
Sebelum Enclair pergi,Arinfred memberitahukan sesuatu padanya.
"Nona Enclair,aku setuju untuk melakukan tugas sesuai permintaan sage agung,namun mungkin anggota keluarga yang lainya mungkin tak yakin"
"Kalau begitu,yakinkan mereka dengan ini"
Enclair mengeluarkan enam potion yang sepertinya berharga dari portal penyimpanan dimensi.
"Nona Enclairs,aku tak menyangka kau bisa memunculkan penyimpanan dimensi,dan benda yang kau keluarkan itu bukanya potion"
"Ini adalah Vitality Potion,beri ke istri dan anakmu,juga ayah dan mertuamu"
Arinfred pun terkejut dan sedikit takut karena Enclair nengetahui berapa anggota keluarga yang dia punya.
"Jika keluargamu ingin bergabung,maka temui aku di benteng yang berdiri di perbatasan wilayah kita"
Arinfred mengangguk dan Enclair pun berdiri bersama tiga pengawalnya dan meninggalkan mansion,Enclair terbang ke luar gerbang dan masuk ke lizard carriage dan mengatakan pada kusir untuk menurunkanya di benteng dekat perbatasan.
Dia masuk ke dalam kereta kadal itu dan segera mengelap wajahnya yang terkena debu saat terbang,dan dia hanya terdiam menyium aroma teh pemberian Arinfred.
Dia berencana untuk berdiam diri di benteng di perbatasan,dia memiliki kenalan seorang pemimpin pasukan di benteng itu,dia lebih tepatnya adalah kacung milik Enclair yang bisa di suruh suruh.
Turunkan aku di benteng dan salah satu dari kalian harus melapor ke sage agung atas keberhasilanku.
Tiga pengawalnya saling menatap dengan satu pemikiran yang sama.
"Apa kalian menganggapku sebagai orang yang terlalu percaya diri,kalau begitu kalian salah,aku adalah si telinga ilahi yang mendengar apapun termasuk suara hati dan semua yang kalian bicarakan di dalam hati"
Ketiga pengawalnya terdiam,salah satu orang pun menanyakan alasan kenapa Enclair bisa sepercaya diri itu.
"Apa yang membuat anda percaya diri nona?"
"Karena aku memberi mereka Vitality Potion dari wanita yang selalu mengurung diri di menaranya"
Mendengar itu mereka terkejut,di dalam pikiran mereka terlintas seseorang yang mereka ketahui.
"Kalian pasti sudah menebaknya,dia adalah Katlena,penyihir kuat yang mempelajari sihir kuno terkait vitalitas yang membuat dirinya selalu terlihat muda dan cantik"
__ADS_1
"Aku pernah mendengarnya,nona Katlena sebenarnya adalah wanita berusia empat puluh tahun,dan dia melakukan misi tersulit yang diberikan oleh ketua klan terdahulu dan diberi hadiah manuskrip sihir kuno tentang vitalitas" kata salah satu pengawalnya
Enclair pada akhirnya menggunjing seseorang dengan pengawalnya,tak terasa mereka sudah sampai ke tempat tujuan.
Enclair membuka pintu dan mendekati gerbang,kusir ysng mengendalikan kadal itu masih belum pergi dan menunggu Enclair masuk ke dalam dulu.
"Tharlute,dimana kau,cepat kemari!"
Mendengar suara Enclaire,pemanah di tembok itu memberi salam.
"Salam nona Enclair,kenapa anda berada disini"
"Hal itu tidak penting,cepat suruh prajurit untuk membuka gerbang,aku ingin masuk" suruh Enclair
Gerbang terbuka dan Enclair masuk ke gerbang itu sendirian dan menuju kastil pemimpin.
Semua prajurit yang melihat Eclair langsung menunduk sebentar untuk memberi hormat.
Seorang pemanah memasuki kastil pemimpin pasukan terlebih dahulu,dia memanggil pemimpinya untuk memberitahukan ada orang penting yang berkunjung.
