Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 59:Kebaikan Alviers


__ADS_3

Alviers menenangkan gerombolan besar itu dan melanjutkan perkataannya.


"Kalian semua tidak hanya di izinkan untuk membangun pemukiman,aku juga mengizinkan kalian jadi warga negaraku Arcatia."


Semua orang itu bersemangat dan bersedia menjadi warga kota itu.


Sepertinya niat Alviers sudah ditebak,dia ingin membangun satu kota lagi untuk mereka.


"Kalian semua boleh memilih lokasi yang kalian inginkan di lembah!!"


"Jika kalian sudah memilihnya,aku akan membangun satu lagi kota baru untuk kalian!!"


Semua orang di gerombolan itu berterimakasih dengan berlutut,penduduk asli ibukota itu pun bertepuk tangan melihat mereka telah mendapat kebaikan dari sage agung.


Mereka semua diantar oleh seorang pria penyihir yang merupakan salah satu anggota Chaos Servant,Alviers membuka portal teleportasi dan pria itu menuntun semua orang orang itu ke lembah yang luas.


Semua orang itu melihat beberapa kota dari jauh setelah semua dari  mereka berpindah di lembah luas itu.


Pria itu pun memperkenalkan namanya sebelum memandu dan membimbing mereka.


"Kalian semua!!,perkenalkan!!,namaku adalah Gatref,aku disini untuk memandu dan membimbing kalian"


Pria itu mengeraskan suaranya karena dia berada didepan gerombolan besar yang berbaris memanjang dari kanan ke kiri.


"Kalian lihat disana" kata pria itu sambil menunjuk kota yang ditinggali sembilan suku


"Mereka adalah sembilan dari tiga belas kuku barbar di selatan kekaisaran,mereka diajak bermigrasi oleh sang sage sendiri"


"Sage agung membuatkan mereka kota,sekarang giliran kalian untuk dibuatkan kota"


Semua orang terdiam membayangkanseperti apa perawakan orang orang dari suku barbar itu.


Mungkin setelah kota mereka selesai,mereka akan membangun hubungan antar kota.


"Kalian akan kuneritahu meskipun klan Synore kami sudah berubah menjadi negara Arcatia"


"Tapi kami masih mempertahankan tradisi seperti pengaturan hierarki dalam suatu kelompok"


Setelah mereka mendengar itu,mereka tak perduli ada di tingkatan mana,yang paling penting mereka bisa tinggal disini.


"Biar aku jelaskan pada kalian hierarki bintang logam"

__ADS_1


Pria itu menjelaskan penjelasan tentang hierarki bintang logan yang sudah diperbaharui,dia menjelaskan mulai anggota dari bintang emas hingga bintang perunggu.


"Kalian berada dalam hierarki tingkat kedua yakni bintang perak,karena kalian termasuk Vassal yang mengabdi kepada pusat"


"Yang dimaksud dengan pusat itu tak lain dan tak bukan adalah ibukota negara..,kediaman besar klan Synore"


Mereka dari tadi mendengar dengan saksama,sekarang mereka bersiap untuk memilih wilayah.


"Kalian bisa pilih wilayah mana saja untuk kota yang kalian bangun,terserah kalian ingin membangun kota kalian di perbatasan,atau di tengah tengah"


"Tapi yang pasti,jangan bangun kota di utara,wilayah utara adalah wilayah klan"


Mereka pun mengerti,dan tanpa basa basi mereka memilih tanah yang mereka pijak untuk lokasi kota mereka.


Mereka menandai wilayah yang mereka pijak dengan bebatuan yang disusun seperti lingkaran,mereka menumpuk batu itu hingga seperti menara batu pendek.


Alviers pun memberikan tiga tenda besarnya untuk didirikan untuk semua orang.


Pasukan Arcatia juga dikerahkan untuk berjaga dengan orang orang bersenjata di kelompok besar itu.


Seorang penyihir membuka gerbang teleportasi dan menyuruh kakek tua itu bersama dua belas pria masuk.


