Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 40:Sebuah Fragmen


__ADS_3

"Aku kesini untuk membantumu mencari relikmu"


Duke Vitzer sedikit senang saat dia dibantu oleh orang terkuat di benua manusia,namun dia masih tak yakin jika Alviers itu tulus membantunya.


"Aku bersedia membanting namun aku perlu tahu dulu alasanmu mencari relik itu?"


Duke Vitzer menceritakan segalanya yang ia tahu.


"Sage agung,relik itu milik nenek moyangku,dan relik itu pernah menjadi penyebab huru hara di kekaisaran puluhan tahun lalu"


Alviers pun tertarik dan menyuruh duke bercerita lebih lanjut.


"Itu karena keluargaku berjuang mati matian melindungi relik itu dari kaisar terdahulu yang mencoba merebutnya"


"Leluhurku berkata kalau kristal itu disembunyikan di wilayah terpencil di selatan kekaisaran"


Maka dari itu kau bent


Caseia yang mendengarkannya di belakang Alviers membisikinya sesuatu,dan Alviers bertanya pada duke


"Seperti apa wujud relik itu?"


"Relik itu berwujud batu kristal berwarna ungu seukuran botol kaca,dan terukir lingkaran simbol rune yang aneh di batu itu"


Caseia yang mendengarkannya itu bersemangat.


Dia segera menyuruh satu manusia bayangan itu pergi ke desa suku Govars untuk mencari relik itu.


Alviers pun berpamitan mencari relik dan memberi duke itu sebuah cincin emas bertahtakan safir.


"Ini hadiah dariku untukmu duke,pakai di jarimu"


Alviers mengatakan itu sambil memegang tangan duke,lalu menaruh cincin ditangan duke.


"Terima kasih yang mulia"


Alviers berteleportasi ke desa Govars,dia kembali disambut oleh semua prajurit disana.


Caseia segera memanggil semua Shadow Minnion nya dan meletakkan senua yang mereka ambil.


Semua prajurit itu terkejut dan mundur dengan berteriak ketakutan melihat Shadow Minnion muncul dengan membawa emas dan permata.


"Kalian jangan takut"


Caseia pun bermuka datar,dia merasa kesal karena Shadow Minnion itu mengambil emas dan batu permata.

__ADS_1


Caseia menjelaskan ke Shadow Minnion itu bahwa dia ingin relik di mansion itu.


Alviers hanya menghela nafas.


Caseia menyuruh Shadow Minnion mengembalikan semua yang mereka bawa dari mansion.


Sambil menunggu mereka kembali,Caseia mengeluarkan lebih banyak Shadow Minnion untuk menyebar mencari relik.


Shadow Minnion menyebar dengan cepat,semua prajurit itu masih waspada dan menghindari kontak dengan manusia bayangan itu.


Mereka tahu jika mereka keluar dari bayangan Alviers yang berdiri di dekat cahaya lampu lentera.


Alviers masuk ke tenda dan beristirahat sambil berbincang bincang,Caseia yang tak sabar menunggu itu pergi dan mencarinya dengan kekuatan kegelapanya.


Setelah tidur lama,dirinya semakin kuat,Caseia si dari spirit menggunakan deteksi domain kegelapan.


Dia menajamkan mata dan melihat ada tiga puluh Shadow Minnion nya berada di satu lingkaran yang mencakup desa Govars.


Caseia tak melihat tanda merah yang merupakan targetnya,dia membuat kesimpulan bahwa peliknya tak ada di suku Govars,mungkin di wilayah suku lainya ataupun di luar suku.


Alviers pun berkomunikasi lewat tempati jika dia akan pulang,Caseia mengiyakanya dan terus mencari di wilayah suku lain.


Beralih ke Alviers,sebelum dia berteleportasi, Shadow Minnion itu kembali dan membawa sebuah peti kecil.


"Apa mereka kembali dengan membawa relik dari mansion duke?"


Semua manusia bayangan itu menyerahkan peti kayu itu ke Alviers.


