Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 32:Bersenang Senang


__ADS_3

Beberapa saat setelah sihir projeksi itu berakhir,sri paus dan kaisar mengadakan pertemuan rahasia dengan raja,mereka bertiga sekarang ada di istana kerajaan.


Mereka bertemu dan membahas tentang apa yang dilakukan Alviers di ibukota mereka,semua bawahan kaisar san kepausan sudah mengawasi wanita itu dan memberitahukan segalanya pada Sri paus dan kaisar.


"Aku tak menduga jika sage agung akan melakukan ini,apa dia ingin mengancam kedamaian di benua manusia" kata sri paus


Kaisar pun menggaruk garuk kepalanya dan berkata "Aku tak tahu,tapi dia mungkin hanya ingin memperingatkan semua orang untuk tidak macam macam denganya"


Raja hanya mendengarkan mereka berdua berbicara,lalu sri paus dan kaisar sama sama menatap ke raja.


"Ada apa?" Tanya raja


"Raja,kenapa kau diam saja,apa pendapatmu tentang hal ini?" Tanya kaisar


"Yah,aku sama sekali tak memperdulikan apapun yang dilakukan oleh sage agung,dia sangat kuat,jadi dia bisa melakukan apapun"


Medengar itu kaisar dan sri paus diam dan memikirkan hal yang dikatakan oleh raja,seluruh ruangan pertemuan itu menjadi sunyi.


Raja pun meminum teh,sedangkan kaisar dan sri paus itu masih terdiam.


"Jadi kita berkumpul disini hanya untuk diam,jika begitu makanlah atau katakan sesuatu agar ruangan ini tak menjadi sunyi"


Sri paus dan kaisar pun memakan kudapan dan meminum teh yang tersedia di meja itu.


Beralih ke Alviers,sekarang dia sedang berkumpul dengan haremnya,menikmati makanan sembari melihat persembahan musik dan tari yang dilakukan para wanitanya di sebuah ruangan besar.


Ada banyak wanita yang menonton,mereka memakai pakaian yang sangat gemerlap,mereka menonton sambil duduk dan makan.


Alviers melepas jubah hitamnya karena dia berada di depan haremnya,dia ingin menampakkan sosoknya yang gagah berani dan mendominasi tentunya.


Setelah jubah itu dilepas Alviers merasa lebih sejuk,dia hanya memakai pakaian hitam yang memiliki motif geometris berwarna ungu dengan kerah yang agak tinggi.


Disamping kanan dan kirinya ada Serina dan Arsilla mereka ikut menyaksikan dan memakan jamuan yang ada dimeja.


Sedangkan Alviers dikerubungi oleh beberapa wanita untuk memijatnya dan menuangkan minuman,dan wanita yang membawakan jubahnya terlihat mulai memakai jubah itu dan merasa nyaman di belakang Alviers.


Semua wanita di ruangan itu bergantian menunjukkan beragam persembahan yang menghibur.


Setelah pesta itu selesai,mereka yang menampilkan persembahan memakan banyak sekali makanan yang belum habis.


Dan Alviers beralih ke sebuah gazebo di dekat perkebunan di kastil itu,disana,ia dengan tenang sedang membaca buku dan beberapa wanita melukisnya dari jauh untuk memajangnya di kamar mereka.


Sementara itu Serena dan Arsila bertemu empat wanita yang menjalankan misi dari Alviers,mereka berempat diberi hadiah.

__ADS_1


Mereka semua adalah wanita yang sama sama mendapat kekuatan dari Alviers,namun sepertinya terdapat beberapa faksi yang terlihat jelas di antara semua harem Alviers.


Di kastil ibukota Arcatia,Vasnela yang selau sibuk kini bebas dari tugasnya menstabilkan negara,sekarang negara Arcatia sudah bisa berjalan seperti empat negara lain.


Dia menemui Orvina dan bermain denganya,Vasnela sebenarnya sedang mencari Alviers,namun dia hanya menemukan Orvina yang bermain dengan burung kecilnya.


"Orvina,apa kau melihat ayahmu,aku mencarinya kesana kemari namun aku tak menemukanya"


Orvina pun tidak tahu,terakhir dia bertemu ayahnya disaat tadi pagi,dan dia tak melihatnya lagi.


"Karena kakak menanyakan dimana ayahku,aku juga ingin menemuinya,akhir akhir ini ayah jarang bermain denganku" kata Orvina agak sedih


Vasnela pun mengusulkan untuk mencarinya bersama sama,Orvina pun digendong oleh Vasnela,dan mereka meminta izin kepada pengasuh Orvina.


