Hanya Kau Yang Aku Cinta

Hanya Kau Yang Aku Cinta
Tidak bertemu ... #36


__ADS_3

Sudah seminggu ini Novi dan Justin tidak bertemu, karena kesibukkan Justin yang merajalela sehingga waktu untuk bertemu pun tidak ada.


" Mas Justin sibuk banget kayaknya, pesan ku gak dibalas ". Ucapnya pada diri sendiri.


Andin yang melihat Novi melamun, menegurnya. " Ada apa ? Masih belum bertemu juga dengan Justin ".


" Iya mbak ". Jawabnya singkat.


" Sudahlah gak usah dipikirkan, mungkin banyak pekerjaannya yang mesti diselesaikan, apalagi katamu seminggu lagi dia akan pendidikan kan ".


" Iyaa sih mbak, mungkin aja seperti itu ".


" Untunk itu, mbak ingin mengajakmu ke mall, kita hilangkan penat bekerja seharian ini dengan mencuci mata di Mall ". Ajak andin yang sudah berdiri dan mengambil tasnya.


" Baiklah mbak ".


Lalu Novi mengikuti langkak kaki Andin yang keluar dari ruangan Andin. Mereka menggunakan mobil masing-masing menuju Mall.


Setiba mereka berdua disana, Andin langsung mengajak Novi menuju Toko Tas branded di Mall tersebut. Andin termasuk orang yang pecinta tas, segala macam bentuk tas dan merek branded sudah dia miliki. Andin yang sudah akrab dengan karyawan di toko tas tersebut disambut hangat oleh mereka.


" Haii say, lama gak kesini, kami punya barang baru looohhh ". Sapa Manager Toko tersebut.


" Haiii, maaf aku belakangan ini sibuk banget, mana barangnya awas loh gak sesuai dengan harapanku ". Jawab Andin yang lebay.


" Ini pasti cocok sama dirimu, ayo sini ". ajak manager itu lagi.


Andin mengikuti temannya tersebut begitu juga dengan Novi mengikuti dari belakang Andin.


" Ini loh say .. gimana bagus gak ". Ucap Manager tersebut yang mengeluarkan sebuah tas berwarna merah maroon.


" Woow, ini bagus say aku suka dengan warnanya yang tidak mencolok ". Sambut Andin yang mengambil Tas tersebut.


Sementara Andin dan Manager toko mengobrol soal tas, Novi melihat-lihat disekeliling toko banyak bentuk tas di toko ini mulai harga yang rendah sampai tinggi. Asyik melihat tas, mata Novi tertuju sama Tas kecil yang berwarna hitam metalik, terpajang dalam lemari kaca. Melihat tas tersebut Novi langsung jatuh cinta dengannya, lalu Novi meminta karyawan lain untuk mengeluarkan tas tersebut.


Tas kecil itu sudah ada dihadapannya, dia melihat-lihat dulu tas tersebut lalu memakainya untuk memastikan bahwa tas itu cocok dengannya. Dia menghadap ke cermin besar untuk memperlihatkan dirinya sendiri. Andin yang sudah selesai dengan urusannya menghampiri Novi yang sementara mencoba tas kecil itu.


" Tasnya bagus Nov, cocok denganmu elegan gitulah ". Tutur Andin yang memperhatika. Novi.


" Serius mbak ? aku juga pertama lihat langsung jatuh hati sama tas ini ". Ucapnya yang masih melihat dirinya dicermin.

__ADS_1


" Kalau suka ya ambil aja, dari pada nanti nyesel ".


" Iya sih mbak, tapi ....... ". Omongan Novi dipotong oleh Andin.


" Gak ada tapi tapi, sini tasnya ". Potong Andin lalu mengambil tas itu dari tangan Novi.


Andin berjalan ke arah kasir agar sekalian dibayar, Novi yang melihatnya mencegat langkah Andin.


" Mbak mau apa ".


" Mau bayarin sekalian punya mbak juga ".


