Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 53:Gadis Kecil


__ADS_3

Setelah mereka beristirahat beberapa lama,mereka pun mulai terbang dan meruntuhkan kastil itu dengan meteor api besar dari pria yang memakai baju ber ornamen api.


Mereka semua pulang ke kastil dengan terbang,sedangkannpara tawanan dan pemimpin kultus itu diletakkan di awan yang diciptakan wanita ahli ilusi itu.


Wilayah Arcatia sangat dekat dengan kerajaan,mereka hanya harus pergi ke timur dan mereka telah memasuki wialyah sage agung.


Saat mereka terbang tiba tiba terdapat portal di udara yang mengejutkan mereka,semua orang kaget dan masuk perlahan.


Mereka berpindah di ruang tahta kastil,mereka semua berlutut dan Alviers menyuruh mereka pergi kecuali empat kuda hitam dari Chaos Servant.


Mereka meletakkan tawanan dan menyerahkan kantong dimensi ke Alviers.


"Jadi orang ini yang mengadakan pengorbanan para budak yang yeng mereka beli sendiri?"


Mereka pun menjawab pertanyaan Alviers,yang pertama menjelaskan adalah yang terkuat dari kuda hitam,sang pengait.


Pemegang kail itu berkata "Mereka dipastikan cukup kaya tuanku,kami membawa semua jarahan berupa emas,beberapa item sihir tak berguna dan banyak naskah kuno"


Setelah mendengar bahwa mereka merampas naskah kuno,Alviers langsung bersemangat dan menggenggam kantong dimensi itu.


Caseia tiba tiba muncul dalam bentuk spirit dan berkata "Aku sangat familiar dengan naskah kuno yang ada di kantong itu,mungkin dia ada sejak era raja iblis Argiolis"


"Raja iblis kelima dari kerajaan Zefronvela?" Gumam Alviers pelan


Caseia pun mengangguk dan berkata lagi.


"Sepertinya naskah kuno itu diberikan oleh raja iblis itu ke keluarga Dimitryos dari kekaisaran sebagai tanda menjadi Vassal dari iblis"


Alviers menduga jika leluhur dari kultus ini adalah keluarga Dimitryos.


Kemungkinan semua petinggi dan pemimpin kultus yang ditangkap itu masih berbagi darah keturunan dengan keluarga itu.


Wanita berpakaian kuning itu pun menjelaskan beberapa hal.


"Tuanku,menurut salah satu dari anggota kami yang memiliki keahlian penelusuran pikiran yang tadi membantu kami mengulik informasi"


"Mereka mengorbankan budak dengan cara dimasukkan ke dalam lubang,lalu mereka di remukkan mereka dengan batu datar berduri kebawah"


"Setelah itu,esensi jiwa dan darah mereka dimasukkan ke batu kristal"

__ADS_1


Mendengar itu Alviers sangat marah,dia sangat malu mengaku jadi orang kuat tapi dia tak bisa menyelamatkan semua orang yang telah dikorbankan.


"Andai saja aku lebih cepat menemukan kalian,pasti akan dibantai sendiri kultus kalian"


Alviers pun menatap para tawanan yang ketakutan dan mengompol itu.


"Sepertinya aku harus memasukkan kalian ke penjara,dan khusus untuk pria yang dikurung ini,dia akan masuk ke ruang dimensiku"


Lingkaran hitam muncul dan menelan pria itu lalu menghilang,sedangkan anggota kultus itu juga dimasukkan ke portal yang terhubung ke penjara.


"Kalian telah melakukan kerja bagus,aku pasti akan memberi kalian hadiah,namun tunggulah sebentar"


"Aku akan berbicara dengan para pengungsi itu sebagai penyelamat mereka"


Empat orang itu mengangguk dan pergi,sementara Alviers teleportasi ke tenda pengungsian itu.


Semua orang tahu jika sage agung itu kembali ke hadapan mereka,semua mantan budak itu pergi menuju Alviers dan menyikapinya.


"Sage agung!!"


