
Suasana disitu menegang,semua petinggi klan dan anggota penting klan melihat pangeran yang memuakkan itu.
"Antar pengawalnya pergi,aku hanya berurusan dengan pria ini,mereka tak termasuk"
Seketika empat penyihir menyeret empat orang pengawal itu menuju balkon di kastil dan mengembalikan mereka ke rombongan dari kekaisaran.
Mereka terbang cepat menuju rombongan dari empat kerajaan itu.
Beralih ke raja kerajaan Norvins,saat raja itu bergegas pulang,prajurit dari tiga negara lain bertanya padanya.
"Raja dari Norvins kenapa kau keluar duluan, bagaimana yang lain,bagaimana kabar sang uskup?" Tanya seorang pasukan dari kepausan
Raja itu menjawab "ksatria kekaisaran dan uskupmu sepertinya sedang dijamu,mereka menunggu urusan kita selesai,baru setelah itu mereka menemui sage" jawab Raja
Lalu masalahmu sudah selesai kan,lantas,kenapa pangeran kami tak kembali bersamamu
"Karena Sage agung sudah mengampuni aku,maka aku disuruh pergi,mungkin ia disana karena masih belum bisa meredakan amarahnya,asal kalian tahu,sage agung itu sangat menakutkan dan mengintimidasi,aku bodoh karena telah membuatnya marah" kata raja itu
Tiba tiba empat penyihir yang membawa empat pengawal kepangeranan pun datang ke kerumunan pasukan dari empat negara itu.
Seorang prajurit dari kepangeranan mengenali empat orang yang dibawa oleh penyihir itu dengan terbang dilangit.
"Itu pengawal yang masuk bersama pangeran" kata prajurit kepangeranan.
Raja yang baru saja ingin pulang itu bertanya pada penyihir itu atas nasib pangeran itu.
"Penyihir,bagaimana kondisi pangeran itu,apa dia dalam keadaan yang buruk?"
Mendengar itu semuanya khawatir dan penasaran tentang apa yang terjadi disana.
"Sepertinya sage agung masih berbicara dengan pangeran itu,entah butuh waktu berapa lama" jawab penyihir itu,
Mereka pun kembali menuju kota besar klan Synore di balik gunung.
"Katakan sebenarnya apa yang terjadi disana?,jelaskan padaku?" Tanya pria botak dari barisan ksatria kekaisaran
"Situasi disana mencekam,kita berdua memasuki ruang tahta untuk bertemu sage agung yang kita pun tak bisa melihat wajah dan perawakanya,karena tertutup oleh tudung dan jubahnya"
Mendengar verita itu mereka mulai mengira dan membayangkan Alviers adalah sosok bayangan hitam yang memakai jubah bertudung.
"Lanjutkan" kata prajurit dari kepausan
"Lalu didalam ruang tahta itu banyak sekali orang yang kelihatan berbahaya dan juga sangat mengerikan,sepertinya orang orang itu adalah petinggi klan atau bawahan dari sang sage agung itu sendiri"
__ADS_1
"Berarti sekarang pangeran sedang berbicara dengan sage agung itu dengan ditatap oleh orang mengerikan,bagaimana ini!,kita ingin menyelamatkanya,tapi jika naga itu menyerang, kita akan mati" kata prajurit kepangeranan itu kebingungan
"Tunggu saja disini,jika pangeranmu itu tak kunjung datang,mungkin tandanya sang sage agung itu tak mengampuninya," kata raja itu menakut nakuti
Beralih di ruang tahta,sekarang si pangeran yang narsis itu sedang ketakutan,sejarang dia hanya sendirian dan berhadapan dengan seorang sage yang kuat,wajahnya terlihat jelas jika dia tak ingin berada disana lebih lama lagi.
"Kenapa anda tak mengampuniku,beri aku alasanya,atau,atau suruh saja aku untuk melakukan apapun yang bisa membuatmu senang dan mengampuni aku" kata pangeran itu
"Tindakan itu tidak perlu untuk dilakukan,dan aku hanya ingin dirimu mengingat apa yang pernah kau ucapkan pada utusanku" kata Alviers
Pangeran itu mengingat ingat kejadian dimana saat utusan dari Alviers itu datang,setelah ia mengingat ingat,dia pun perlahan mengingat perkataanya pada utusan itu,dia pun langsung bersujud dan meminta maaf.
"Aku mengingatnya,aku mengaku salah dengan mengatakan itu,aku hanya ingin pengampunanmu,kalau bisa aku akan jadi pelayanmu"
Dua utusan yang pergi ke kepangeranan Blumard itu datang ke depan dan memberitahu apa saja yang sudah dikatakanya.
"Kalian semua perlu tahu jika dia mengatakan sesuatu yang menyakiti hati kami,dan kami masih belum memaafkanya"
"mungkin kalian juga akan tersakiti jika mendengar perkataan yang dilontarkanya saat kami menemuinya sebagai utusan"
Dua orang utusan itu akan mengatakan semua yang ia dengar dari pengeran itu ke semua anggota penting klan Synor yang semuanya hadir di tempat itu.
