Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 11:Perundingan Berakhir Tugas


__ADS_3

Sang raja masih belum mengungkapkan dengan jelas apa yang dia beritahukan,kaisar dan sri paus mendesaknya untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Katakan pada kami semuanya tanpa merahasiakan sesuatu!" Kata kaisar itu


Raja itu langsung menenangkan mereka dan mencoba untuk mengatakan segalanya dengan perlahan.


"Sebenarnya aku pernah melihat pangeran itu dalam kondisi yang sangat buruk"


"Seperti apa?,jelaskan pada kami"


"Saat aku ingin pulang sesudah aku mengutarakan perintaan maafku pada sage agung,aku sempat berbicara pada para pemimpin pasukan dari tiga negara,lalu aku melihat empat pengawal yang menemani pangeran itu dibawa terbang dan dijatuhkan ke kerumunan pasukan kepangeranan itu"


"Jadi setelah itu si pangeran itu hanya sendirj berhadapan dengan Sage Alviers dan banyak orang lainya di ruang tahta itu" kata paus


Sang kaisar pun mengerti sekarang,mungkin sang pangeran itu di intimidasi.


"Apa dia di intimidasi oleh Sage Alviers?" Tanya kaisar


Raja pun menggeleng gelengbdan berkata "jika di intimidasi dia pasti akan sangat ketakutan dan mentalnya akan rusak,namun saat itu aku melihat tatapan kebencian dari dirinya"


"Kebencian ya,mungkin ada satu hal yang bisa membuat seseorang seperti itu" kata sri paus mengetahui sesuatu


"Aku tahu maksudmu,mungkin dia menerima penghinaan terbesar dalam hidupnya,yah kau tahu bukan,mungkin dia mengatakan sesuatu yang lebih buruk pada utusanya dari pada hinaan yang ku katakan,sehingga dia melaporkanya pada sang sage"


Kaisar pun menepuk dahinya dengan tanganya dan menghela nafas,sedangkan sri paus hanya diam menyayangkan tidakan bodoh pangeran itu.


Semua pengawal dari tiga pemimpin negara itu hanya terdiam mendengar penjelasan dari raja kerajaan Norvins,mereka terkadang berbisik dan menggumam tentang apa yang tiga orang itu bicarakan.


"Dia ingin membalas dendam,tapi menurutku itu percuma,aku ingin lihat apa yang dia persiapkan sehingga bisa percaya diri membalas dendam kepada sage agung"


Kaisar itu mengangguk dan berkata "yang paling membuatku penasaran adalah kekuatan dari sage Alviers,aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri"

__ADS_1


Sri paus itu memegang jenggotnya dengan jempol dan telunjuknya,sepertinya sri paus sepemikiran dengan kaisar itu.


"Kalau ingin melihat langsung maka ikut saja ke perbatasan dan memasang mata lebar lebar untuk melihatnya" saran raja


"Kalau begitu aku akan ikut bersama anda sri paus,aku akan melihat kekuatanya dari jauh dengan mataku sendiri"


Sri paus hanya menganggukndan tersenyum.


Setelah mereka selesai bicara,kaisar dan sri paus itu pulang ke ibukota mereka.


Beralih ke Alviers yang duduk di ruang rapat,delapan petinggi klan muncul dan membicarakan tentang pangeran narsis yang hendak melakukan serangan menuju negara Arcatia.


"Yang mulia,mata mata kita yang tersebar di perbatasan negara kita dan kepangeranan melihat pangeran itu mengerahkan 5.000 pasukan elitnya,mereka berencana menyerang kota Vassal kita" kata Vasnela menyampaikan laporanya


"Mata mata kita juga melaporkan ribuan penyihir tingkat tinggi yang ia rekrut dari berbagai penjuru kerajaanya" kata pria berkumis.


Alviers pun tersenyum,dia mengapresiasi mata mata dari organisasi yang dibentuk oleh klan.


