
Alveirs menitipkan putrinya Orvina ke Vasnela dan pengurusnya,sedangkan Alviers menuju naga tanah yang di punggungnya terdapat singgasana yang ada payungnya.
Alviers mengambang dan mendarat di punggung naga tanah itu,dia duduk di singgasana dan memulai perjalanan bersama 5.000 prajurit Arcatia yang terdiri dari infantri,pemanah dan penombak.
Tak lupa juga penyihir juga di ikut sertakan,kebanyakan dari para penyihir itu sudah diseleksi.
Semua penyihir yang ikut dengan pasukan Alviers adalah ahli serangan jarak jauh menggunakan sihir.
Semua naga tanah berada di paling belakang,sedangkan penombak di paling depan,semua pasukan itu dikomandoi oleh dua komandan.
Pasukan itu bergerak lambat,butuh waktu yang lama untuk pergi ke wilayah milik Arenfred,mereka menuju ke arah barat daya.
Setelah memakan waktu lama akhirnya pasukan Alviers disambut ileh beberapa pasukan Arinfred,mereka berkumpul di lembah yang berada di wilayah Arinfred.
Alviers hanya diam melihat para komandan berada di bawahnya,ia melihat mereka menunduk di samping kiri naga tanah itu.
"Dimana Arinfred?" Tanya Alviers dengan nada rendah dan muka datar
Salah satu komandan dari pasukan Arinfred menjawab "tuanku Arinfred sudah berada di perbatasan,dia sedang menunggu anda sage agung"
Satu lagi komandan pasukan Arinfred maju dan berkata "Sage agung,tuanku telah mendeklarasikan perang pada adiknya di perbatasan,mungin berita ini akan menjadi gempar,dan takutnya banyak pihak jahat yang memanfaatkan momen perang saudara ini"
"Kalau begitu ayo kita ke perbatasan"
Semua pasukan Arinfred segera berbaris di belakang naga tanah itu,mereka pun berjalan menuju perbatasan.
Mereka melalui jalan di tanah rerumputan dan hutan,mereka sesekali melewati kota,dan pasukan pemanah di tembok itu melambai lambai.
Alviers melihat pemandangan sambil menikmati perjalananya sebelum perang terjadi,mereka menuju ke arah barat,mereka akan berhenti di perbatasan antara kepangeranan Blumard dan wilayah milik Arinfred.
Kini pasukan besar itu melewati jalan besar yang di sisi kanan dan kirinya terdapat hutan rindang.
Saat mereka berjalan,para pengintai kembali dengan cepat dan melaporkan terdapat dua menara kayu yang terdapat pemanah diatasnya.
Mendengar itu salah satu komandan menatap Alviers.
"Maju terus tanpa keraguan"
Pasukan itu berjalan kembali sesuai perintah dari Alviers.
__ADS_1
Mereka melaju menuju ke dua menara kayu itu,alih alih menyerang,mereka malah melambangkan tangan,mungkin mereka adalah pasukan milik Arinfred.
Salah satu dari sepuluh pemanah yang ada di menara kayu itu menghampiri pasukan itu.
"Apa ini adalah pasukan sage agung,tuan kami sudah menunggu kehadiran sage agung di kemah yang ada di lembah,terus maju saja,kalian akan menemukan perkemahan mereka"
Semua pemanag itu hanya melihat pasukan besar itu lewat,moral mereka meningkat melihat jumlah pasukan itu.
Mendengar suara pergerakan besar,semua prajurit yang beristirahat di kemah langsung keluar dan memegang senjata mereka erat erat dan bersiap untuk menyerang.
Arinfred berada paling depan sendiri bersama komandanya,dan semua pasukan yang sudah bersiap.
Mereka samar samar mendengar suara kuda berlari mereka mendengarnya semakin jelas.
Dari balik hutan itu muncul komandan pasukan Arinfred,dia menuju ke tuanya dan berkata "sage agung sudah datang tuanku,dia sebentar lagi akan datang"
Dengan wajah bahagia Arinfred berkata "pakai zirah kalian dan cuci senjata kalian!,karena kita akan berperang sebentar lagi"
"Tapi sebelum itu kita harus mengadakan perjamuan saat sage agung kembali" saran salah satu komandan.
