
Alviers melepaskan segel budak itu dari Morfas,saat mengetahui segel budaknya hilang,Morfas langsung berterima kasih.
Alviers tersenyum dan menyuruhnya untuk tetap diam di tempat.
Alviers berdiri dan menuju pintu dan berbicara pada seseorang diluar ruangan.
Setelah menunggu lama,Vasnela datang dengan membawa Godrina yang memakai jubah berhidung.
Godrina itu terkejut melihat Morfas itu,dia mundur sedikit dan bergetar,saat dia melihat Alviers yang mengulurkan tanganya,dia pun berlari ke punggung Alviers.
Morfas itu penasaran terhadap gadis itu.dia pun terus melihatnya.
Godrina yang bersembunyi di punggung Alviers itu meremas jubah ayah angkatnya.
Alviers pun menghadap ke belakang dan berjongkok,dia membisiki Godrina "bukankah aku sudah berjanji melakukan balas dendam untukmu pitriku,dan sekarang adalah waktunya,jangan takut"
Alviers pun mengeluarkan pisau,saat Godrina ingin mengambilnya,Alviers itu menjauhkanya dan berkata "tidak,kau tidak akan menggunakan pisau"
Alviers pun memasukkan pisau ke dimensi penyimpanan dan mengeluarkan kapak kecil.
"Gunakan ini saja"
Godrina pun memegang kapak itu,dengan perasaan marah dan mengingat kejadian yang dialami oleh klan nya,semua hal itu memotivasi dia untuk balas dendam sekarang juga.
Namun dalam hatinya dia tak memiliki tenaga untuk menyerang seseorang yang kuat,dia hanyalah gadis kecil.
Melihat putri angkatnya itu,Alviers meyakinkan kembali putrinya.
"Bukankah kau adalah anggota dari klan yang memiliki mana melimpah,gunakan semua kekuatanmu untuk balas dendam"
Morfas tak paham kenapa begitu lama sekali mereka berbicara,dia pun hanya duduk dan menunggu.
Morfas terkejut melihat Alviers yang berdiri dan tersenyum padanya.
Vasnela yang melihat dari kejauhan menyayangkan tindakan tuan nya untuk membalaskan dendam Godrina dengan tangan gadis itu sendiri.
Lalu Godrina maju dengan menyembunyikan kapak di belakang tubuhnya.
Gadis dua belas tahun itu meluapkan mamanya dan mengayun kapak tepat di bahu kanan dan kiri Morfas
Morfas pun terkejut dan berteriak sangat keras,dia melihat kedua bahunya yang tertancap kapak.
__ADS_1
Morfas pun ingin bangkit tapi tak bisa,diantaranya berbaring dan menanyakan semua apa yang sebenarnya terjadi.
"Kenapa ini!!,kenapa anda berniat mengirim gadis ini untuk membunuhku" kata morfas menatap ke Alviers.
"Aku hanya ingin membantunya balas dendam"
Morfas terkejut setelah mendengar itu,dia tahu jika gadis kecil itu seorang budak yang diselamatkan.
Alviers menyembuhkannya sebelum sekarat,dan Godrina pun berteriak sambil meninju wajah Morfas yang terbaring itu.
"Ini untuk keluargaku,ini untuk klanku dan ini..,untuk semua perlakuanmu padaku"
Godrina pun mengambil kapaknya lagi dan mengayunkan kapak itu ke kedua tanganya dengan sihir agar lebih kuat.
"AAARHHGH!!!"
Morfas pun berteriak kesakitan karena kedua tanganya dipotong.
Godrina pun berdiri dan membuka tudung nya.
Dia lebih terkejut lagi saat melihat wajah Godrina,Morfas yang membeli Godrina dari pedagang budak yang Alviers lihat dalam memori anggota kultus.
"Kauu!!,keturunan terakhir yang ku beli dari pria tua itu!!,tak kusangka dia akan membunuhku,sialan"
Semua gelang di tangan dan kaki Morfas dihancurkan,dan kekuatan dari tujuh bola kristal yang masih ada di dalam tubuhnya di ekstrak dan dia serap.