Saat mereka masuk,mereka melihat ruang tahta,tiga belas orang itu terkagum dengan interior dan luas ruangan itu.


Dan Gatref selaku pemandu mereka yang ada di sisi kanan Alviers memberitahu bahwa tiga belas itu adalah pemimpin dari kelompok besar.


"Sage agung kami menghadap padamu" kata kakek itu


Tiga belas orang itu berlutut,Alviers menyuruh mereka bangkit dan Alviers menyuruh mereka memperkenalkan diri.


"Namaku adalah Vitigers,kepala desa sekaligus pemimpin sebuah klan kecil di barat kerajaan"


"Klan?,apa nama kalian dan klan seperti apa kalian" tanya Alviers


Kakek tua itu mengatur nafas sebentar dan berbicara mengenalkan kosnya pada Alviers.


"Klanku bernama Howners,klan kami hanya bermarkas di desa terpencil,pekerjaan kami berburu dan menjual senjata yang kami buat"


Alviers itu sedikit terkejut dan berkata "jadi kalian memiliki keahlian yang sama dengan suku barbar itu"


Kakek itu hanya diam dan tak bertanya,kakek itu mendapat informasi dari Alviers tentang suku barbar yang juga ahli dalam hal pandai besi.

__ADS_1


Alviers pun bertanya lagi pada kakek itu  sambil menunjuk ke dua belas orang itu.


"Lalu mereka semua siapa?"


Kakek itu menoleh ke belakang dan melihat dua belas orang itu,lalu dia kembali melihat Alviers dan mulai menjelaskan.


"Eem..,orang disamping kananku adalah putraku"


"Lalu mereka semua adalah adalah pemimpin dari beberapa kelompok kecil yang ikut dengan kami,mereka terdiri dari pengembara,pedagang dan juga beberapa kepala desa yang desanya sangat miskin"


Alviers merasa iba mendengar hal itu dia memanggil diantara mereka yang merupakan kepala desa miskin.


Muncul empat orang dengan pakaian yang lusuh lagi berwarna gelap.


Alviers memberi mereka sekantong koin emas, ukuran sedang,Alviers menyuruhnya menggunakan uang itu untuk membagi bagikan pada orang orangnya masing masing lima koin emas.


Empat orang itu berlutut dan berterimakasih,sedangkan yang lainya hanya bisa melotot,melihat mereka mendapat banyak sekali yang.


"Gunakan untuk kepentingan bersama,jika ada sisa,simpan saja,jangan sampai dicuri atau digunakan untuk kepentingan pribadi" kata Alviers memperingatkan mereka.


Mereka semua paham dan orang orang dibelakang empat kepala desa itu tersenyum karena mereka juga kebagian koin emas.


Alviers menyuruh mereka kembali ke tenda sambil memberitahu mereka sesuatu.


"Sekarang masih siang,kalian bagi bagikan uang itu dan berbelanja ke kota terdekat,dan besok baru kota kalian akan dibangun"


Mereka menunduk kepada Alviers dan berbalik pulang dengan portal perpindahan.


Setelah portal itu ditutup,Serena pun memuji dan merayu Alviers.


"Seperti biasa anda sangat hebat tuanku,andalah dermawan bagi mereka"


"Ayahku dermawan!!" Teriak Orvina


Gorvina mengelus kepala adiknya dan berkata "semoga dengan kebaikan ayah,mereka bisa hidup lebih baik lagi,mereka selalu menerima penderitaan selama ini"


Serena itu mencubit pipi Gorvina dan berkata "kau terlalu melankolis putri perak,namu aku bisa memahami perasaanmu"


"Putri perak?" Tanya Gorvina


"Bukankah karena rambut mu kau dipanggil putri perak" jawab Serena

__ADS_1


Wajah Gorvina pun terlihat bahagia,ia menyentuh dan melihat rambutbperaknyabyang panjang.


"Putri perak ya,aku suka nama itu"


__ADS_2