Alviers membelah gembok itu dengan sihir angin,dia membuka perlahan lahan kotak itu dan melihat sesuatu yang tak terduga.


Terdapat sebuah kristal yang ditaruh di bantal kecil yang disisipkan ke peti itu.


Terdapat sebuah kristal yang sama dengan Apa yang duke Vitzer sebutkan,Alviers tak menyangka jika benda yang dicari selama ini berada di rumahnya sendiri.


Batu kristal berwarna ungu dan lingkaran rune berwarna merah terdapat di dalam kotak itu.


"Sangat indah,aku akan menggunakan appraisal eye untuk melihat benda ini"


Mata Alviers bercahaya melihat kristal itu,dia pun akhirnya tersenyum dan mengetahui informasi tentang relik itu.


"Kegilaan,sungguh kegilaan,kristal ini bukan relik,tapi wadah penyegelan"


Alviers memanggil Caseia lewat telepati,dia mengatakan bahwa dia menemukan peliknya.


Belum selesai Alviers memutus telepati itu,Caseia sudah ada di sampingnya dan melihat batu kristal itu.

__ADS_1


"Indah sekali" kata Caseia.


Tangan Caseia spontan ingin menyentuh batu kristal itu,namun Alviers dengan cepat meletakkan batu kristal itu ke penyimpanan dimensi.


Caseia marah,dia berteriak kepada Alviers,meskipun dia berteriak,namun yang mendengar suaranya hanya Alviers.


Alviers melambai ke prajurit Arcatia dan berteleportasi ke pastinya.


Caseia yang dari tadi berada dalam wujud spiritnya,sekarang dia berwujud manusia,dia mencengkeram jubah Alviers dan memaksa untuk mengeluarkan batu kristal.


Alviers melepaskan tangan Caseia dan duduk,dia pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Caseia,kau akan menyentuh dan melihatnya saja,tapi kau tak boleh memilikinya karena itu milik orang,dan yang kedua sangat berbahaya"


"Jika begitu jelaskan sekarang,kenapa aku tak boleh memilikinya,dan juga apa maksudmu batu tadi berbahaya"


Alviers pun menjelaskan yang sebenarnya mengenai batu itu,mulai kebenaran dari batu itu hingga hal sebenarnya yang ada didalam batu itu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Alviers,Caseia terkejut.


"Jadi!,didalam kristal itu terdapat aura iblis kuno yang tersegel"


Alviers pun mengangguk dan berkata "batu itu adalah wadah penyegelan yang didalamnya terdapat fragmen"


"Sebuah fragmen?"


"Ya,fragmen terakhir dari tubuh iblis kuno yang ada di suatu tempat di benua iblis"


Caseia pun langsung bersemangat,dia menempel ke Alviers dan membujuknya untuk meletakkan fragmen terakhir itu ke tubuh iblis kuno.


"Dasar gila!,jika kau meletakkan fragmen terakhir di tubuh iblis kuno,maka dia akan bangkit"


Caseia pun berdiri,dia menyombongkan diri dengan perkataannya.


"Hmph!,Aku adalah dari spirit kuno yang kuat,sang ratu bayangan Caseia,iblis kuno bukanlah suatu masalah besar untuk ditangani"


Alviers pun melarangnya,dan menyuruhnya ikut apa yang dia rencanakan.


"Aku akan membangkitkanya,tapi tak sekarang,dan tunggu saja nanti setelah beberapa urusanku selesai"


"Kenapa harus menunggu!!" Teriak Caseia


"Tunggulah,setelah waktunya tiba kau akan membangkitkan iblis kuno itu dan mengendalikanya"


Caseia semakin bersemangat dan tak sabar untuk menantikan dan melihat sesuatu yang seru dan menakjubkan.

__ADS_1


"Aku akan menunggunya jila begitu"


Caseia masuk kembali kedalam tubuh Alviers dan kini Alviers bisa bernafas lega.


__ADS_2