sakit sesuai dengan alamat yanh diberikan oleh Ikhsan ketika laki-laki itu meneleponnya. Setelah mendapat kabar dari Ikshan tanpa menunggu lama Justin langsung mendatangi rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Dia juga sebenarnya curiga jika keadaan istrinya tidak dalam keadaan baik apalagi dirinya sempat melihat wajah Novi yang pucat. Dengan langkah kaki yang cepat dia menelusuri rumah sakit mencari keberadaan istrinya itu. Dan kebetulan rumah sakit dimana Novi di rawat juga tempat bekerja kakak perempuannya Justin yang berprofesi sebagai Dokter.


" Justin." Tegur seorang wanita yang baru saja keluar dari salah satu ruangan di rumah sakit tersebut. Wanita yang merupakan kakak kandung Justin bernama Lola.


"Kak Lola. Dimana ruangannya Novi kak?". Tanyanya buru-buru.


"Santai aja dong bro. Novi ada diruangan sebelah situ. Ayo kita kesana."


Mereka berdua pun jalan sama-sama menuju ruangan Novi. Pintu ruangan terbuka dan masuklah Justin dan bersama kakaknya itu dan mendapati Novi yang sudah sadar dan sementara di periksa oleh Dokter, ada juga Melly disitu yang menemani Novi sedari tadi.


" Sayang. Kamu kenap bisa pingsan sih ?." Tanyanya kuatir sambil mendekati Novi di tempat tidur pasien.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok ? Dia sakit apa ?." Cerca Justin kepada Dokter yang memeriksa keadaan Novi.


Dokter perempuan yang bernama Wanda itu melepaskan stetoskopnya setelah selesai memeriksa tubuh Novi. Dokter Wanda tersenyum kepada Justin dan menyampaikan sesuatu yang akan membuat Justin bahagia.


"Keadaan Ibu Novi baik-baik saja pak. Ibu Novi hanya mengalami kelelahan yang disebabkan oleh sesuatu." Penjelasan dari Dokter Wanda yang menggantung membuat Justin penasaran dan menyanggahnya.

__ADS_1


" Sesuatu apa Dokter. Cepat katakan apa itu Dok ?." Sahutnya lagi penasaran.


Sekali lagi Dokter Wanda tersenyum kepada Novi dan Justin secara bergantian. " Selamat pak, ibu Novi saat ini hamil dan memasuki usia kandungan 3 minggu." Penuturan Dokter Wanda sempat membuat Justin terdiam dan tak lama muncul seulas senyuman bahagia dari wajahnya.


" Apa Dok ? Is-istri saya hamil ?." Tanyanya mengulangi dan lebih tepat memastikan apa yang diucapkan oleh Dokter tersebut.


" Iya pak. Saya sudah memeriksanya saat istri bapak dibawa ke IGD dan lebih memastikan pasien dibawa lagi ke ruangan saya untuk melihat lebih detail melalui USG." Imbuh Dokter Wanda menjelaskan kepada Justin.


Justin menoleh kepada Novi yang tampak diwajahnya ada kebahagiaan setelah mendengar penjelasan dari Dokter yang menyatakan dirinya hamil. Ternyata yang membuat dirinya mengalami kelelahan, pusing dan lemas ternyata ada janin yang tumbuh di dalam perutnya. Justin menciumi puncak kepala Novi berkali-kali tanda bahwa dirinya saat ini sangat bahagia.


" Selamat Justin. Ternyata cepat juga yaa bro." Lola meledek adik terakhirnya itu.


" Saya akan memberikan resep vitamin untuk ibu Novi agar tidak ngedrop lagi." Dokter Wanda Menimpali lalu beranjak pergi meninggalkan orang-orang disitu.


Bersamaan dengan kepergian Dokter Wanda, Melly yang sedari tadi menyimak penjelasan Dokter datang menghampiri Novi. " Selamat ya bu atas kehamilannya, saya turut bahagia." Ucapnya terdengar tulus.


"Terima kasih ya Mell, dan terima kasih juga karena sudah membawa ku ke rumah sakit. Maaf sudah merepotkanmu." Balas Novi tersenyum walaupun masih terlihat jelas wajahnya yang pucat.

__ADS_1


Selesai mengucapkan selamat, Melly berpamitan untuk pulang karena tugasnya sudah selesai membantu boss nya itu. Begitu juga dengan Lola, pamit untuk melanjutkan kembali tugasnya sebagai Dokter di rumah sakit tersebut.


Kepergian Lola dan Melly, menyisakan Novi dan Justin yanh masih diselimuti kebahagiaan yang tidak terduga itu. Justin tak henti-hentinya mencium kepala, pipi serta bibir Novi karena sangking senangnya dia akan segera memiliki anak dari wanita yang sangat dicintainya itu.


__ADS_2