Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 54:Memori Buruk


__ADS_3

Alviers menyentuh tangan gadis kecil itu dan dia seketika menggendong gadis itu.


Gadis berambut perak itu tak takut dan malah merasa tenang saat Alviers menggendongnya.


Alviers pun mengajaknya berkeliling menuju le beberapa tempat bersama maid itu.


Semua pengurus dan semua mantan budak yang tinggal disana terkejut melihat sage agung menggendong gadis menyendiri itu.


Mereka selalu tak disambut saat mereka mencoba mendekat,bahkan dia pernah merepotkan pengurus itu.


Berbeda dengan Alviers,seketika Godrina berubah menjadi gadis yang tenang dan nyaman saat dia digendong oleh Alviers.


Godrina masih diam dan dia sangat nyaman ketika Alviers menggendongnya.


Alviers membawanya ke tempat yang sunyi,di pepohonan dekat asrama,Alviers menyuruh maid itu pergi membiarkan mereka berdua bicara.


Alviers duduk dengan Godrina yang masih diam di sebuah pohon.


Alviers pun mulai menanyai dirinya lebih dahulu


"Godrina,kenapa kau menolak semua orang,apa kau memiliki alasan tertentu?"


Godrina itu mulai menutup matanya dan menangis,Alviers pun memenangkannya dengan memeluknya dan membelai kepalanya.


"Kau tak perlu mengatakannya,karena aku sudah tahu" kata Alviers


Mendengar hal itu Godrina menatap ke arah Alviers dan memeluknya,Alviers pun memeluknya lebih erat.


Alviers pun menvoba melakukan penelusuran pikiran,dia menekankan matanya dan menyentuh kepalanya.


Dia pun melihat pria memakai pakaian mewah berambut kuning yang mengunjungi sebuah perkumpulan yang dipenuhi oleh orang orang berambut perak.


Alviers pun melihat lebih lanjut,semua orang berambut perak di pemukiman itu menjalin hubungan dengan pria berambut kuning itu.


Dan Alviers melihat pria itu menjebak semua orang berambut perak itu dengan mengepung pemukiman dan membiarkan mereka kelaparan.


Mereka berakhir dipisah pisahkan oleh sekumpulan pedagang budak yang membelenggu mereka.


Alviers melihat Godrina bersama wanita yang memeluknya berjalan bersama dengan ditarik tarik oleh pedagang budak.


Alviers pun membuka mata sebentar dan mengelus elus kepala Godrina,di penelusuran memori itu Godrina terlihat sangat membenci pria berambut kuning itu.


Setelah semua orang berambut perak itu diperbudak oleh pria berambut kuning hingha mereka banyak yang mati.


Kemudian sebuah pasukan besar yang merupakan penduduk pemukiman itu memengetahui jika terdapat bekas jejak jejak pertempuran.


Alviers mulai lihat lebih lama lagi,pasukan itu berperang dengan pasukan pria berambut kuning.

__ADS_1


Di pertempuran itu mereka kalah oleh beberapa penyihir dan mereka dikorbankan dengan cara dimasukkan ke lubang dan ditemukan.


Alviers membuka matanya dan tak menelusuri pikiran Godrina lagi,Alviers membisiki Godrina sebuah perkataan yang membuatnya terkejut.


Mulut Alviers yang berada di dekat telinga Godrina dan berbisik "Apa kau ingin balas dendam?"


Godrina pun terkejut mendengar itu,matanya terbuka lebar,dan dia melihat Alviers yang mengelus kepalanya.


Alviers pun memegang bahu kanan dan kiri gadis itu dan bertanya "Apa kau ingin balas dendam?" Kata Alviers dengan suara yang lebih keras


"Apakah aku bisa menenangkan jiwa dari klanku dengan melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan terhadap klanku?"


AlvierssedikitĀ  terkejut dan membalas perkataanya


"Tentu,aku akan mewujudkan balas dendam terbaik yang akan membuat seluruh klanmu tenang dan kau juga akan puas melihat merela menderita"


Godrina itu duduk berhadapan dengan Alviers dan dia pun menunduk dan meminta ke Alviers untuk balas dendam


"Tuanku,tolong bantu aku balas dendam,aku ingin membuat mereka tersiksa"


"Aku akan membalas mereka semua yang membuat keluargamu menderita"


Alviers pun menggendong Godrina dan menemui maid itu.