"Penyelamat kami!!"


Alviers dikelilingi oleh segerombolan prajurit Arcatia yang menahan banyak orang itu.


Mereka semua pun mengangguk.


"Jika ada salah satu dari kalian yang ingin pulang,maka kami akan mengantar kalian sampai rumah"


Banyak sekali yang meminta untuk pulang,Alviers pun mengawal mereka dengan banyak prajurit dan penyihir,rencananya mereka akan menuju ke beberapa tempat yang merupakan rumah mereka.


Semua pengungsi yang ingin pulang itu mengemasi barang barang mereka dan bersiap ke barat untuk menuju ke kerajaan.


Alviers pun hanya melihat orang orang berwajah sedih yang mungkin mereka tak punya rumah atau keluarga,mereka pun memindahkan mereka ke suatu bangunan yang layak.


Mereka semua dipindahkan ke sebuah asrama besar di sebuah panti asuhan,wanita dewasa dan anak kecil serta para remaja akan ditempatkan disini.


Mereka mulai sekarang tinggal disana sambil melakukan pekerjaan sebisa mereka membantu semua pengurus.


Semua orang yang tua baik laki laki maupun perempuan ditempatkan ke sebuah panti asuhan khusus lansia.

__ADS_1


Para lansia itu hidup tanpa beban dengan orang orang yang mengurus mereka.


Sedangkan semua laki laki dewasa dialihkan ke barak agar mereka bisa dilatih menjadi prajurit dan menerima gaji untuk menghidupi keluarga mereka yang tinggal di panti asuhan.


Mereka semua berterima kasih para Fermund dan membiasakan diri dengan lingkungan baru mereka.


Setelah beberapa minggu berlalu dengan kedamaian,seorang dari panti asuhan itu melaporkan  para Alviers tentang masalah yang mereka alami.


"Yang mulia sage agung,kami memiliki masalah,tolong beri kami solusi"


"Masalah apa yang merepotkan kalian sampai melapor padaku"


Seorang maid itu memberi tahu jika terdapat gadis berambut perak yang selalu bertingkah aneh.


"Gadis berambut perak itu terkadang bangun di tengah malam dan bersedih,saat kami mendekatinya dia menyuruh kami untuk tak mendekat."


"Didalam dirinya terdapat sesuatu yang membuat kami tak bisa mendekatinya"


Alviers pun merasa jika dia harus melihatnya secara langsung,dia pun mengatakan kepada maid itu,dia akan datang sekarang kesana.


Seperti biasa dia mengeluarkan portal perpindahan,mereka berdua berpindah ke halaman panti asuhan dan dilihat oleh banyak anak kecil.


Mereka berkumpul dan memeluk maid itu dengan bahagia,dan Alviers membelai kepala mereka.


Maid itu memberitahu mereka tentang tamu pentingnya,dan anak anak itu kembali bermain dan tak ingin mengganggu maid mereka yang sedang bekerja.


Mereka berdua menuju ke lantai dua asrama dan membuka pintu ruangan paling pojok,mereka berdua melihat ruangan itu sangat gelap dan semua gorden jendela tak dibuka.


Setelah mereka masuk,terlihat anak kecil diam di kursi di pojokan.


Maid itu membuka gorden dan cahaya silau masuk ke ruangan.


Gadis berambut perak itu menutupi mukanya dengan tangan karena silau.


Maid itu mendekat dan menanyai gadis itu.


"Selamat siang gadisku Godrina,masih mengurung diri dikamar?,lalu apa kau tak menuju pohon besar kali ini?"


Saat Alviers mendengar namanya,dia tersenyum dan berkata "Godrina,nama yang indah sekali untuk gadis imut sepertimu"

__ADS_1


Gadis berambut perak itu melihat Alviers yang membuka tudung nya.


Dia hanya terdiam melihat wajah Alviers selama beberapa saat,dan tanpa sadar tanganya menyentuh pipi Alviers yang dari tadi berada di dekatnya.


__ADS_2