"Tuanku,ada tamu masuk ke benteng kita,dia seorang wanita"
"Siapa namanya?!!,seperti apa penampilanya?!!"
"Dia wanita cantik berambut merah,sepertinya dia cukup dikenal oleh banyak prajurit,"
Mendengar itu Tharlute menjadi marah dan bertanya dengan nada tinggi ke prajuritnya
"Siapa yang mengizinkanya masuk!!!,"
Prajurit itu kebingungan melihat pemimpinya,ia pun berkata "dia meminta pasukan pemanah di tembok untuk membuka gerbang agar dia bisa masuk"
Tharlute nenggeram dan menggebrak meja,dan berkata "kenapa dia ada disini!"
Pintu pun terbuka dan Enclair yang mendengar suara Tharlute membalas pekataanya
"Memangnya kenapa jika aku disini,apa tak boleh"
__ADS_1
Tharlute berubah seratus persen menjadi pria baik dan sopan yang memiliki jiwa melayani,dia mendudukan Enclair di sofa dan dia menuang teh yang kebetulan baru diseduh oleh dirinya.
"Nona Enclair,apa anda punya urusan disini?" Tanya Tharlute
"Ini berhubungan dengan tugasku yang diberikan oleh sang sage agung,aku disini akan menunggu kedatangan seseorang dari kepangeranan untuk menemuiky dan mempersiapkan rencana dari sage agung"
"Seperti biasa delapan petinggi klan sangat setia pada sage agung yang perkasa,aku akan membawakan beberapa kudapan,untuk saat ini minum tehnya dahulu"
Melihat pemimpin pasukan yang berwibawa seketika menjadi babu yang melayani majikan,prajurit itu barusaja melihat sisi gelap pemimpinya.
Tharlune mencengkram rahang prajurit itu dan berkata "rahasiakan ini dari semua orang,kau mengerti,jika tidak kau akan menerima akibatnya"
Enclair yang mendengar perkataan Tharlute langsung menyuruhnya untuk membawa beberapa biskuit dan kukis.
Sementara itu Vasnela sedang menyeleksi semua penyihir yang termasuk rank tinggi menurut standarisasi klan menemui kesulitan karena penyihir tingkat tinggi itu hanya puluhan orang.
Alviers yang ada disampingya oun memberi solusi mudah.
"Tak perlu mengerahkan penyihir terkuat,cukup kerahkan prajurit serta beast tamer,itu sudah cukup melibas pasukan lemah itu,beast tamer akan memanggil semua monster dan melakukan Stampede ke pasukan musuh."
Vasnela yang tak terpikirkan hal itu,dia memuji Alviers.
"Anda sangat cerdik yang mulia,saya tak memikirkan hal itu"
"Cukup hubungi salah satu organisasi bentukan klan yang berfokus pada beast tamer,yakni organisasi Beast Bone,beri mereka pesan untuk membantu rencanaku berhasil"
Vasnela pun mengerti perkataan Alviers dan dia mengambil kertas dan menulis surat,setelah itu dia menggulung surat itu dan dilemparkan ke luar jendela.
Gulungan itu terbang dengan sendirinya menuju sebuah bangunan,surat itu samoai ke tangan seorang wanita yang mengenakan kalung dari taring,dia sedang duduk di singgasana yang terbuat dari rahang monster raksasa.
Dia membuka gulungan itu dan membacanya,dengan singkat dia membaca surat itu dan menarik nafas dalam dalam dan berteriak.
"ANAK ANAK!,KITA PUNYA PEKERJAAN!!!"
Setelah gelombang suara dati teriakan itu reda muncul beberapa orang memakai baju putih dengan hiasan tulang monsyer yang bervariasi di sekujur tubuh mereka.
Dari kerumunan itu muncul pria berbadan besar berkulit agak gelap,dia memakai pelindung rahang dari tulang rahang monster
__ADS_1
"Pekerjaan seperti biasanya nona?" Tanya pria itu untuk mengkonfirmasi
"Yaa!,tentu saja pekerjaan yang biasa kita lakukan"