Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 35:Penawaran


__ADS_3

Lima kepala suku itu berpesta sebelum besok mereka menyerang kekaisaran,mereka minum wine dengan hati senang.


Tiba tiba terdapat guncangan yang mereka rasakan,mereka mulai panik.


Seketika seorang pria masuk ke ruang makan itu,dia dengan nafas berat memberitahu Gunther jika ada burung besar diluar desa.


Semua pemanah suku itu berjaga jaga di tembok,sedangkan wanita dan anak anak masuk ke rumah,laki laki desa mengambil senjata dan zirah chainmail serta memakai kulit serigala.


Mereka sudah bersiap,mereka semua adalah petarung desa yang terlatih,sekarang mereka berbaris,didepan mereka ada gerbang desa.


Gunther dan empat kepala suku itu menuju ke gerbang bersama anak anak mereka,mereka naik ke gerbang desa dan melihat burung besar yang dikatakan oleh salah satu petarungnya.


Lima kepala suku itu melihat enam orang wanita meletakkan peti di depan mereka,enam wanita itu memakai pakaian merah dan dibelakang mereka ada dua burung raksasa.


Rupanya harem Alviers dari Majestical Bride diutus dengan cepat.


"Siapa pemimpin desa ini!,kami ingin bertemu!" Teriak salah satu wanita itu


Gunther pun balik berteriak


"Aku adalah kepala suku didesa ini,apa maumu dengan datang kesini membawa monster besar itu?" Tanya Gunther


"Kami disini membawa penawaran untuk kalian,karena kalian adalah desa yang paling dekat dengan kota di kekaisaran,maka kami akan memulai dengan desa ini terlebih dahulu"


Gunther melihat ke arah empat kepala suku lainya,dia pun terus berbicara pada wanita itu.


"Katakan apa yang kau tawarkan pada kami!"


Salah satu wanita itu senyum dan berkata dengan nada tinggi.


"Aku..,tidak,kami akan memberi kalian kekuatan besar,coba kemari dan lihat apa yang aku bawa,mungkin kalian tertarik"


Gunther dan empat kepala suku itu turun ke bawah dengan empat orang petarung,dan di tembok, pemanah pun bersiap siap.


Lima kepala suku itu maju dengan penuh kewaspadaan,wanita itu menyuruh mereka membukanya.


Gunther menyuruh empat petarungnya maju dan membuka sementara lima kepala suku itu mundur selangkah.


Setelah dibuka dengan cepat dengan mata mereka yang tertutup,mereka pun membuka matanya perlahan lahan dan melihat sesuatu yang bagus.


"Oooh!,lihat ini"

__ADS_1


"Barang yang bagus sekali!"


Gunther maju dan mendorong petarungnya kesamping dan melihat pedang berkualitas tingg dan chainmail dari mithril,Gunther juga melihat senjata dan barang bagus lainya.


"Ini sungguh indah,hahaha!,aku ingin ini!" Kata Gunther memegang chainmail dari mithril itu.


Dia berbalik kebelakang dan menyuruh pemanah untuk berhenti membidik.


Setelah melihat Gunther berbalik dan memegang chainmail itu,mereka maju dan berkerumun di peti itu dan melihat barang bagus serta beberapa batu mulia dan bijih besi kualitas tinggi untuk menempa senjata.


Mereka berepat berebutan sedangkan Gunther menciumi chainmail yang dia ambil


Enam wanita itu tertawa pelan melihat reaksi mereka,dan wanita yang dari tadi berbicara didepan mereka.


Gunther pun senang dan menciumi chainmail itu,dia pun tersadar dan bertanya pada wanita didepanya.


"Siapa kalian ini sebenarnya?,jelaskan pada kami" pinta Gunther


"Kami berasal dari Arcatia Sagedom,dan kami ingin berbicara lebih lanjut tentang penawaran yang kami bawa" jawab wanita itu


Mendengar kata Sagedom,ketua suku Pruvas itu menyadari sesuatu,dia pun gemetaran dan matanya terbelalak ke para wanita itu.


