
3 minggu kemudian ...
Sejak ketika Novi meminta bantuan kepada Melly untuk mencari informasi tentang seseorang kedekatan keduanya semakin akrab. Melly tetap setia melakukan tugasnya dan sampai akhirnya informasi yang terakhir disampaikan kepada Novi bahwa orang yang selama ini mereka selidiki sudah masuk dalam perangkap yang sudah direncanakan.
Mereka melakukan pertemuan disebuah restaurant yang sudah ditentukan. Pertemuan itu hanya ada Novi Melly dan seorang laki-laki yang bernama Handoko, orang yang selama ini Melly selidiki secara diam-diam. Handoko merupakan seorang penipu, dia banyal melakukan penipuan dengan modus menjual beberapa property perusahaan kepada kliennya. Dia selalu mencuri dokumen-dokumen perusahaan yang penting saat dia berpura-pura sebagai klien. Dan anehnya setiap melakukan pertemuan Handoko selalu meminta agar pertemuan itu dibuat rahasia dan dihadiri oleh dia dan juga calon targetnya alias hanya berdua.
Tapi kali ini karena Novi sudah mengumpulkan bukti-bukti serta perilaku dari Handoko tersebut, Novi tetap memaksa kepada Handoko untuk memperbolehkan Novi membawa Melly untuk bertemu dengannya. Akhirnya Handoko setuju atas permintaan Novi tersebut, dan ditempat inilah mereka bertiga bertemu disebuah restaurant yang sudah Novi tentukan. Novi juga meminta Justin dan beberapa rekannya untuk menyamar sebagai orang biasa yang berkunjung direstaurant itu juga agar bisa menangkap Handoko.
Novi dan Melly sudah menunggu Handoko dari tadi, dan tak berapa lama seorang laki-laki datang menghampiri mereka berdua. Laki-laki tersebut tak lain adalah orang yang mereka tunggu yaitu Handoko. Tanpa ada rasa malu, Handoko langsung duduk dan menyapa kedua wanita dihadapannya itu.
" Selamat siang ". Ucapnya dengan tersenyum penuh arti.
" Selamat siang juga pak Handoko. Apa kabar anda ?". Jawab Novi yang mengulurkan tangannya untul berjabat tangan dengan Handoko.
Handoko pun membalas menjabat tangan Novi dan kemudian berjabat tangan juga dengan Melly. " Wah, saya tidak menyangka akan bertemu dengan wanita-wanita yang cantik sepertu kalian berdua ". Puji Handoko yang melihat Novi dan Melly bergantian.
" Ah Pak Handoko bisa saja, tapi terima kasih atas pujiannya pak ". Kali ini Melly angkat bicara.
__ADS_1
Kalian berdua memang cantik, syukurlah kali ini targetku adalah dua wanita cantik tapi bodoh. Gumamnya sambil tersenyum licik. " Langsung saja, boleh saya lihat dulu dokumen yang kalian bawa untuk saya periksa ".
" Oh, boleh boleh pak, ini sudah saya siapkan pak dokumennya untuk bapak bisa lihat-lihat dulu siapa tahu pak Handoko tertarik untuk bekerja sama dengan kami ". Jawab Novi pura-pura ramah dan menyerahkan beberapa lembar dokumen ke tangan Handoko.
Handoko meraih dokumen tersebut dan memulai membaca-baca isi dari dokumen yang diserahkan oleh Novi. Sedangkan Novi dan Melly saling melirik satu sama lain, dokumen yang ada ditangan Handoko merupakan dokumen palsu yang sudah Novi rancang untuk menjebak Handoko. Sementara itu, seorang pelayan datang membawa pesanan mereka yang sudah dipesankan oleh Novi sebelumnya.
Sepertinya perusahaan ini bagus juga, semua isinya luarbiasa. Hahaha akhirnya aku mendapatkan target lagi, dokumen ini akan aku ambil saat ada kesempatan. Tunggu aku hartaku tersayang. Hahaha. Gumam Handoko lagi sambil membaca isi dokumen ditangannya.
" Diminum dulu pak, mumpung kopi bapak masih panas ". Tutur Melly mempersilahkan Handoko untuk minum kopinya.
