Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 64:Kekejaman Alviers


__ADS_3

Semua pasukan itu bangkit dan memegangi telinga mereka,lalu mereka mundur hingga menyemtuh tembok karena ketakutan.


Termasuk para elit dan pimpinan tertinggi Shadewings yang menjauh dari Alviers dengan gemeraran.


Sri paus itu meminta ksatria pengawalnya minggir dan berbicara dengan Alviers dengan damai dan suara pelan.


"Sage agung,aku mohon beritahu aku,kanapa anda sangat marah"


"Alviers pun tertawa pelan dan berkata "kenapa tanya aku,tanyai saja prajurit yang menjadi saksi itu"


"Aku hanya mendengar bawahan setiaku yang mengadu padaku"


Mendengar itu raja kerajaan Norvins  itu takut dan trauma,karena dia pernah mencari masalah dan bawahannya mengadu pada Alviers.


"Pasti ada orang bodoh yang mencari gara gara dengan bawahan sage agung"


Kaisar dan Arinfred itu bisa mendengar gumaman raja dengan jelas.


Kaisar itu melihat pria pemanah yang tak sadarkan diri itu dan ketakutan karena dia berasal dari kekaisaran.


Sri paus itu menghadap prajurit dan berkata "Apa ada seseorang yang bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan masalah terkait pria yang terbaring tak sadar itu"


Sri paus berkata seperti itu dengan menunjuk elit pemanah itu dibelakangnya,lalu seorang laki laki muda pun bersedia memberitahunya.


Dia mendekati sri paus dan membisiki semua yang dia ketahui saat peristiwa di kota Nogfarde.


Sri paus bermuka marah sekaligus muram,setelah mendengar semuanya,dia menatap pria bajingan itu dan berkata "cabut lencana dan penghargaannya dan keluarkan dia dari Shadewings"


Para elit serta tiga penguasa negara itu ingin tahu apa yang dilakukan bajingan itu.


Tapi mereka tetap ditempat mereka dan tak berani menuju Sri paus untuk bertanya.


Setelah semua lencanayan dicabut,mereka menyeret pria itu ke Alviers.


Alviers pun menyadarkan pria itu dan menyembuhkanya"


Semua orang heran kenapa sage agung melakukan itu,lalu pria itu bangun dan berdiri,dia pun melihat sage agung dengan kebencian dan berbalik untuk pergi.


Alviers pun berkomunikasi dengan Caseia untuk tujuan sesuatu.


"Caseia,aku memihak kekyatanmu sebentar" kata Alviers dalam hati


Caseia dalam bentuk spirit itu keluar dan berkata "baiklah,aku pinjaman,aku ingin lihat apa yang ingin kau kakukan dengan kekuatanku"


Alviers pun tersenyum dan berkata dengan keras.


"Apa kau bisa pergi seenaknya tanpa meminta maaf atau menebus kesalahanmu"


Pria itu berbalik dengan wajah kebencian yang terlihat dan berkata "sage agung,aku salah jadi maafkan aku"


Alviers hanya tertawa pelan melihat bajingan itu.


Kaisar itu menghampiri pria bajingan itu dan berkata "bajingan kau,berlututlah ke sage agung"


Kaisar itu memukul kepalanya dan melemparinya ke hadapan Alviers.

__ADS_1


"Kau mempermalukan keluargamu!!,dan yang paling parah,kau mepermalukan kundan kekaisaran!!"


Pria itu pun marah dengan berkata "Kaisar,kenapa kau berani padaku,kau tahu jika keluargaku adalah keluarga penyihir terkuat di seluruh kekaisaran!:


"Aku bisa mengirim pesan pada ayahku untuk mengoposisi kekaisaran,kau hanya pria berotot yang lemah!!"


Kaisar itu tersulut amarah namun dia tak berani.


Alviers menatap ke kaisar dan bertanya "dimana lokasi kediaman keluarganya?" Tanya Alviers


"Keluarganya menguasai kota di perbatasan bernama kota Archal"


"Kota itu punya patung penyihir besar di karenanya,dan kota itu tak jauh dari sini"


Alviers pun bernafas dan berteriak memanggil


"Arneiaa!!,Orneiaa!!"


Dua naga putih muncul dari balik hutan dan terbang mengambang di atas dengan mengepalkan sayap besarnya.


Lutut mereka semua gemetaran dan mereka terjatuh dan terduduk sambil mendongak keatas dengan wajah ketakutan.


