Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 48:Berdirinya Ordo Shadewings


__ADS_3

Berita tentang dibentuknya unit khusus di aliansi benua manusia telah tersebar ke penjuru manusia.


Ras lainya pun tak perduli dan tak menanggapi,namun di sebuah barak besar di wilayah selatan kepangeranan.


Terdapat pertemuan para pasukan khusus beserta pejuang berbakat dikumpulkan.


Mereka saling mengakrabkan diri dan bersaing untuk kelayakan mereka dalam posisi yang mereka inginkan di sistem kepemimpinan.


Empat pemimpin negara itu melihat empat pasukan khusus melakukan latihan gabungan.


Sementara di arena banyak penguji dan pengamat yang melihat pertandingan mereka dan menulis beberapa hal di buku catatan yang mereka bawa.


Empat pemimpin negara yang baru sampai di arena itu dipersilahkan duduk dan melihat persaingan mereka.


Terdapat enam belas  pejuang berbakat yang memiliki keahlian khusus yang saling bersaing menggunakan seluruh kemampuan mereka untuk menjadi pemimpin Ordo.


Mereka akan ditempatkan di suatu posisi berdasarkan urutan dari daftar nama mereka.


Jika mereka menang,nama mereka akan naik,jika kalah,nama mereka akan turun.


Ada dua pejuang yang sedang bertarung,dan pejuang lainya pun menonton di tribun arena.


"Mereka sangat hebat,tap aku harap, mereka bertarung dengan adil dan jujur"


"Aku setuju denganmu pangeran Arinfred,para pejuang dan pasukan khusus ini harus ditanamkan beberapa hal baik dalam pikiran dan hati mereka" kata sri paus


Raja Bauthismor pun bertanya pada mereka.


"Siapa pemimpin pejuang yang paling kuat di negara kalian?,aku punya satu,lihat dia"


Raja itu menunjuk ke pria berambut kuning yang memakai zirah


Sri paus pun tersenyum dan menunjuk pada Cleric yang duduk menonton pertandingan.


Lalu ada kaisar yang menunjuk pada pria berotot yang memegang dua gada.


Yang terakhir,Arinfred menunjukkan pria muda yang kelihatannya seperti penyihir.


Di mata semua orang dia terlihat lemah,namun mereka belum melihat kekuatan aslinya.


Setelah empat orang menyaksikan beberapa pertandingan yang membuat mereka terhibur tibalah giliran dari pria yang ditunjuk oleh Arinfred.


Pria penyihir yang terlihat cupu dan lemah itu,berdiri dan turun ke arena dengan sihir levitasi.


"Benifartus,melawan Glarda"

__ADS_1


Ksatria berambut kuning dari kerajaan itu maju dengan membawa pedang besarnya,sedangkan pria berambut hitam panjang yang memakai baju hijau itu maju ke arena dalam keadaan batuk.


"Apa dia tidak apa apa?" Tanya sri paus


"Dia baik baik saja" kata Arinfred tersenyum


Beralih ke arena,ksatria bernama Glarda itu berkata pada Benifartus.


"Apa kau yakin ingin bertarung dengan kondisi sakit seperti itu?" Tanya ksatria itu


"Aku baik baik saja,mari mulai pertempuranya"


Benifartus mengatakan itu dengan suara pelan yang masih bisa didengar oleh ksatria itu.


"Pertandingaan,dimulai!!"


Setelah juri itu mengangkat tanganya,Glarda berlari dengan cepat,dia mengeluarkan tebasan pedang yang sangat cepat dan sukar dilihat pergerakanya.


Benifartus bukanya panik,dia malah mengantuk dan mengeluarkan barrier dari akar pohon besar.


Serangan Glarda bisa ditahan oleh akar itu,ksatria itu terkejut dan mundur,Benifartus mengeluarkan sulur tanaman besar yang mengikat Glarda hingga tak bisa bergerak.


Setelah Benifartus menatanya,di barrier akarnya terdapat banyak duri yang muncul,lalu duri itu melesat ke arah Glarda.