" Terima kasih ". Ucap Handoko lalu mengambil kopinya dan meminumnya pelan-pelan karena masih panas. " Wah, kopi ini enak sekali, hati saya pun langsung senang apalagi saat membaca dokumen yang kalian bawa ". Sambungnya lagi dengan tertawa kecil.
" Karena saya tertarik dengan perusahaan kalian, saya setuju untuk kerjasama dengan kalian ".
Kena kau Handoko. " Syukurlah pak, kalau bapak mau bekerjasama dengan kami, kami merasa sangat beruntung sekali ". Ujar Novi yang tersenyum karena Handoko sudah masuk dalam perangkapnya tinggal menjalankan aksi yang terakhir.
" Saya yang beruntung sekali bisa bekerja sama dengan perusahaan kalian, saya jamin kerjasama kita akan saling menguntungkan satu sama lain ". Imbuhnya dengan senang hati.
__ADS_1
" Jadi kapan kita bisa menjalankan kerjasama kita pak ?". Novi bertanya kepada Handoko sambil memberi kode dengan Melly.
Melly pun beranjak dari duduknya dan berpamitan kepada Handoko untuk ke mobil berpura-pura mengambil dokumen lainnya. Setelah Melly pergi Handoko pun melanjutkan bicaranya. " Kalau bisa sekarang saja kita melakukan perjanjian kerjasamanya, lebih cepat lebih bagus kan ".
" Betul sekali pak, baiklah sementara kita menunggu asisten saya datang membawa berkas lainnya, saya ijin dulu ke toilet sebentar ya pak, gak apa-apa kan pak saya tinggal sebentar !". Novi beralasan untuk membiarkan Handoko menjalankan aksinya seperti biasa.
" Silahkan saja ". Jawabnya singkat kepada Novi. Lama-lama pun tidak apa-apa kok karena dengan begitu aku bisa mengambil dokumen ini ". Handoko menatap kepergian Novi yang menuju toilet. Tanpa menunggu lama Handoko pun segera mengambil dokumen yang dibawa oleh Novi dan mengambil dokumen-dokumen penting lainnya. Aksinya itu jelas saja dilihat oleh Melly yang mengintipnya dari luar restaurant. Bukan hanya Melly saja tetapi aksinya itu juga dilihat oleh tim Justin.
Setelah menyimpan dokumen itu kedalam tasnya, Handoko pun segera meninggalkan tempat itu, tetapi beberapa langkahnya terhenti saat seseorang menepuk pundaknya. Handoko pun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menghentikan dirinya untuk kabur. Seketika wajah Handoko berubah menjadi tegang saat tahu siapa orang tersebut, yang ternyata adalah Novi.
" Mau kemana pak kok terburu-buru sekali, Perjanjian kerjasama kita belum selesai loh pak ". Ujar Novi yang menarik salah satu sudut bibirnya.
" Saya ada urusan mendadak, jadi saya buru-buru, Permisi ". Handoko menjawab dengan gugup kemudian melanjutkan kembali langkahnya. Tetapi Novi tidak tinggal diam, saat 3 langkah Handoko menjauh darinya, Novi langsung menarik tangan Handoko kemudian memukul wajah Handoko dengan tangannya dan tak lupa Novi juga memberikan sebuah tendangannya tepat diperut Handoko. Handoko menjerit kesakitan, dirinya kaget karena wanita yang dianggapnya lemah ternyata memiliki keahlian bela diri.
Melly pun yang melihat aksi Novi pun terperangah, dia tidak tahu sisi ganas dari atasannya itu. Dia pun segera masuk kembali untuk menemui Novi dan Handoko yang sudah jatuh tersungkur kelantai. Justin dan tim pun bergegas menghampiri mereka dan segera menahan Handoko yang masih mengadu kesakitan, Pukulan dan tendangan yang Novi berikan cukup membuat laki-laki itu kesakitan.
" Kalian cepat bawa dia ke kantor sekarang, aku akan segera menyusul kesana ". perintah Justin kepada anggotanya.
__ADS_1
Handoko pun dibawa ke kantor polisi oleh 3 anggota Justin. Sedangkan Justin masih ingin mengobrol sebentar dengan kekasihnya itu.