"Apa kalian adalah bawahan sage agung itu?" Tanya Pruvas sambil menunjuk wanita didepanya


Mereka tahu tentang sage agung yang membawa dua naga putih itu untuk mengancam dua negara,mereka pun tak menyangka jika mereka ber enam adalah bawahan sage agung itu.


"Benar sekali,dan sekarang,apa bisa kita bahas tentang tawaran kami,kalian sudah mengambil barang kami bukan"


Lima kepala suku mengangguk


"Itu berarti kalian tertarik dengan apa yang kami bawa"


Gunther mengantar enam orang itu ke sebuah ruangan,semua pelayan harus menyuguhi lima wanita itu sementara lima kepala suku sedang berbicara dengan wanita yang menjadi juru bicara.


Mereka berenam menuju ruang pertemuan dengan membawa dua peti tadi,empat petarung suku itu meletakkan dua peti itu di dekat meja dan menyuruh empat orang itu untuk berjaga di luar.


"Sekarang kita bisa bicara nona" kata Gunther mempersilahkan.


"Baiklah,namaku adalah Orvietta,sebelum aku menjelaskan tentang penawaranya,kalian bisa terima ataupun kalian tolak tawaranku,dan kami menerima keputusan kalian tanpa paksaan"


Lima kepala suku itu mengangguk mendengarkan ucapanya,mereka juga mengira ngira apa yang akan ditawarkan oleh bawahan dari sage agung.

__ADS_1


"Sage agung ingin tiga belas kuku barbar yang mendiami hutan besar Bruvins,bermigrasi ke lembah besar Phyrine dan menetap disana selamanya"


Mata lima kepala suku itu melotot mendengar pernyataan yang diberikan oleh Orvietta


"Tiga belas suku?" Kata Pruvas


Orvietta hanya mengangguk.


Lima kepala suku tadi saling menatap dan menyiruh Orvietta untuk melanjutkan.


"Negara kami baru berdiri dan berkembang,meskipun populasi kami banyak,namun masih kurang,sage agung berencana untuk membangun beberapa kota untuk ditempati oleh tiga belas suku"


Mereka menyimak perkataan dari Orvietta dan memikirkanya.


"Jika kalian semua pindah,maka kalian dihitung sebagai warga negara Arcatia dan menerima hak yang sama dengan semua orang lain"


"Dan juga,kami tak mempermasalahkan adat dan tradisi kalian,lalu kalian bebas membangun apa pun di tanah yang akan menjadi kota tempat kalian tinggal,tentunya akan didanai oleh sage agung"


Mereka sedikit tertarik sekarang,dan dilihat dari apa yang mereka bawa,lalu mendapat hak yang sama dengan semua orang,mereka pastinya mereka akan untung.


"Ah,aku lupa sesuatu,pihak negara Arcatia akan mengawal semua penduduk desa ke lembah besar Phyrine dengan aman"


Lima suku itu mulai mengira ngira dan mempertimbangkan keputusan yang akan mereka pilih,seketika Orvietta mengatakan sesuatu.


"Semua yang aku katakan akan terwujud jika kalian melakukanya,dan hanya ada satu syarat"


"Apa itu?" Kata lima orang itu serentak


"Patuh terhadap hukum negara,hanya itu saja"


Mereka meminta waktu ke Orvietta untuk berunding,lima orang itu berkumpul di dekat tembok dan berdiskusi,sedangkan Orvietta meminum wine dan makan sup ayam.


Setelah beberapa lama setelah mereka berunding,mereka duduk dan mengatakan satu masalah yang mereka punya kepada Orvietta.


"Kami setuju saja untuk bermigrasi,namun mungkin diantara semua orang di desa kami,ada yang menolak untuk ikut"


Orvietta pun menyuruh mereka mengatakan apa yang sudah dia katakan kepada semua penduduk desa.


"Sebaiknya empat orang ini kembali ke desanya masing masing dan membujuk semua penduduk desanya" kata Orvina


Didalam hati,empat ketua suku itu terkejut,mereka tersenyum dan menyuruh Orvietta untuk menunggu lalu pergi.

__ADS_1


Orvina menemui lima wanita rekanya di ruang tamu untuk berbicara sembari menunggu keputusan lima suku itu.


__ADS_2