Glarda pun memegang suatu item sihir berupa bidak catur yang berbentuk ksartia yang dilempar ke kanan sisi kanan.


Sedangkan Glarda ada di tempat dimana dia melemparkan bidak nya


"Item sihir pertukaran tempat ya,hmm,kau tak bisa lagi menggunakanya sekarang"


Glarda pun tersenyum dan berkata "aku masih punya dua item yang sama"


Benifartus itu mengeluarkan manusia kayu yang menyerang Glarda,dan Benifartus terlihat sedang mengeluarkan duri duri itu.


Saat duri ditembakkan,semua manusia kayu itu menghindar.


Glarda sedikit kesusahan untuk kepadanya,dia melakukan hal ceroboh yang membuatnya menggunakan item sihirnya.


"Teroboos"


Ksatria itu berlari sambil membelah dua semua manusia kayu yang mencegatnya,dan saat dia melompat dan bersiap mengayun,akar yang kuat muncul dari tanah dan membelit kaki Glarda dan menjaatuhanyaa  ke tanah.


Glarda memotong akar itu namun malah perangnya yang menjadi rusak,dan dihadapanya terdapat duri duri yang akan melesat menuju ke arahnya.


Dia membuang budak itu di sisi kanan ya namun diri itu tak terbang melesat menuju ke arahnya.

__ADS_1


Seketika budak yang dibuang diambil oleh manusia kayu,kemudian dia berlari dan memberikannya pada Benifartus.


"Kenapa dia malah mendekati bidak itu" kata raja


Semua orang memikirkan hal yang sama,si ksatria itu bisa saja berpindah tempat ke dekat Benifartus dan mengalahkannya.


Ksatria itu pun segera berpindah saat manusia kayu itu mempersembahkan budak catur itu pada Benifartus.


Muncul asap pelat di sekitar dan dengan senyuman,Glarda melompat dan mengayun perangnya.


Tetapi sayang,itu bagian dari rencana Benifartus untuk membuat Glarda mendekat padanya.


Glarda terkejut setelah dia melihat akar akar yang mengikatnya.


Akar itu keras sekali sampai pedang Glarda patah saat memotong dengan sekuat tenaga.


Glarda pun menyerah.


Semua orang pun menikmati pertandingan mereka,semua orang bersorak.


Setelah pertempuran mereka,pejuang yang lainya semakin serius untuk bertarung.


Setelah mereka melihat beberapa pertarungan, kini mereka sudah mencapai final,dan tak disangka sangka,Benifartus berhadapan dengan Glarda lagi di final.


Mereka semua bersorak dan menyemangati Glarda untuk membalas kekalahannya,namun jawaban Glarda sangat mengejutkan.


"Aku menyerah"


Semua orang terdiam,dan Benifartus berkata "kenapa kau tak bertarung lagi denganku?"


"Aku tidak ingin bertarung denganmu karena kau memasang barrier yang keras dan hanya diam sepedti itu"


Semua orang tertawa melihat Glarda yang merujuk,dia pun pergi dan pemenangnya adalah Benifartus.


Sekarang mereka sudah mendapat pemimpin Ordo,yakni Benifartus sebagai Grandmaster dan Glarda sebagai Adviser.


Mereka berdua menerima lencana berlambang Ordo mereka.


Sedangkan semua pejuang lain ditempatkan sesuai posisi dari peringkat di daftar nama.


Mereka semua pengamat itu mengumpulkan catatan mereka kepada seseorsng berbaju hitam dan membawa tumpukan buku kecil itu dan pergi.


Di barak,semua pasukan dan enam belas pejuang itu berpesta,sedangkan empat pemimpin negara itu berada di ruangan lain.


Mereka sedang melakukan perayaan berdirinya sebuah ordo yang melambangkan perlindungan dan naungan,sekaligus Ordo ini menjadi cerminan dari aliansi empat negara benua manusia yang terjalin.

__ADS_1


Mereka akan melakukan tugasnya saat semuanya sudah siap.


__ADS_2