
Alviers membebaskan semua tawanan itu dan menaruh segel budak ke pria yang memberi Alviers informasi berharga itu.
Kau akan jadi budakku sekarang,aku aman membutuhkan bantuan untuk melakukan rencanaku.
Pria itu ketakutan dan mencoba menghapus segel di dadanya,namun itu percuma.
Alviers menggenggam tanganya dan pria itu kesakitan.
Setelah Alviers pergi dari penjara,pria itu kembali normal dan dia bernafas berat tersengal sengal.
Vasnela pun penasaran apa yang akan dilakukan tuanya,dia tahu jika tuanya punya rencana.
"Tuanku,rencana apa yang ingin anda jalankan,jika bisa aku akan membantu"
Alviers tersenyum dan berkata "itu tidak perlu"
Mereka berdua berjalan kembali menuju kastil,Alviers pun menuju ke kamarnya dan memanggil Caseia.
"Caseia!,munculah!"
Caseia muncul dari punggung Alviers dan terbang mengambang lalu duduk di sofa.
"Apa kau butuh bantuan lagi?,katakan saja bagaimana aku bisa membantumu?" Tanya Caseia
"Apa kau bisa menanamkan Shadow Minnion ke pria paruh baya pedagang budak yang tinggal di rumah besarnya" pinta Alviers
Caseia pun bingung karena dia tak tahu lokasi mansion itu,dia pun bertanya pada Alviers untuk informasi lebih detil "Dia tinggal di kota mana?"
"Dia ada di kota Nogfarde"
Caseia membentuk satu manusia bayangan dan memerintahkan untuk pergiĀ ke rumah penjual budak itu.
Manusia bayangan itu melesat cepat sedangkan Caseia memeluk Alviers dan berkata "bayaran atas bantuannya itu mahal kau tahu"
Alviers pun hanya mengangguk dan mengiyakanya.
Alviers tak punya kesibukan lagi sekarang,dia mencoba mengeluarkan pemimpin kultus yang disegel.
Caseia tak kembali ke tempatnya dan memilih untuk melihat Alviers.
Pemimpin kultus itu masih dalam keadaan tertidur dan segelnya masih kuat,Alviers menghancurkan segel itu dan menghancurkan ilusi mimpi untuk menyadarkannya.
Dia pun sadar dan melihat sekitar dengan terkejut dan panik,yang terakhir dia ingat adalah pertarungan di kastil.
"Tempat apa ini!,dimana aku!"
"Bukankah tadi aku sedang bertarung"
__ADS_1
Lalu didepan ada Alviers yang duduk di sofa,pemimpin kultus itu menanyai Alviers dengan nada tinggi.
"Hei kau!!!,ditempat mana ini,keluarkan aku dari sini"
Alviers hanya diam dan melihat pria itu berdiri dan membersihkan bajunya,lalu dia bertanya lagi dengan ada yang lebih keras.
"Apakah kau pria tuli,apa mungkin ini rumahmu,apa kau yang membawaku kemari"
Alviers masih diam,dan kali ini dia mengantud dan setengah tertidur.
Pemimpin kultus itu menunduk terdiam menyadari jika dia tak dipedulikan,pemimpin kultus itu hendak menggunakan sihirnya.
"Apakah kau benar benar tuli,ataukah kau mempermainkan aku"
Pemimpin kultus bingung ketika dia ingin menyerang Alviers, sihirnya tak keluar seolah olemah dia tak memiliki mana.
Dia pun bingung dan berkata "kenapa sihirnya tak keluar"
Langsung menekan pemimpin kultus itu dengan sihir gravitasi.
Alviers dengan aura intimidasinya barkata "Disini kau tak punya kuasa,berani beraninya menentang dan tidak sopan pada penguasa"
Pemimpin kultus tak dapat menahan sihir gravitasi itu,tubuhnya menempel di tanah sepenuhnya.
Namun dia masih punya kekuatan untuk melihat Alviers yang tersenyum menakutkan itu.