"Dengarlah wahai semua orang yang sudah hadir disini,aku akan memberitahu,apa yang dia katakan tentang kita"
"DIA BERKATA KALAU KITA ADALAH ORANG LEMAH YANG TAK PERLU DIPEDULIKAN!!!,"
Mendengar itu semua orang mulai tersulut amarah dan meneriak pangeran itu
"Beraninya kaau!!"
"Serangga lemah sepertimu berani mengatakan itu!!!"
"Akan kuhancurkan seluruh kerajaanmu"
Pangeran itu makin ketakutan mendengar teriakan amarah dari semua orang yang hadir disitu,hingga ia pun terkencing.
Semua orang disitu menertawakanya dengan suara keras dan menghinanya,mengatakan perkataan yang menyayat hati bagi pangeran itu.
"Bah!,dia telah ketakutan melihat amarah kita hingga kencingnya keluar hahaha!"
"Sekarang pangeran tampan menjadi seranggga sampah yang mengompol"
Pangeran itu tak berkutik mendengar hinaan itu,dalam hatinya dia ingin membalas,namun ia sendirian,dia pun menatap ke Alviers dan Vasnela yang hanya diam.
__ADS_1
Utusan itu hendak bicara lagi,ia ingin memberitahu semua apa yang dikatakan pangeran itu kepada semua orang yang hadir
"Adalagi satu perkataanya yang membuat kita lebih tersakiti"
Semua orang itu ingin mendengar apa yang pernah dikatakan oleh pangeran sampah itu sebelumnya.
"DIA BERKATA BAHWA KITA ADALAH SEKELOMPOK ORANG BODOH YANG MENCARI PERHATIAN!!!"
Semua kerumunan itu marah dan ingin sekali mencabiknya,tapinmereka tak bisa melakukan itu karena jika melakukan suatu hal tanpa Izin Alviers,hukumanya bisa kematian yang mengerikkan.
"Yang mulia Alviers pemimpin kami,biarkan dia mendapat sesuatu yang lebih buruk dari kematian!" Kata pria berwajah preman di sekitar delapan orang petinggi klan.
Alviers pun mengangkat tangan,semuanya mulai sunyi dengan sekejap,Alveirs mengatakan sesuatu yang membuat si pangeran itu tak kan pernah melupakan apa yang akanbAlviers sampaikan padanya.
"Sekarang kau ingin meminta ampun hah,sekarang aku akan mengatakan satu hal padamu,dengarkan baik baik" kata Alviers dengan nada suara yang menakutkan.
Pangeran yang bersujud dan menangis itu menatap Alviers,ia pun mencoba diam dan mendengar
"Aku akan mengampunimu,kau sekarang bebas"
Mendengar itu,semua orang sunyi tak bersuara,mereka pun tak ingin menanyakan apa alasan pemimpin klan mereka mengatakan hal itu.
Akhirnya salah satu petingginya itu maju dan mencoba menanyakan alasan dari perkataan Alviers,dia adalah seorang pria kutu buku yang kelihatanya cerdik.
"Yang mulia,aku ingin tahu alasan kenapa anda mengampuni mereka,beritahu kami" pinta pria itu
"Aku mengampuninya karena ia terlihat sangat menyedihkan,dia adalah pangeran yang selalu memiliki kebanggaan diri yang tinggi,dia pasti selalu berkaca mengagumi dirinya,dan kita membuatnya menjadi seperti sampah dan pecundang yang meringkuk ketakutan seperti ini" kata Alvier sambil menunjuk ke arah pangeran itu
Mendengar hal itu,semua orang tak bisa menahan gelak tawanya lagi,bahkan Vasnela yang tadi diam juga mulai tersenyum untuk menahan tawa,namun ia tak bisa menahanya.
Melihat dia ditertawakan oleh wanita cantik seperti Vasilea membuat harga dirinya hancur berkeping keping.
"Pergilah ke kerajaanmu pangeran,aku sudah mengampunimu,aku akan memindahkanmu ke prajurit pengawalmu"
Tubuh pangeran itu tiba tiba hilang dan berpindah di kerumunan prajurit dari empat negara itu.
Melihat pangeran itu yiba tiba ada disana dengan kondisi menyedihkan itu,semua orang terkejut sekaligus menahan tawa.
"Yang mulia!,apa yang sudah mereka lakukan padamu hingga jadi seperti ini!"
"Sepertinya kau dihina habis habisan oleh semua orang di ruangan itu"
Mendengar itu,pangeran pun terpancing amarah,ia pun menatap raja itu dengan tatapan membunuh yang membuat semua orang terkejut dan sedikit takut.
__ADS_1
Sepertinya yang dikatakan oleh raja itu benar adanya,mereka menjadi penasaran apa yang telah terjadi disana.