
Tujuh orang itu berusaha bangkit,mereka mengalami luka saat dilempar jatuh tadi.
Alviers mengeluarkan sihir gravitasinya.
Mereka pun pasrah dan tertekan karena gravitasinya begitu kuat.
Alviers menghilangkan Gravitasi itu dan menuju ke suatu ruangan luas dengan portal perpindahan.
Mereka semua dibawa paksa dan dijatuhkan lagi,sekarang semua orang itu terdiam dan hanya pasrah.
Mereka hanya berlutut dan menunduk.
Alviers pun berjongkok dan melihat kakek botak tengah itu dan memegang dagunya.
"Siksaan apa yang sebaiknya diberikan pada kalian"
Semua orang itu ketakutan dan gemetar dan ketakutan.
Mereka pun berani bicara dan meminta ampun kepada Alviers dan beberap penyihir dibelakangnya.
Mereka juga melihat anak kecil didekat Alviers dan kelihatannya dia sangat marah.
Godrina membuka tudung jubahnya,dia melihat tujuh orang itu dengan kemarahan.
Semua orang itu melihat Godrina dengan mata melotot karena terkejut.
"Kau,anggota terakhir dari klan itu!," kata pedagang budak yang dulu membelenggu Godrina
Godrina itu berteriak dengan keras ke pak tua itu dan berteriak
"DIMANA IBUKUUU!!!"
Tujuh orang itu ketakutan dan mundur kebelakang.
Dengan gemetar pak tua itu menjawab "aah,ibumu,aku tahu dimana ibumu,jadi lepaskan aku,aku mengaku salah"
Alviers itu menginjak kaki pak tua itu hingga patah.
Pak tua itu tentu saja berteriak kesakitan dan tujuh orang itu ketakutan sambil menangis.
"Dimana ibunya berada?" Tanya Alviers
"Dia ada di penjara isolasi yang ada di pintu rahasia penjara bawah tanah"
Alviers menatap salah satu penyihir yang ada di belakangnya,lalu penyihirbitu pun menunduk dan pergi.
Sekarang Alviers menuliskan segel budak di dada mereka lalu Alviers memberi rasa sakit yang luar biasa dari kudanya sebagai majikan.
Mereka berteriak kesakitan dan berguling guling seperti ulat,setelah lama mereka mereka merasakan rasa sakit itu,mereka mulai didudukkan di kursi dan tangan mereka di rantai.
"Apa lagi ini!!"
"Hentikan!!,bunuh saja aku!!"
Mereka selalu berteriak seperti itu,namun teriak karena kesakitan meredam keluhan mereka.
__ADS_1
Kuku jari kaki mereka dicabut satu persatu,lalu giliran kuku jari tangan.
Mereka disiksa dengan siksaan yang selama ini mereka lakukan ke budak.
Mereka selalu menyiksa budak dan tak memperdulikanya,sekarang giliran mereka yang merasakan itu semua.
Setelah beberapa jenis siksaan dilakukan,mereka dibaringkan dan Godrina sudah bersiap dengan kapalnya.
Namun Alviers berjongkok dan menatapnya,dia menghentikan putri angkatnya dengan mengatakan sesuatu.
"Mulai sekarang biar aku saja yang melakukannya,aku tak bisa membiarkanmu membunuh orang di usia kecil"
Godrina pun mengangguk dan membuang kapaknya.
"Dan aku akan memberikan mereka waktu istirahat karena kita semua sedang menunggu ibumu untuk datang dan melihat"
Godrina memeluk ayah angkatnya itu sembari melihat tujuh penjahat itu dengan kebencian.
dia juga berharap ibunya bisa datang lebih cepat kemari.
Sementara itu di markas tujuh bintang di kota Nogfarde,prajurit Shadewingsengepung markas yang berupa mansion besar itu.
Dan sebagian orang menjauhkan para penduduk sipil dari lokasi dan mengatakan informasi kejahatan dari penghuni mansion.
Semua rakyat sipil itu ketakutan,mereka sudah hidup bersama dengan penjahat kejam.
Dan disisi lain mereka sangat bersyukur mereka bisa ditangani.
Penyihir yang disuruh oleh Alviers itu turun ke mansion,prajurit dan slah satu elit pria dari Shadewings itu sudah mengetahui jika dia berasal dari Arcatia.