"Dia benar,siapkan perjamuan sekarang juga!!" Teriak Arinfred
Mereka memandangi pasukan Arcatia yang membangun pertahanan dengan meninggikan tanah menjadi tembok dan membentuk parit berair.
Mereka juga menancapkan pasak kayu di dinding tanah itu,ada empat menara kayu di setiap arah mata angin dan juga bangunan rumah besar serta fasilitas penting lainya untuk menunjang prajurit Arcatia bertahan dari serangan ras iblis
Mereka semua hanya diam melihat keterampilan mereka membentuk garis pertahanan.
Semua pasukan pemanah bersiaga,dua penyihir ditempatkan di menara dan penyihir medis di klinik.
Di keadaan itu sri paus dan kaisar memuji pasukan Arcatia.
"Yaah,kuakui semua prajurit dari negaranya sage agung sangat ahli dalam membangun garis pertahanan"
"Benar sekali,mereka saling membantu untuk tujuan bersama,sesuai dengan ajaran yang kujunjung tinggi"
Seorang wanita berambut coklat pucat menghampiri mereka,wanita itu terlihat ramah pada mereka berdua.
"Sri paus,yang mulia kaisar,aku sekali lagi meminta maaf telah membuat kalian kecewa,tuan ku terlalu sibuk memikirkan kelakuan pangeran sampah itu padanya sampai dia hampir lupa untuk datang kesini"
__ADS_1
Mereka semua pun tersenyum dan tak menghiraukan masalah itu.
"Kami tidak masalah dengan itu,yang penting,sage agung membantu kita dengan mengirim petinggi klan nya,yakni anda nona Gorvina" kata kaisar itu dengan santun
"Benar nona,sage agung sudah membuktikan perkataanya dengan mengirim pasukan ini terjun langsung ke perbatasan"
"Terima kasih untuk sri paus dan kaisar yang telah mengirimkan pasukan anda semua kemari,mungkin kita bisa saling bertukar informasi tentang kemiliteran diantara prajurit kita" kata Gorvina
Saat mereka berbicara dengan santun kepada sesama,dengan taburan beberapa pujian.
Tiba tiba suara gemuruh mengguncang tanah dan burung yang hinggap di pohon terbang semuanya karena terkejut.
"Bawa sri paus dan kaisar ke tempat aman!" Kata seorang pasukan yang sigap
Semua uskup dan pasukan elit itu berusaha mendampingi mereka masuk ke rumah besar,sang kaisar mengajak Gorvina untuk masuk,namun Gorvina menolak
Mereka berdua melihat Gorvina yang menuju ke atas tembok dan dia sekarang berada di atas ointu gerbang.
Sri paus dan kaisar masuk ke rumah besar dan segera menuju balkon untuk melihat pasukan iblis yang datang.
Mereka ingin menyaksikan kekuatan dari klan Synore setelah ras iblis menyerang.
Dari hutan itu,semua iblis menggunakan baju zirah abu abu,mereka dipimpin oleh iblis gemuk berukuran besar yang duduk di kereta kuda yang ditarik empat kuda yang badanya berapi api.
Barisan paling depan prajurit iblis berlari menyerang dengan mengangkat perisanya ke atas
"Iblisnya sudah datang,semua pasukan infantri dan penombak menyebar ke semua sisi dinding dan semua pemanah bersiap!!" Teriak Gorvina
Pemanah dari tiga negara itu serentak bersiap,bagian belakang anak panah itu sudah berada di senar,anak panah mereka menghadap ke bawah dan penyihir api berlari membakar ujung anak panah itu satu persatu.
"Bidiik!!!"
Semua pemanah membidik gerombolan iblis itu semua pemanah itu berfokus di bagian depan. Garis pertahanan yang dikelilingi hutan membuat Gorvina waspada terhadap serangan kejutan,maka dari itu dia memerintahkan semua pasukan infantri dan penombak di sebar ke berbagai sudut dan membentuk formasi dinding perisai.
Kembali lagi ke bagian depan,semua pemanah hendak melesatkan anak panahnya.
Setelah pasukan iblis itu mendekati jarak tembak anak panah,Gorvina memberi aba aba.
"Pemanah lepaskan!!"
__ADS_1
Pasukan iblis itu hanya sedikit yang mati karena mereka mengangkat perisainya tinggi tinggi,mereka pun mendekati garis pertahanan itu,sepertinya perang dengan kegilaan, akan segera dimulai