Setelah mereka bilang ke pengurus Orvina, mereka terbang kesana kemari mengelilingi ibukota.


Mereka mulai berkeliling cukup lama sampai matahari sudah terbenam,karena mereka memulainya saat senja.


"Orvina,mari kita kembali ke kastil,semua orang dan pastinya pengasuhmu akan khawatir"


"Tidak!,aku ingin mencari ayah"


Orvina pun sudah berpikiran yang tidak tidak,dia mengira jika ayahnya menghilang dan meninggalkanya.


Vasnela pun menenangkan Orvina dengan menghiburnya,dia tetap terbang ke penjuru wilayah klan.


"Jangan sedih,ayahmu tidak akan melakukan hal seperti itu,dan sepertinya aku bisa merasakan hawa keberadaan ayahmu"


Orvina yang menangus itu pun memgusap air matanya dan seketika dia berubah menjadi senang.


Vasnela mengikuti aura kejadiran Alviers,dan dibawah,dia melihat istana Scarlet Shade.


Dengan wajah datar dan menghela nafas,Vasnela segera mengambang turun dan berjalan memasuki kastil.


Terdapat penjaga tempat itu yang menunduk memberi hormat pada Vasnela.


Orvina terus memandangi sekitaran istana itu dan bertanya pada Vasnela "tempat apa ini?,apa ayah ada disini?"


Vasnela hanya mengiyakan sambil tersenyum.


Kereka berdua memasuki istana itu dan ada beberapa wanita dari perkumpulan Majestical Bride menghampiri mereka untuk melihat putri tuan mereka.


"Waah,lihat ini,ada Vasnela dan putri kecil Orvina"

__ADS_1


Ovina memandangi semua wanita itu dan memuji kecantikan mereka.


Semua wanita itu tersipu malu dan beberapa diantara wanita itu mencubit pipi dan mengelus kepala Orvina.


Salah satu wanita itu mendekati Vasnela dan membisikkan sesuatu.


Vasnela menjawab wanita itu dengan pelan.


"Purti tuan ingin bertemu dengan tuan"


Semua wanita itu tiba tiba terlihatĀ  ada yang aneh,seorang wanita dari perkumpulan itu,seorang wanita harem itu menggendong Orvina dan dibawa ke suatu tempat yang agak jauh dan ditawari teh dan camilan.


Para wanita itu sedang menjauhkan Orvina dari pembicaraan yang dilakukan oleh Vasnela dan wanita didekatnya.


"Kenapa kau terlihat sangat aneh" kata Vasnela


Wanita didekatnya itu berbisik ke Vasnela,mata Vasnela terbelalak dan dia menutup mulutnya,sepertinya dia terkejut mendengar apa yang dibisikkan wanita itu.


Vasnela segera menggendong Orvina dan mengatakan jika ayahnya sedang dibuk di suatu ruangan,namun Orvina yang terus memaksa untuk bertemu ayahnya,membuat mereka terpaksa menuju suatu ruangan.


Saat mereka berjalan menuju ruangan itu,Orvina pun bahagia,dia tersenyum lebar sedangkan Vasnela dan beberapa wanita yang mengantarnya terlihat aneh.


Saat berada di depan pintu,Orvina pun ingin memanggil ayahnya,namun spontan Vasnela menutup mulutnya


"Kakak!,kenapa kamu menutup mulutku"


Vasnela pun membuat berbagai macam alasan agar Orvina tak jadi lagi menemui ayahnya.


"Ayahmu sedang sibuk di ruangan itu,jika Orvina berisik,ayahmu akan marah"


Orvina pun mengiyakanya dan memintanya untuk diturunkan dari gendonganya.


Orvina tersenyum nakal dan langsung menuju ke pintu untuk menggedor pintunya.


Tapi sebelum dia mencapai pintu,Alviers dengan keadaan yang acak acakan membuka pintu.


Semua orang terkejut melihat Alviers yang tak diduga keluar,mereka pun terlihat memegang dada mereka dan bernafas dengan lega.


"Putriku!"


"Ayaah!"


Alviers pun menggendong Orvina,dan kepala Orvina yang menempel di bahu Alviers melihat ada beberapa wanita yang tertidur di ranjang besar dengan berselimut.

__ADS_1


Orvina melihat wajah mereka memerah dengan ekspresi senang dan terlihat kelelahan,Orvina merasa aneh dengan pemandangan yang dia lihat,namun itu teralihkan dengan ras senang berjumpa dengan ayahnya.


__ADS_2