"Apa perintahmu tuan"


Alviers pun menyerahkan bola merah sihir proyeksi pada dua naga itu dan berkata "pergi dan cari kota yang terdapat patung penyihir besar dan hancurkan Istana di kota itu"


Arneia dan Orneia terbang pergi,dan pria bajingan itu ketakutan.


Mereka semua melihat sage agung mengeluarkan bola merah yang mengambang di udara,mereka tahu jika itu sihir proyeksi yang pernah mereka lihat di ibukota.


"Sage agung hendak mempertontonkan kehancuran keluarga itu kepada kita"


"Kini bajingan itu akan berakhir"


Para elit dan prajurit itu berbisik satu sama lain dengan suara pelan.


Mereka yakin sage agung tak bisa mendengarnya karena jarak mereka jauh dari Alviers


Alviers pun tersenyum sambil menginjak kepala pria bajingan itu dengan berkata "siapkanmatamu untuk kehancuran keluargamu"


"Tindakanku mungkin kejam,namun bagi orang orang yang tertindas oleh kekuatan mereka,aku akan dikenal oleh mereka sebagai pahlawan"


Semua orang ketakutan mata mereka melihat Alviers yang mengeluarkan aura hitam mengintimidasi.


"Pria bajingan,kau pasti sudah menindas banyak orang dan berpura pura baik,kini aku datang sebagai karmamu"


Semua orang merasa kasihan dengan pria itu,meskipun pria itu bajingan,tapi dia dijatuhakan kedalam keputus asaan oleh sage agung.


Sosok sage agung yang selalu mereka dengar dari mulut ke mulut itu sekarang  jelas terlihat oleh mata mereka.


"Berani berani beraninya kau  menghalangi bawahan setiaku dan mengina perintah mutlak dariku sebagai kebodohan"


Sekarang mereka katu alasan kenapa sage agung marah,mereka semua bertambah kasihan karena dia salah lawan.


Tiba tiba bola merah itu mengeluarkan projeksi.

__ADS_1


Mereka semua pun melihat ke arah projeksi itu.


Alviers melepaskan kakinya dati menginjak kepala bajingan itu dan memengang tengkuknya untuk melihat ke arah sihir projeksi itu.


Mereka perlahan lahan melihat dua naga yang terbang dan dihadang oleh banyak penyihir di udara.


Pria bajingan itu melihat ayahnya bersama pasukan penyihir elitnya.


"Ayaah!!!"


Mereka semua tak tahu apa yang terjadi setelah melihat projeksi itu.


Mereka semua melihat barrier perlindungan dipasang,dan terdapat banyak lingkaran sihir di barrier itu yang dapat mengeluarkan sihir bola api raksasa.


"Hahaha!!,mereka semua terlindungi!!,tak ada yang mati"


Alviers tersenyum dan berteriak "hancurkan saja mereka hingga tak tersisa!!!"


Setelah teriakan itu,mereka semua melihat projeksi itu.


Mereka melihat naga itu mengangguk dan membuka mulut mengeluarkan dragon beam yang membuat barrier berlubang besar.


Segera saja dua naga itu merusak barrier dan menembakkan beam mereka ke istana.


Mata mereka terbuka lebar,dan dengan keadaan menganga yang tak terlalu lebar.


Mereka terdiam melihat sihir projeksi yang menampilkan kehancuran besar dari istana itu.


Pria bajingan itu menangis dan berteriak.


Alviers dengan kemarahan itu mengeluarkan sulur bayangannuntuk menusuk perutnya.


Sulur bayangan itu menusuk tubuh pria itu dan mengangkatnya ke udara.


Mereka melotot dan muntah melihat pria itu ditusuk tusuk banyak sulur.


Alviers pun menyentuh tubuh pria sekarat itu dan terdapat lingkaran sihir kecil.


Alviers membuka portal perpindahan,dan pergi.


Semua orang pun bernafas dengan berat dan berbicara satu sama lain tentang semua hal yang terjadi barusan.


"Iblis!!"


"Sage agung sangat kejam sekali"


"Menakutkan sekali"


Empat penguasa negara itu berkumpul dan menatap pria yang seperti di sula oleh sulur kegelapan yang mengeras.


Ada beberapa orang yang masih muntah melihat pria itu dihukum mati dengan cara itu.


"Kenapa orang seperti dia harus ada didunia ini" kata Glarda


Semua elit yang berkumpul itu bisa mendengar perkataan advisor mereka dengan suara pelan.

__ADS_1


"Cabut tubuhnya dari benda itu dan kuburkan dengan layak" kata Sri paus


Beberapa prajurit mendekati mayat pria itu,namunn tak disangka saat mereka mendekat,mayat itu menggembung dan meledak.


__ADS_2