"Mata dari semua anggota Dark Shade sangat tajam,mereka bisa melihat serangga lemah itu menyiapkan sesuatu yang percuma"


"Aku hanya ingin menghukum sampah itu saja,menurutku dia tak cocok untuk memimpin sebuah negara,apa kalian tak bisa menemukan penggantinya?" Tanya Alviers


Mereka pun diam dan memikirkan suatu cara untuk melengserkan sampah rendahan itu dengan orang yang lebih baik,namun mereka tak tahu itu siapa.


Wanita berambut merah yang berpakaian elegan itu melebarkan kipas lipatnya dan sepertinya dia hendak memberitahukan sesuatu pada Alviers.


"Yang mulia,kudengar dari rumor,bahwa pangeran itu sedang berselisih dengan kakak laki lakinya yang menguasai sebuah tanah di timur laut kepangeranan,dan kakaknya bebeda 180 derajat dengan sampah rendahan itu"


"Nona Enclair sang telinga ilahi memang hebat,jadi dia orang baik ya,sangat cocok menjadi tipe pemimpin negara yang dicintai oleh rakyatnya" kata seorang wanita yang terlihat ramah


"Kata wanita sok imut ini benar yang mulia sage,bukankah kita bisa menggunakanya untuk pengganti dari sampah rendahan itu" kata pria bertampang preman itu

__ADS_1


Wanita ramah itu berubah wajah dan penampilanya seperti wanita suram.


"Kalau begitu jadikan dia menjadi pemimpin baru kepangeranan Blumard,bantu dia dengan kekuatan militer dan penyihir kita" perintah Alviers


Delapan orang itu saling menatap dan melirik orang yang ada didekatnya,di situasi sunyi itu ada seorang pria berdiri dan terlihat bersedia melakukan perintah Alviers.


"Saya akan melakukan tugas ini yang mulia" kata pria bertampang preman itu


Wanita elegan berambut merah itu tertawa kecil,dia membuat pria bertampang preman itu menjadi tersinggung.


"Apa maksudmu dengan tertawa seperti itu?,apa ada yang lucu?" Tanya pria bertampang preman itu dengan ekspresi sedikit marah


"Tuan Brunvos sang kilat,aku khawatir jika mereka tak akan terbujuk dengan kata katamu meskipun kau merangkai kata yang menarik dan persuasif sekalipun"


Mendengar perkataan dari wanita berambut merah itu,pria bernama Brunvos itu bertanya sambil mengeluarkan nada yang agak tinggi.


"Kenapa bisa seperti itu!"


"Karena wajahmu yang seram akan membuat mereka takut dan pasti mereka tak akan percaya padamu"


Brunvos pun mengepalkan tangan dan dan melihat ke wanita berambut merah itu,dia tidak mengeluarkan suara keras dan membuat keributan karena ada ketua klan mereka.


"Aku akan mengurusmu nanti nenek tua"


Mendengar itu wanita berambut merah itu tersinggung,semua irang pun menahan tawa,wanita itu pun mengalihkan kemarahanya dan berdiri,ia sepertinya ingin sekali melaksanakan perintah yang diberikan oleh Alviers.


"Akan ku urus nanti dasar landak,sekarang aku akan melakukan tugas dari ketua klan,karena aku yang cocok dengan tugas ini"


"Jika begitu lakukan yang terbaik,setelah berhasil membujuknya,kalian harus membuat pemberontakan yang dilakukan oleh kakak pangeran sampah itu berhasil"


"Siap yang mulia" kata delapan orang itu serentak

__ADS_1


Delapan orang itu pun pergi,Vasnela menghela nafas tak tahan dengan tingkah laku mereka,kemudian Vasnela pergi bersama Alveirs menuju ke tempat dimana putrinya berada.


Alveirs selalu bermain bersama putrinya setiap ada waktu,dan terkadang Alveirs hanya berdua bersama Vasnela di ruangan tertentu.


__ADS_2