
Alviers mengajak putri kecilnya berkeliling istana,bahkan mereka juga berkeliling kota dengan menyamar.
Alviers pun menyenangkan putrinya dengan membelikan barang yang dia inginkan.
Mereka berkeliling kesana kemari hingga Orvina itu bosan dan ingin kembali ke kastil.
Kebetulan Alviers terlupakan satu hal,setelah kembali,dia akan mengumpulkan petingginya.
Saat mereka berdua sudah pulang dengan portal yang tersambung dengan kamar putrinya.
Alviers pun memberitahu Orvina untuk berbagi dengan kakaknya.
Dia juga mengatakan pada putrinya jika ada kesibukannyang harus dikerjakan setelah ini.
"Putri kecilku,berbagilah dengan kakakmu dan bermainlah bersamanya,ayahmu akan pergi untuk melakukan kesibukan setelah ini
Tanpa mengatakan apapun dmematuhi perkataan ayahnya dengan mengangguk ke Alviers
Alviers mengecupnya dan menurunkan dia ke tanah,Orvina pun membuka pintu kamarnya dan keluar.
Dengan membawa semua barang di kantong dimensi,dia menuju kamar kakaknya untuk bermain bersama
Sedangkan Alviers berteleportasi ke ruang tahta dan memanggil semua petingginya kemari dengan telepati.iers
Setelah menunggu lama delapan orang itu datang.
Mereka semua berlutut daan memberi salam pada Alviers.
"Salam yang mulia"
Alviers menyuruh mereka berdiri dan mengatakan tujuan memanggil delapan orang itu.
"Kalian semua,alu lupa untuk memberitahu kalian sesuatu"
Delapan orang itu berusaha mendengarkan Alviers dengan saksama agar mengerti apa yang Alviers katakan.
Alviers pun menjelaskan tentang kultus yang menjadi kaki tangan dari keluarga misterius,mereka mengorbankan banyak orang untuk kekuatan.
Mereka semua diberi misi untuk mengawasi keluarga Dimitryos.
Dan siapapun yang menerimanya Alviers akan sangat berterima kasih dengan memberi mereka imbalan.
Pria bertampang preman itu lagi lagi ingin mencobanya lagi setelah misi sebelumnya direbut oleh Enclair dan Gorvina yang diperintahkan untuk membantai pasukan milik Drincus.
"Apakah kau bersedia?" Tanya Alviers ke pria berwajah preman itu.
"Aku bers..."
"Biar aku saja yang melalukanya"
Pria berkumis itu menyela dan merebut misi yang diberikan Alviers dari pria berwajah preman itu.
__ADS_1
"Kau Bertmann?,apa kau bersedia?"
Pria berkumis itu mengangguk dan bersedia.
Alviers pun menyerahkan pada dirinya untuk misi yang dia perintahkan.
Pria berwajah preman itu marah dan menatap pria paruh baya berkumis melengkung ke atas itu.
Alviers pun memenangkan pria bertampang preman dengan berkata "Jika begitu aku akan punya misi untukmu,pergilah ke pedagang budak yang paling terkenal di kota Nogfarde"
"Dan cari informasi tentang teman teman pedagang budaknya yang lain,setelah kau menemukannya,seret mereka semua kesini"
Pria bertampang preman itu bertanya pada Alviers.
"Apa aku tidak boleh membunuhnya tuan?"
Alviers pun menjawab "kau tak boleh membunuhnya karena ada seseorang yang akan membunuhnya"
Semua orang itu penasaran siapa yang akan membunuhnya,mereka berpikir jika Alviers yang akan membunuh mereka.
"Kalau bisa,buatlah kegemparan dengan menyelamatkan semua budaknya agar dia memanggil teman temanya,bahkan memanggil keluarga Dimitryos itu sendiri"
Dua orang itu pergi dan semua orang disana bubar undur diri.
Pria berkumis itu menuju ke markasnya dan menyuruh beberapa ahli dalam penyamaran untuk menyusup.
Segera saja dia mengutus bawahan sekaligus penerusnya untuk datang kepadanya.
"Aku sudah datang tuanku" seorang pria berambut hitam putih datang dan menghadap pria berkumis itu.
"Sekarang kau aku butuhkan untuk menyusup ke suatu tempat dan mengawasi suatu kelompok rahasia"
Bertmann pun memberitahu detail tentang keluarga Dimitryos itu,pria muda itu terkejut mendengar informasi yang baru saja dia dengar.
