
Wanita yang menerima surat memberitahukan kepada semua orang yang berkumpul untuk menyiapkan beast berkulit keras,dia hatus memenuhi permintaan ketua klaan mereka dengan serius dan hati hati,dengan keberhasilan merekalah hadiah besar akan diberikan oleh ketua klan.
"Ketua klan ingin kita melakukan stampede melawan penyihir,jadi kalian tak boleh mengirim monster yang biasa biasa saja,kirimkan monster berkulit keras yang kebal terhadap serangan"
Mereka berpencar menyiapkan beberapa monster,di markas mereka,semua monster sudah digolongkan dan dimasukkan ke kandang lebar,kini mereka mencari hewan berkulit keras.
Mereka hanya terpikir satu hal mendengar kriteria dari pemimpin mereka,mereka pun langsung menuju kandang monster itu.
Beralih ke Alviers yang berada di ruangan pribadinya,dia duduk di sebuah bangku dengan tinta dan pena di sebelah kirinya juga segel lilin cair beserta stempel,dia melihat semua rangkuman dari pajak yang dikumpulkan oleh Vassal mereka.
"Hmm,tak ada hambatan,dan pajak bulan ini diturunkan sedikit olehku,dan juga semuanya disimpan di brankas besar organisasi Wealth Keeper.
"Dan di kiriku terdapat ulasan yang lainya juga,hari ini hari yang merepotkan"
Alviers memeriksa laporan dan ulasan yang terdapat di mejanya,dia menulis balasan berdasarkan ulasan yang dia baca,setelah menulis balasan dari ulasan.
"Waktunya menstempel"
Dia memasukkan beberapa lilin yang dipotong dadu kecil di sendok kekung yang dalam,dan dia menaruh sendok itu di tungku kecil untuk melelehkan lilinya.
Setelah semuanya lelehdia menuangkan ke kertas yang tertulis balasan dari ulasan yang diberikan.
Sangat repot untuk melelehkan lilin lagi dan lagi untuk distempel ke semua kertas itu,namun dia harus tetap melakukanya sendirian karena semua orang sibuk dengan urusan masing masing.
Setelah Alviers menyelesaikan pekerjaanya itu,dia menyutuh beberapa penyihir untuk mengirimkanya ke berbagai tempat dengan sihirnya.
Sekarang Alveirs hanya bersantai,dia menuju ke perpustakaan untuk menghilangkan rasa bosanya.
Sementara itu Enclair sedang menunggu teh pagi hari yang sedang dibuatkan oleh babunya Tharlute,dia akhirnya menyeduh teh pemberian Arinfred.
Enclair duduk di meja bundar dengan payung besar dan dua kursi yang ada di luar ruangan, dia tak sabar ingin merasakan teh berkualitas itu.
"Ini dia teh anda nonaku"
Tharlute membawa nampan yang diatasnya disusun teh di teko keramik beserta cangkirnya,tak lupa dia membawa madu dan susu yang ditaruh di wadah kaca.
__ADS_1
Tharlute menaruh tehnya di meja,Enclair meminum teh itu dengan nikmat dan sepertinya melupakan sesuatu.
"Mana biskuit dan kukisku Tharlute?" Tanya Enclair
"Segera datang"
Tharlute mengambil piring yang terdapat Assorted Biscuit yang disusun rapi dan juga berbagai jenis pastry yang memiliki tampilan menarik yang menggugah selera.
"Nona,ini biskuitmu,dan juga aku sudah menyiapkan pastry enak buatan patissier ahli yang kubayar untuk membuat pastry di dapur benteng"
Mendengar inisiatif dari Tharlute,Enclair mengeluarkan tiga kantong koin emas sebagai hadiah karena inisiatifnya.
"Aku mengapresiasi inisiatifmu,pertahankan pattisiere itu untuk tetap disini selama aku masih menetap disini"
Tharlute tersenyum dan menyimpan tiga kantong itu,dia senang tetapi didalam hatinya, dia ingin Enclair segera pergi dari benteng itu.
