Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 6:Pembicaraan Disertai Rasa Gugup


__ADS_3

Mereka semua ketakutan melihat wajah pangeran yang penuh dengan kebencian


"Aku sudah merendah untuk meminta maaf,namun mereka menjatuhkan harga diriku,mereka membuat aku menjadi pecundang!!!,amu akan ingat penghinaan ini dan akan membalasnya"


"Apa yang membuatmu seperti ini,apa mungkin kau jadi begini karena kau mengatakan hinaan pada dutusan sage?"


"Diam kau bajingan!!,ini bukan urusanmu!!,pulanglah ke istanamu" kata pangeran itu menutup nutupi


Setelah mengatakan itu,dia pun cepat cepat masuk ke kereta kudanya dan pergi meninggalkan lembah besar dengan mengingat ingat kejadian yang terjadi di istana,ia pu memikiki sebuah ide untuk balas dendam.


Raja yang melihat kepergian musuhnya dari jauh itu,berpamitan kepada dua pasukan dari dua negara lainya untuk pulang menuju ke arah yang berlawanan.


Sekarang tinggal pasukan kekaisaran dan ordo monasteri dari kepausan yang bersama sama menunggu dua orang itu kembali.


Sementara itu,ksatria kekaisaran dan uskup dark kepausan menikmati teh dengan bersantai,Arneia dan Orneia yang kembali ke ruangan itu menyuruh mereka untuk pergi ke ruang tahta.


"Kalian berdua ikut aku,kita akan menuju ruang tahta,urusan raja dengan raja dan pangeran pecundang itu selesai"


Mereka yang dalam keadaan menyeruput teh langsung tersedak mendengar Orneia mengucapkan hal itu.


Mereka sebenarnya tak ingin menemui Alviers,namun mereka terpaksa dan memasuki ruang tahta itu bersama pengawal mereka.


Dua orang itu bersama pengawal mereka menghadap Alviers dan dilihat oleh banyak anggota penting klan.


beberapa pasang mata semua orang yang hadir disana menatap mereka berdua.


Ksatria dan uskup itu bisa menenangkan dirinya dan mulai berbicara.


"Saya Bolton,ksatria dari kekaisaran Reisnald,menghadap sage yang agung"


"Saya adalah uskup dari kepausan,nama saya adalah Corsius"


Mereka berdua mengenalkan diri mereka sendiri dengan menunduk kepada Alviers

__ADS_1


Sontak melihat dua orang itu,pengawal ksatria dan uskup itu juga ikut menunduk menghormati Alviers.


"Angkat kepala kalian,aku tak menyangka bahwa kekaisaran dan juga kepausan akan mengirim kalian berdua kemari" kata Alviers ramah


Cara pandang mereka berdua terhadap Alviers pun berbeda setelah keramahan yang ditunjukkan,ini berbeda saat pertama kali mereka melihat Alviers yang menakutkan.


"Maafkan aku sudah menakuti kalian tadi,aku sungguh tak tahu jika kalian bersama pihak kerajaan dan kepangeranan"


Mendengar perkataan Alviers mereka berdua menunduk lagi dan tidak mempermasalahkanya.


Ksatria itu juga berterimakasih atas keramah tamahan dari Alviers yang sudah memberinya kudapan dan teh yang enak.


"Jadi,apa tujuan kalian berdua  datang kemari,apa kaisar dan sri paus punya sesuatu hal yang perlu dibicarakan denganku?"


Mendengar itu mereka semua pun bergetar,mereka datang berdasarkan perintah dari kaisar dan paus untuk menyerahkan hadiah untuk memberi selamat pendirian negara baru namun mereka tak menyangka sage yang mereka takuti akan mengatakan itu.


Itu seolah olah sage agung dihadapan mereka terlihat sejajar atau lebih rendah dengan laisar dan paus,padahal dua orang itu takut akan sage di depan mereka.


"Sage agung,kami disini hanya untuk memberi hadiah atas berdirinya negara baru anda,dan kami harap kita bisa berhubungan lebih erat" kata ksatria itu.


