Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 23:Cara Damai


__ADS_3

Semua pasukan iblis sudah mati semuanya,Gorvina membakar seluruh mayat iblis itu dengan muka jahat.


"Sekarang tinggal kita mengurus Drincus ini,haruskah alu mengirim pesan ke sage agung?" Kata Gorvina menimbang nimbang


"Petinggi klan,sebaiknya tunggu saja sampai sage agung menaklukkan seluruh kepangeranan dulu,baru bicara tentang hal ini" kata salah satu penyihir


Sri paus dan kaisar terdiam,tapi mata mereka terbelalak,meskipun mereka agak jauh dar lokasi Gorvina berada,namun mereka mendengar semuanya.


"Menaklukkan kepangeranan katanya" bisik kaisar di dekat paus


"Sage agung memang bisa berbuat semaunya karena dia punya kekuatan" kata paus dengan nada pelan


Gorvina mengumpulkan semua pasukanya dan menyuruh separuh pasukan untuk tinggal.


"Sepaeuh pasukan akan tinggal disini dan yang lainya akan pulang bersamaku,aku akan membuat barrier di 0ertahanan ini agar kalian tak khawatir terhadap penyerangan selanjutnya" kata Gorvina dengan lantang


"Kalau begitu,kami berdua akan pulang juga,semoga kalian dilindungi dan diberkati oleh roh cahaya" kata paus


Kaisar dan paus kembali ke ibukotanya masing masing,sedangkan Gorvina mempercayakan garis pertahanan kepada tiga komandan dari Arcatia dan satu uskup penguasa wilayah perbatasan antar benua.


Gorvina berangkat bersama separuh pasukan Arcatia menuju ke tenggara,sementara pasukan kaisar menuju ke timur laut.


Sementara itu di tanah berumput yang dikelilingi hutan,Alviers dan Arinfred berbincang bincang sembari mengistirahatkan semua pasukan saat pasukan Alviers baru tiba.


Banyak makanan dan berbagai macam kudapan serta minuman enak yang disajikan,mereka semua makan makan sebelum bersiap untuk memasuki wilayah musuh.


Setelah menghabiskan makanan yang tersedia,mereka mencuci piring dan mengemas tenda juga logistik.pasukan yang menjadi kusir pedati dilindungi oleh semua prajurit,mereka menempatkan pedati itu ditengah tengah pasukan.


Enam naga tanah berada di bagian belakang sendiri,karena kehadiran naga tanah membuat para kuda takut.


Pasukan besar itu memasuki wilayah kepangeranan yang sudah dikuasai oleh pangeran sampah itu,rencananya mereka akan menyerang kota terdekat


Susunan pasukan diubah,semua naga tanah diarahkan ke depan dan pasukan infantri beserta penombak berada dibelakang naga tanah itu.


Mereka mulai maju kembali,dan tujuan pertama mereka ada di depan,yakni sebuah kota yang mereka lihat dari kejauhan.

__ADS_1


Alviers memerintahkan semua naga tanah untuk berhenti,dan semua pasukan juga ikut berhenti.


Seorang penyihir didepan Alviers yang menjadi pawang naga tanah yang dia naiki memberinya batu berwarna merah.


Alviers kemudian melempar batu itu ke tengah tengah kota,dia mengeluarkan Cermin seukuran buku dan cermin itu mengambang di depan Alviers.


Dari batu merah ditengah tengah kota itu,munculah gambar Alviers dalam bentuk setengah badan,lalu terlihat Alviers tersenyum.


Rupanya Alviers mengeluarkan sihir projeksi untuk memberitahu semua penduduk kota.


"Kepada seluruh rakyat kota,aku adalah sage agung dari wilayah Arcatia,aku hanya ingin kalian tahu jika pangeran sampah yang ada di ibukota itu harus digantikan dengan pangeran yang lebih layak"


"Kebetulan aku punya orang yang layak,dan aku harap kalian menyerah pada pangeran Arinfred yang aku pilih untuk kalian"


Setelah Alviers mengatakan beberapa patah kata,batu merah itu pun kembali ke tangan Alviers.