" Gak usah mbak, aku bisa bayar sendiri kok ".


" Gak apa, anggap aja sebagai hadiah untukmu yang sudah bekerja dengan baik untuk ku ". ucap Andin yang tersenyum.


" Tapi mbak ..... "


" Sssstttt ... diam aja disitu gak usah dibantah lagi ". Ujar Andin yang menyuruh Novi diam.


Novi yang melihat kelakuan bos nya hanya menghembuskan nafas kasar dan pasrah. Andin terlalu baik untuknya sampai membelikan tas yang harga 80juta untuknya.


Justin yang disibukkan dengan menumpuknya pekerjaannya membuatnya mengabaikan beberapa panggilan serta pesan di hpnya termasuk pesan dari Novi. Apalagi minggu depan dia sudah pendidikan di kota B.


" Lelah sekali ". Ucapnya yang bersandar dikursi kerjanya.


" Istirahat dulu pak, tinggal beberapa laporan lagi akan selesai ". Jawab ajudab Justin yang ikut membantu pekerjaannya.


Justin memejamkan matanya sebentar lalu meraih hpnya yang dia letakkan di meja. Ada 30 kali panggilan dari orang termasuk panggilan dari Vanya, dia scroll lagi ke bawah tidak ada panggilan dari Novi. Justin kembali ke nomor telepon Vanya lalu menghubunginya, ada 3 kali berbunyi lalu diangkat oleh Vanya.


" Halo Just ". terdengar suara Vanya menjawab.


" Halo Vanya ". balas Justin


" Kamu sibuk ya, aku hubungi dari tadi gak diangkat olehmu ".


" Iya, aku harus menyelesaikan pekerjaanku disini sebelum pendidikan Van ". Jawab Justin sambil memijat pangkal hidungnya.


" Maaf kalau begitu sudah mengganggumu, aku sudah gak sabar untuk bertemu denganmu Just ".

__ADS_1


" Bersabarlah sedikit ya, kita akan bertemu kok ". Tutur Justin.


" Baiklah, kalau begitu lanjutkanlah pekerjaanmu lagi, maaf sudah mengganggu ".


" Oke, bye Vanya ".


Justin mengakhiri panggilannya dan membuka hpnya lagi melihat pesan masuk. Banyak sekali pesan masuk, dari siapa saja ini, ahk kebanyakan dari mama, Jordy, pak Wisnu, mbak Andin, pak Batara dan Novi. Apa, Novi mengirim 5 pesan untukku. Benak Justin.


Justin membuka 5 pesan dari Novi kepadanya, ada yang dari tanggal kemarin dan hari ini.


" Kenapa aku bodoh sekali gak perhatikannya ". Ucap Justin yang segera membuka pesan dari Novi.


" Mas, kayla rindu padamu ".


" Kayla menanyakanmu terusan mas ".


" Masih sibuk mas ?".


" Mas Justin, apa tidak bisa kita bertemu sebentar ? ".


" Aku tadi meneleponmu barusan, sibuk banget ya mas .. Aku kangen kamu mas ".


Justin membaca semua pesan dari Novi, dia merasa bersalah karena mengabaikannya. Dengan cepat Justin langsung menelepon Novi.


" Halo ". Sapa Novi Duluan.


" Sayang, maafkan aku karena baru melihat pesanmu ". Balas Justin yang merasa bersalah.


" Tidak apa mas ". Jawabnya singkat.


" Jangan marah ya, aku benar-benar gak memperhatikan hp ku lagi sayang ".


" Aku pikir mas sudah melupakan ku dan Kayla ".


" Jangan berpikiran seperti itu ya, sebentar malam aku akan kerumahmu ".


" Asal mas Justin gak sibuk aja ".


" Gak, ya sudah sampai ketemu nanti malam ya ". Ucapnya terakhir sebelum mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Novi menutup panggilannya cepat tanpa pamit, membuat perasaan Justin tambah bersalah kepadanya.


__ADS_2