Alviers sengaja mengatakan itu untuk membuat mereka berdua gugup,setelah mereka berdua mengatakan itu,pengawal mereka mengambil peti besar dan diletakkan didepan


"Aku melihat ketulusan kalian,padahal jika ingin membentuk hubungan tak perlu membawa emas atau apapun,cukup bicara saja padaku secara pribadi dengan pemimpin kalian di tempat yang bagus sembari memakan kudapan"


Mereka makin gugup,tubuh mereka bergetar dan mereka berkeringat dingin setelah mendengar sage yang sengaja merendah itu,mereka tahu jika sage didepanya itu bisa menghancurkan satu negara dengan dua naga putih itu,namun sage itu sengaja merendah dan menyejajarkan diri dengan kaisar dan paus.


Semua orang yang hadir diruangan itu tersenyum menikmati melihat beberapa orang yang gugup dengan perkataan pemimpin klan mereka.


"Karena kalian mempersembahkan hadiah ini untukku,maka aku akan memberi hadiah untuk kaisar dan paus"


Alviers memanggil dua orang penyihir dengan membawa sebuah harta,disitu mereka semua melihat,sebuah tongkat emas dengan hiasan beberapa mutiara dan kristal ungu,juga gelang emas yang terdapat lima batu merah di gelang itu.


"Berikan tongkat emas ini untuk sri paus,dan gelang ini untuk kaisar"

__ADS_1


Mereka berdua menerima harta itu,dan mereka sedikit merasakan mana di kedua benda itu.


"Jaga benda itu di perjalanan,benda itu untuk kaisar dan paus,jangan kalian sembunyikan lalu digunakan sendiri oleh kalian"


Mereka hanya mengangguk angguk mengerti.


"Kalau begitu,aku akan mengirim kalian kembali"


Setelah mengatakan itu,di ujung dua jari Alviers terdapat cahaya putih,lalu muncul sebuah portal sihir yang maju mendekati mereka.


Seketika dua orang itu bersama pengawalnya berpindah di lembah,mereka melihat sekitar dengan terkejut.


Lalu prajurit kekaisaran dan ordo monasteri dari kepausan pun melihat keberadaan mereka dan berlari menuju mereka.


"Tuan Bolton!,apakah anda baik baik saja?" Kata prajurit itu


"Aku baik baik saja,dan mari kita pulang,ada hadiah dari sage agung yang hatus kuserahkan pada kaisar"


Prajurit itu melihat harta yang ditunjukan oleh bolton,mata mereka berbinar binar melihatnya dari dekat


Sementara itu salah satu prajurit monasteri itu melihat uskup mereka dalam kondisi baik


"Uskup,kau baik baik saja rupanya,aku takut kau akan bernasib sama dengan pangeran pecundang itu"


Mereka berdua penasaran dengan nasib pangeran itu,dan prajurit itu tadi menjelaskan semuanya yang ia lihat tadi.


Mendengar itu mereka merasa beruntung bahwa Alviers bersikap ramah pada mereka,bolton itu menjelaskan pada mereka semua perlakuan Alviers pada mereka.


"Sage agung itu sepertinya bisa ramah juga ya,berbeda dari apa yang diceritakan oleh raja itu," kata bawahan Bolton


"Mungkin itu tergantung dari apa yang kau perbuat kepadanya,jika kau menghinanya dia akan marah,dan jika kau baik padanya,maka dia akan baik pada kalian,hanya itu saja" ucap uskup itu


Dua pasukan itu akhirnya berpisah ke negaranya masing masing,mereka pulang dengan bertanggung kawab melindungi dan mengamankan harta yang diberikan oleh sang sage agung.

__ADS_1


Mereka juga harus membasahi mulut mereka lagi dengan air agar tenggorokan mereka tak bemasalah saat menjelaskan apa yang mereka alami tadi kepada pemimpin mereka.


__ADS_2