Pintu gerbang pun terbuka dan muncul seorang laki laki bangsawan,mungkin dialah pwmilik kota itu.


Arinfred berkuda menuju gerbang itu,dia turun dari kudanya dan menghampiri pria itu.


Arinfred memegang bendera yang dilipat dan menyerahkanya pada pria bangsawan itu.


"Pasang bendera ini di gerbang sekarang juga"


Pria itu memberikan bendera yang dilipat itu kepada prajurit,dia pun menaiki tangga dan memasang bendera itu,dan bendera yang jatuh dilipat dan disimpan.


Arinfred menepuk pinggang pria bangsawan itu dan menasehatinya untuk setia kepadanya,setelah itu dia menaiki kudanya dan kembali ke pasukan.


Pasukan itu berbelok ke arah lain meninggalkan kota itu,setelah itu sudah beberapa kota ditaklukkan dengan damai,dan hal ini sampai ke telinga pangeran sampah itu.


Dia mengirim penyihirnya untuk membumihanguskan pasukan Arcatia dan Arinfred.


Dari sisi kiri saat pasukan besar itu berjalan menuju kota lain,banyak penyihir kiriman dari pangeran sampah itu.


Semua prajurit sigap menghadap kiri dan mengeratkan perisainya masing masing,Alviers pun mengeluarkan portal perpindahan yang memindahkan semua penyihir itu.

__ADS_1


"Huah!,dimana mereka!"


"Mereka tiba tiba menghilang!"


"Tetap waspada!"


Seorang komandan yang melihat Alviers menggunakan portalnya meneriaki semua prajurit.


"Penyihir itu sudah dipindahkan ke suatu tempat oleh sage agung menggunakan portal perpindahan!!"


Semua prajurit melihat sage agung mereka,semua prajurit itu memuji Alveirs,namun Alviers memerintahkan untuk kembali ke barisan dan lanjutkan perjalanan.


Susunan barisan diperbarui lagi,prajurit infantri berada di kanan,kiri dan depan,sedangkan pemanah dan penombak ada ditengah bersama pedati dan delapan puluh kavaleri di belakang.


Sedagkan untuk penyihir itu,Alviers memindahkanya ditanah berumput yang dikelilingi hutan.


"Ada dimana kita?!" Kata pemimpin regu oenyihir itu.


"Ketua,sepertinya kita tiba tiba berpindah tempat!"


"Apa ini perbuatan sage agung itu?,jika benar maka kekuatanya sangat mengerikan,kita tidak boleh mati karena melawan orang kuat"


"Dia benar,mari kita kembali"


Melihat mereka yang kebingungan sekaligus takut akan kekuatan Alviers,mereka pun kembali ke ibukota,memberitahukan semuanya ke pada pangeran.


Mereka pun dengan cepat terbang ke ibukota.


Selama perjalanan pasukan besar ke beberapa kota untuk penaklukkan tanpa pertumpahan darah,terkadang ada juga yang menolak cara damai,sepertinya yang menolak cara damai itu adalah kenalan dari pangeran sampah itu.


Selain dari kenalan pangeran sampah itu,ada penguasa kota yang tak ingin menyerah sebelum bertarung,jadi Alvier menghancurkan tembok kota dan menciptakan badai pasir yang menyelimuti kota,Alviers mengalahkan semua semua prajuritnya tanpa mengerahkan satu orang pun.


Orang itu akhirnya menyerah,Alviers mengelontorkan banyak koin emas didepan penguasa kota itu untuk memperbaiki kerusakan dan menyembuhkan semua korban."


Dan sekarang Alviers bersama pasukan besar itu ada di kota Vorun,semua pasukan pemanah dan oenyihir sudah siap sedia bertempur diatas tembok,dan ada seorang bangsawan yang sangat setia terhadap pangeran sampah itu sedang melihat dari kastilnya.

__ADS_1


__ADS_2