Dengan suara lirih itu pemimpin kultus berkata "ampuni aku tuan,Aku akan mematuhimu mulai sekarang,"
Pemimpin kultus pun berlutut dan menunggu Alviers mengatakan sesuatu.
"Siapa namamu?"
Alviers melontarkan pertanyaan pertama padanya,dan pria itu menjawabnya dengan jujur.
"Namaku Morfas,aku pemimpin kultus Azeron,kami adalah kaki tangan keluarga Dimitryos"
Alviers pun melihat ke Caseia dan Caseia itu hanya tersenyum dan melihat pria itu pada Alviers.
Morfas itu bingung melihat Alviers yang melihat ke arah kiri.
Alviers pun berkata lagi kepada Morfas.
"Apa kau punya segel budak di bagian tubuhmu?"
Morfas pun mengangguk dan menjawab jika statusnya bukan sebagai budak.
Alviers tersenyum dan mengangguk,dia mengeluarkan segel botaknya dan menanamkan segel itu ke dada Morfas.
__ADS_1
Morfas terkejut dan tak tahu apa yang Alviers lakukan padanya,dia hanya menggosok gosok segel itu namun tak bisa hilang.
"Sekarang aku ingin bertanya tentang satu orang,aku tak tahu namanya,namun aku akan menjelaskan ciri cirinya"
Alviers mengatakan semua ciri ciri dari pria berambut kuning yang ada di memori Godrina,dan Morfas itu terkejut dan melotot kepada Alviers.
"Kenapa kau melotot seperti itu?"
"Apa anda mengenali kepala keluarga Dimitryos,semua ciri ciri yang anda sebutkan sangat mirip dengan tuan kami"
Alviers pun senang mendengar informasi itu,dan sudah pasti Alviers akan menanyakan sesuatu yang bisa ditebak dengan mudah.
"Dimana kediaman keluarga Dimitryos berada"
Morfas pun enggan menjawab,situasinhening sesaat dan Alviers masih melihat Morfas.
Morfas berkata "tuanku,aku tak tahu dimana kediaman itu berada,namun mereka sering berkumpul di perbatasan antara kerajaan dengan kekaisaran"
Alviers.pun terdiam,Alviers pun menyiksa Morfas untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Aaargh!!"
Segel budak di dadanya memerah dan Morfas pun kesakitan,dia pun melihat segel itu dan melihat ke Alviers.
"Apa anda membuatku menjadi budak?"
Alviers pun tak menjawab pertanyaanya dan menyuruhnya untuk memberitahu kediaman itu
"Katakan sekarang juga,atau kau bisa memikih siksaan ini"
Morfas menahan rasa sakit itu,dia berteriak sangat kencang,namun Alviers melapisi ruangan itu dengan penghalang kedap suara.
Caseia menyaksikan Morfas yang tersiksa dengan tertawa,dia menempel ke Alviers dan berkata "kerahkan lagi rasa sakit yang dia rasakan agar dia tahu rasanya menderita"
Alviers menuruti permintaan Caseia dan meningkatkan rasa sakitnya dengan sihir,dan tentu saja Morfas yang berguking guling itu menyerah dan memberitahu semua yang Alviers minta.
"Akan kukatakan!!,akan kukatakan!!,hentikan siksaan ini!!!"
Alviers pun menghilangkan siksaan itu dan Morfas mengambil nafas berkali kali dan dia sangat berkeringat.
Morfas itu duduk dan mengatakannya.
"Kediaman keluarga Dimitryos tersembunyi di hutan besar Gratvob di selatan kerajaan,mereka memiliki barrier ilusi untuk mencegah orang orang masuk"
Alviers pun tersenyum lebar,Caseia yang didepanya pun juga ikut senang.
Caseia itu mendekatkan mulutnya ke telinga Alviers dan berkata "Jadi priaku,apa kita akan melakukan Kegemparan lagi?"
__ADS_1
Alviers mengangguk sambil tersenyum jahat.
Morfas itu pun hanya diam,dia ingin sekali meminta dilepaskan dari ikatan budak ini,namun dia tak berani.