Alviers memberi pesan pada prajurit itu untuk membuang mayatnya ke hutan belantara agar dimakan monster dan binatang liar.
Alviers mengelus elus kepala Godrina,Alviers menyuruh Vasnela untuk memandikanya karena bersimbah darah.
Alviers mengeluarkan Portal perpindahan yang terhubung dengan pemandian wanita,Vasnela dan Godrina pun masuk dan portal nya tertutup
Kepuasan terlintas dalam hati gadis umur dua belas tahun itu,namun pihak lain dan semua yang terlibat masih hidup bebas dan berkeliaran.
Dia ingin bersama Alviers untuk melihat semua musuhnya,dia akan menuntaskan dendam dan banyak sekali yang harus Godrina bunuh.
Alviers menuju putrinya di kamarnya,saat dia membuka pintu,putrinya pun berwajah senang.
Saat Alviers memeluknya,Orvina mengejutkan Alviers dengan perubahan sikap.
Orvina sepertinya merajuk saat ayahnya memanggil kakak angkatnya tanpa dirinya.
__ADS_1
"Kenapa ayah memanggil kakak angkat tanpaku" kata Orvina sambil mendekap dan memalingkan muka.
Alviers pun mengajak putrinya duduk dan menjelaskan semuanya.
"Maafkan ayahku putriku,ayahmu ini sedang memiliki urusan penting" kata Alviers berbohong
"Urusan seperti apa?,Katakan padaku" pinta Orvina
"Aku hanya menanyai kakakmu tentang asal usulnya,dan itu sangat rahasia"
Alviers pun bohong lagi,dan Orvina bertambah marah.
"Lain kali akan kuajak putriku ini ke tempat bagus jika ayah mu tidak sibuk"
Orvina pun kembali senang dan menyuruh Alviers untuk berjanji.
Alviers pun menawarkan jari kelingkingnya pada putrinya,setelah janji kelingking dilakukan,Alviers menggendong Orvina.
Sementara itu di sebuah mansion yang diselimuti hutan belantara,tujuh orang yang duduk di kursi dan meja panjang yang terbuat dari batu marmer kuning.
Ada tiga orang yang duduk di sisi kanan dan kiri,di bagian tengah meja itu terdapat seseorang pria yang duduk.
Salah satu pria yang memegang bola emas itu mengatakan sesuatu.
"Mungkin kalian sudah tahu jika seluruh kultus yang merupakan tangan kaki kita semuanta dihancurkan"
Seorang wanita didekat pria itu berkata "aku menemukan tujuh bola kristal yang pecah di markas pusat mereka"
"Sialan!!,pasti ada salah satu dari anggota kultus itu yang menggunakanya tanpa izin kita"
Pria kekar itu terlihat marah,lalu pria kurus didepanya pun menenangkan mereka semua dengan penjelasannya.
"Kalian semua tenanglah,mereka pasti menggunakanya untuk melindungi markas ataupun rahasia mereka"
"Tapi gara gara mereka,kita kekuarangan daya untuk membangkitkan raja iblis kelima untuk bergabung dengan iblis kuno dan raja iblis saat ini" kata kakek kakek
Kembali ke pria yang memegang bola emas tadi,dia pun mengungkapkan kekecewaannya pada raja iblis saat ini yang memilih untuk mengisolasi diri bersama iblis kuno.
Mereka semua juga berpikiran hal yang sama,setelah mereka membangkitkan tuan mereka raja iblis kelima,mereka akan berperang dengan kerajaan iblis.
Bahkan mereka berani melawan iblis kuno itu,karena rumor tentang kutukan saat kebangkitanya.
__ADS_1
Mereka semua harus mengorbankan lebih banyak orang untuk memberikan kekuatannya ke jantung raja iblis yang tersimpan baik di ruang bawah tanah.