Bertmann memegang dua bahu pria muda itu dan menyuruhnya berdiri.
Bertmann menatap pria muda itu lalu berkata dwngan serius "sekarang,aku minta kau bangkit..,Lodgas The Shapeshifter"
Pria muda itu berdiri dan menetapkan tubuhnya.
"Bantu aku menuntaskan misi dari sage agung kita,dan pencapaianmu akan sangat tinggi setelah tugas ini selesai" kata Bertmann dengan suara pelan
Pria muda itu menunduk dan mematuhinya,dengan tersenyum Bertmann menepuk bahu Lodgas dua kali dan membalikkan badanya.
Bertman menyuruhnya pergi sekarang juga,pria itu pun pergi tanpa berbalik ke belakang,Bertman pun menuju jendela dan setelah beberapa saat,Lodgas menaiki kudanya dan pergi.
Setelah dia pergi,Bertman duduk di kursi dan tersenyum bahagia.
Pria berambut preman itu pun menyuruh bawahannya juga,sekelompok pria yang rencananya akan menyamar menjadi pasukan bayaran yang akan dipekerjakan oleh pedagang budak.
Mereka diberangkatkan dari markas mereka dan menunggangi kuda ke kota yang disebutkan oleh tuan mereka.
__ADS_1
Alviers sudah mengunci dua target mereka,dia sudah mengirim bawahannya untuk mengawasi mereka sambil mencari informasi.
Sementara itu,di ibukota Arcatia,terdapat banyak sekali gerombolan orang yang membawa tas dan kantong besar masuk ke ibukota.
Mereka menuju ke tanah rerumputan luas di kota,semua orang yang melihat gerombolan orang itu terkejut dan memberi jalan untuk mereka.
Saat mereka sampai di tanah rerumputan luas itu,hendaknya sudah tak ada lagi.
Seorang penyihir itu memberitahu pada Alviers soal gerombolan orang itu,dan dia pergi terbang bersama kedua putrinya yang juga ingin melihat.
Alviers pun terbang ke tanah rerumputan itu,dibelakangnya terdapat dua putrinya yang menaiki sebuah barrier yang diterbangkan oleh Alviers.
Mereka semua yang ada di tanah rerumputan itu diterpa oleh angin,saat mereka membuka mata mereka,terlihat ada Alviers di atas.
"Sage agung!!"
"Sage agung telah tiba!!"
Gerombolan itu mengangkatnya dua tanganya.
Saat melihat wajah mereka,Alviers tahu jika mereka adalah budak budak yang dia bebaskan,mereka terlihat membawa banyak orang baru,dan diantara mereka banyak yang membawa keluarga mereka kesini.
Para penduduk asli kota itu melihat dari jauh dan ikut bersorak.
Mereka juga mengetahui siapa orang orang itu saat mereka berhenti di tanah berumput itu.
Dua putri Alviers yang ada di samping kananya itu hanya diam karena takjub melihat gerombolan besar itu.
Alviers pun bernafas dan berkata "wahai kalian para menusia yang bersatu dalam kelompok besar!!"
"Katakan tujuan kalian kemari!!"
Semua orang di gerombolan itu mendengar suara Alviers yang keras itu,dan ada tiga belas orang muncul dari kerumunan itu.
Mereka berlutut dan seorang pria tua di paling depan itu hendak mengatakan sesuatu.
"Sage agung yang penuh kebaikan,kami membawa kerabat,teman dan keluarga kami dari kampung halaman kami"
"Kita semua berjalan jauh dengan kelompok besar bersenjata,membawa semua barang kami dan menuju ke tanah ini"
Alviers pun kagum atas gerombolan orang orang biasa itu yang bertekad berjalan jauh ke tanahnya.
"Aku kagum dengan keberanian kalian semua,dengan berjalan jauh membawa harta kalian,sekarang langsung ke intinya saja dan katakan tujuan kalian"
"Kami hanya meminta satu hal pada anda"
"Kami meminta pada anda untuk mengizinkan kami membangun pemukiman di tanah ini untuk kehidupan baru kami"
Alviers pun tersenyum lebar dengan perasaan bahagia,kedua putrinya itu melihat ayahnya dalam ekspresi kebahagiaan.
Alviers pun memberi jawaban atas keinginan mereka.
__ADS_1
"Permintaan kalian aku kabulkan!!!"
Semua orang itu bersorak dengan suara yang keras sehingga membuat seisi kota mendengar suara mereka bahkan dari jarak jauh.