"Aku bisa mendengar suara hatimu Tharlute,dan aku akan tinggal disini sampai pria bernama Arinfred datang kemari"
Sebelum Enclair memasukkan kukis itu ke mulutnya,seorang prajurit datang menginterupsi waktu minum tehnya.
Enclair menatap tajam kepada prajurit yang datang,seketika prajurit itu takut dan mundur kebelakang.
"Tenanglah nonaku,mungkin dia kesini menyampaikan sesuatu yang penting,kita dengar dia dulu"
Enclair kembali tenang dan memakan kukisnya,prajurit itu menunduk ke Enclair untuk meminta maaf dan mulai menjelaskan
"Nona Enclair,terdapat selusin pria yang ingin bertemu dengan anda,dari pakaianya,mereka adalah orang dari kepangeranan"
Enclair meminum tehnya dan berkata, "apa ada diantara dua belas orang itu seorang pria yang berambut panjang dan berambut kuning kecoklatan"
Prajurit itu menggeleng gelengkan kepalanya.
"Bawa mereka kemari bertemu denganku" suruh Enclair
Dua belas orang itu memasuki benteng,mereka menaruh kudanya di istal benteng lalu berjalan menemui Enclair.
__ADS_1
Dua belas pria itu datang,mereka berhenti dan menjaga jarak,mereka berdiri agak jauh dari lokasi Enclair duduk.
"Siapa yang pemimpin diantara kalian?" Tanya Enclair.
Seirang pria di tengah mengangkat tangan,Enclair melambaikan tanganya untuk menyuruh prajurit itu mendekat.
Prajurit itu berdiri di dekat Enclair,Tharlute yang ada di sisinya tetap tersenyum seperti orang yang ramah senyum.
"Kenapa tuan Arinfred tidak kesini bersama kalian?" Tanya Enclair
Dengan gugup pria itu menjawab "tuanku Arinfred sedang mempersiapkan pasukanya dan akan datang nanti sore menemui sage agung,dan tuanku Arinfred menginginkan serangan dilakukan besok pagi"
"Terserah dirinya,yang penting dia tak melenceng dari rencana yang sudah direncanakan oleh sage agung" Jawab Eclair
Enclair pun melihat ke Tharlute dan menyuruh mereka untuk menjamu mereka di ruang makan dan menyuguhkan minuman yang enak untuk menghilangkan dahaga dua belas orang itu.
Dengan ramah Tharlute mengantar mereka ke ruang makan dan menyuguhkan minuman sembari menunggu makananya tiba.
Enclair menikmati waktu minum tehnya dengan tenang lagi,dia menghabiskan waktu untuk menghabiskan pastry enak itu setelah meminum habis tehnya.
Setelah siang hari,cahaya matahari mulai terik,Enclair pun memasuki benteng dan membaca buku.
Banyak buku menarik yang tak diduga oleh Enclair,di benteng yang penuh dengan pria maskulin yang melatih tubuhnya dengan pekerjaan kasar,terdapat beberapa buku pengetahuan umum.
Beberapa waktu kemudian terdengar suara ringkikan kudan dan suara berjalan dari banyak orang.
Tiba tiba seorang prajurit membuka pintu ruangan pribadinya dan berkata "maaf mengganggumu nona Enclair,tapi pria yang kau tunggu sudah datang"
Enclair menaruh bukunya dan menuju ke luar benteng,saat dia membuka pintu masuk benteng,dia melihat dua belas orang itu menunduk pada Arinfred yang sudah datang.
"Tuan Arinfred,ternyata kau datang lebih awal,kukira kau akan kemari saat sore seperti yang bawahanmu beritakan padaku"
Arinfred menghampiri Enclair dan menunduk memberi hormat
"Sepertinya aku mempersiapkan semua yang kuperlukan dengan cepat"
__ADS_1