Saat mereka berjalan menuju ruangan para pengurus,semua anak kecil dan remaja itu melihat Alviers.


Saat Alviers memasuki ruangan khusus pengurus,semua orang menunduk dan memberi salam.


"Salam sage agung,apa tujuan anda kemari" kata salah satu wanita


"Aku memutuskan untuk membawa gadis ini ke kastil,dia tidak cocok tinggal disini"


"Dan mulai sekarang gadis ini adalah putri angkatku"


Semua orang terkejut dan bahagia di pikiran mereka semua,mereka menganggap Godrina adalah gadis yang paling beruntung bisa diadopsi oleh orang terkuat di dunia.


Sedangkan Godrina pun melihat Alviers dan terharu.


Mereka yang ada di ruangan itu baru pertama kali melihat Godrina mengeluarkan emosi padahal sebelumnya dia hanyalah gadis pendiam bermuka datar yang sering menyendiri.


Alviers pun berpamitan dengan mereka semua setelah memberikan sepenting koin emas.dia berteleportasi ke kastilnya.


Godrina terkejut melihat sihir itu dan menatap ke Alviers


Alviers tersenyum dan men cium dahi Godrina dan berkata " Godrina,mulai sekarang panggil aku ayah"


Godrina itu memeluk leher Alviers,mulai sekarang dia memiliki orang tua baru yanga akan membalas dendam dan menenangkan semua klan sebagai keluarga Godrina.

__ADS_1


"Godrina,mari kita pergi ke suatu tempat dan bertemu seseorang"


Godrina itu penasaran dan dia diajak ke sebuah taman


Disana dia melihat dari jauh seorang gadis kecil berambut hitam sedang bermain dengan seorang maid dan wanita berambut biru.


Godrina tak bisa lepas dari pandangannya ke gadis kecil itu,saat mereka mendekat,Orvina pun hendak memeluk ayahnya,namun dia tak menduga jika ayahnya menggendong seorang gadis yang lebih tua darinya.


Pengurus Orvina dan Vasnela terkejut melihat Alviers menggendong gadis.


"Ayah!!,siapa dia!!,kenapa ayah menggendongnya"


Godrina terkejut mendengar perkataan Orvina,dia pun melihat Alviers yang tersenyum padanya.


"Jangan malah tersenyum dan jawab aku ayah!"


Orvina pun mulai marah,dan seketika terpikirkan hal yang tidak tidak di kepala gadis imut itu.


"Jangan jangan!,ayah sudah tak sayang denganku lagi dan beralih ke anak lain untuk jadi ayahnya!!


Orvina pun mulai menangis,Alviers pun menurunkan Godrina dan menggendong Orvina yang memukul mukul Alviers.


"Putriku tenang dulu,ayahmu tak akan meninggalkanmu,jika aku meninggalkanmu,ibumu akan memarahiku dari atas sana" kata Alviers menenangkan putrinya


"Lalu kenapa ayah menggendongnya!!,hanya aku saja yang pantas digendong oleh ayaah!"


Godrina tertawa mendengar Orvina yang marah itu,dan dia pun mengatakan sesuatu yang membuat Orvina tambah marah.


"Sungguh gadis manis yang sayang ayahnya,namun kenapa sangat cerewet"


"Apa katamu!!"


Alviers kembali terkejut memijat Godrina yang tersenyum bahagia dan bertingkah laku seperti gadis normal.


Alviers menurunkan Orvina dan mendekatinya dengan Godrina,lalu Alviers pun menyuruh tangan mereka berjabat tangan.


Godrina yang terlebih dahulu mengulurkan tanganya dengan tersenyum,lalu Orvina pun dengan wajah merajuk nya terpaksa bersalaman dengannya.


Vasnela yang mendekat ke Alviers pun berbisik


"Tuanku siapa dia?"


Alviers pun berdiri dan menjawabnya dengan berbisik. "Dia adalah putri angkatku"


Vasnela pun terkejut dan menutup mulutnya,Alviers pun meletakkan telunjuknya di bibirnya.


"Ssht!"

__ADS_1


__ADS_2