"Aku diperintahkan sage agung untuk membawa seorang wanita yang dikurung di penjara"
Pria itu pun membalas "kalau begitu kau sudah telat, aku sudah memindahkan mereka ke tempat aman"
Penyihir itu pun menghela nafas dan menjawab Pria yang kelihatanya suka merendahkan orsng lain
"Ada seorang wanita yang dikurung di penjara isolasi,dan aku diperintahkan untuk menyelamatkanya"
Pria pemanah itu memegang bahu penyihir yang masuk ke dalam itu.
"Disana banyak musuh" kata pria pemanah itu.
Penyihir itu melepaskan tangan pria itu dari bahunya dan pergi masuk.
Pria memanen itu meludah ke tanah dan berbalik ke kursinya untuk meminum wine.
Penyihir itu masuk dan membantai semua prajurit didalam sekaligus para penyihirnya,dia menuju penjara dan memeriksa dengan meraba raja disekitar tembok.
"Aku hanya harus meraba tembok untuk menemukan pintu rahasia itu" gumam penyihir itu
Saat penyihir itu tak sengaja menekan sesuatu.saat meraba tembok,pintu rahasia itu terbuka dan dia melihat penjara agak jauh dari pintu.
Dia pun mendekat dan melihat wanita cantik berambut perak yang terkejut melihat penyihir itu.
Wanita itu pun berteriak "SIAPA KAU!!"
__ADS_1
Penyihir itu pun terkejut,saat dia selesai bernafas menenangkan dirinya,dia mendekat ke penjara dan berkata "Aku adalah penyihir yang dikirim sage agung untuk menyelamatkan anda"
Wanita itu mengermyitkan dahinyabdan berkata "sage agung?,siapa sage agung itu?"
Penyihir itu pun membalas perkataannya.
"Dia penguasa sari wilayah besar Lembah Phyrine"
Wanita itu masih kebingungan dan menjawab jika lembah itu tanah sengketa.
Penyihir tadi menghela nafas s dan kesal karena wanita itu banyak bicara.
Penyihir itu mengatakan sesuatu yang membuat dia terkejut dan ingin segera meninggalkan tempat ini.
"Sage agung kami sudah menyelamatkan putri anda,bukankah nama putri anda adalah Godrina?"
Wanita itu terkejut dan memegang jeruji besi itu dan melihat ke penyihir itu Dengan tatapan yang lurus dan merasa terkejut.
Dia berkata "Aku ingin bertemu dengan anakku"
Penyihir itu meminta wanita itu mundur dan mulai melelehkan besi.
Saat besi itu leleh,penyihir itu membekukan besi panas agar wanita itu bisa keluar dengan aman.
Ikut aku ke negara Arcatia sekarang juga.
Wanita itu hanya mengangguk dan mengikuti penyihir itu.
Setelah keluar dari mansion itu,pria pemanah tadi berdiri melihat penyihir itu keluar dengan wanita cantik.
Pria itu pun menghampiri mereka dan melirik ke wanita itu.
Penyihir itu pun dengan menahan kemarahan berkata "Apa mau mu sekarang?"
Pria pemanah itu berkata "aku ingin memeriksa wanita itu,siapa tahu jika dia menyembunyikan hal berbahaya"
Semua orang itu mundur menjauh dan ketakutan ketika melihat keberanian elit mereka yakni pria pemanah.
"Jangan melewati batasmu"
Pria pemanah itu pun mengatakan sesuatu yang membuat penyihir itu marah.
"Lupakan perintah bodoh dari sage agungmu dan berikan wanita itu kepadaku"
Penyihir itu mengeluarkan aura kegelapan dan mencekik pria itu,segera saja penyihir itu membenamkan pria itu ke tanah.
Lalu penyihir itu menyeretnya hingga tanah berumput si sekitaran mansion itu dari rusak.
Setelah penyihir itu menyeretnya dia mengangkatbpria itu dan melemparnya ke batu besar.
Setelah asap mengelul itu hilang,terlihat pria pemanah itu tak sadar dan matanya memutih dan tubuhnya kotor penuh luka lecet.
"Ayo pergi" Kata penyihir agung.
Wanita yang menahan marah itu pun tenang dan ikut terbang dengan penyihir itu menuju ibukota Arcatia.
__ADS_1