Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar

Harem Milik Sage Dan Kekacauan Besar
Chapter 38:Pembangunan Kota


__ADS_3

Malam hari di ibukota Arcatia,Orvietta besama lima orang wanita itu sedang berada di ruangan pribadi Alviers besama Vasnela dan Orvina


Lima wanita itu berbicara bersama Vasnela yang disampingnya ada Orvina yang tampak senang jika para wanita itu datang dan berkumpul.


"Saat aku dewasa,apa aku bisa seperti mereka?" Gumam Orvina


Orvietta pun menuju ke pangkuan ayahnya yang sedang membahas tentang sembilan suku barbar.


Orvietta yang tadinya selalu merangkul lengan Alviers,mulai duduk seperti biasa saat Orvina mendekat ke ayahnya.


"Apa yang yayah lihat di lertas itu?" Tanya Orvina


"Aku sedang melihat informasi tetang sembilan suku barbar yang tinggal di negara kita"


Orvina bingung mendengar kata suku barbar,ia ingin bertanya,tapi sebelum bertanya Alviers menjawabnya duluan.


"Suku barbar itu adalah sekelompok orang kuat yang tinggal di hutan dan lembah,mereka pandai berternak dan berburu,ada beberapa suku barbar yang sangat jahat"


Orvina bukanya takut malah bersemangat,dia ingin melihat suku barbar itu langsung.


"Kamu tak takut putri kecil?,Mereka adalah orang liar tanpa aturan yang suka membunuh" Tanya  Orvietta sambil menyentuh hidung Orvina


"Tetap saja aku ingin melihatnya!!"


Alviers mengelus elus Orvina dan berkata "baiklah,besok putrinya akan bersama pengurusnya akan melihat mereka"


Orvina kegirangan,dia berlari kesana kemari dan keluar dari ruangan,Vasnela dan lima orang yang melihatnya bertanya tanya apa yang membuat Orvina begitu senang.


"Sekarang jelaskan padaku"


Orvietta menarik nafas dan berkata "sembilan suku yang ikut bermigrasi berasal dari wilayah tengah dan selatan wilayah Bruvins,sembilan suku itu terdiri dari suku Govars,Pegrine,Visar,Midfas,Odomirs,Durvendan,Linoster,Crogen dan yang terakhir adalah Savarus"


Alviers tersenyum melihat banyak orang datang ke wilayahnya dan membangun peradaban di bawah nama Arcatia.


Tak dapat dipungkiri mereka ke Arcatia hanya untuk keuntungan besar yang ditawarkan,namun Alviers tak masalah dengannitu karena dia membutuhkan mereka untuk menetap selamanya disini.

__ADS_1


"Semua Filem tanah sudah siap bukan?"


"Tentu saja tuanku,kami juga telah membeli semua bahan bangunanya,biarkan mereka yang merancang,dan kami yang akan membuat"


"Hmm,bagus"


Alviers merangkul Orvietta dan menuju ke kamar.


Pagi pun tiba,Alviers sedang memakai bajunya dan pergi menemui putrinya,untuk melihatnya yang ingin sekali melihat suku barbar itu.


Dia sampai di kamar putrinya,Orvina yang sudah rapi mendatangi ayahnya dan memeluk kaki Alviers,Orvina sangat kegirangan.


Sementara itu semua anggota kepala suku sedang membuat rancangan untuk kota mereka sendiri,mereka memulai perencanaan itu dari pagi pagi sekali sampai sekarang.


"Kita akan membangun ini semua setelah pekerjanya datang,kalian semua bersemangatlah"


Dari keputusan mereka tadi pagi,Gunther dan Sterena akan menjadi penguasa kota dan penasihat.


Sedangkan yang lainya memimpin semua orang orang dari suku mereka masing masing di beberapa distrik yang sudah mereka tentukan.


Untuk wilayah suku Govars dan Savarus,distrik suku mereka berada di dekat mansion besar itu,mereka menamai distrik itu dengan nama suku mereka.


Ada juga beberapa arsitek yang ikut membantu,mereka berkenalan dengan kepala suku barbar itu,dan para arsitek itu melihat rancangan buatan mereka dan mengangguk angguk.


"Mari kita bekerja sekarang" kata arsitek itu


Semua kepala suku kecuali Vildas dan Lisetta ikut bekerja dengan semua lelaki dari sembilan suku itu.


Vildas dan Lisetta mengumpulkan wanita dan anak anak serta orang tua di perkemahan,mereka semua sedang dijaga oleh Prajurit Arcatia sekarang.


Mereka membangun pondasi tembok kota berdasarkan perhitungan matematika dari arsitek,golem itu memotong batu dan menyusunnya.


Kali ini semua laki laki yang niatnya ingin bekerja itu hanya diam saja melihat golem itu mengangkat dan menyusun bebatuan.


Mereka melongo dan hanya diam sampai tembok kota dan menara hampir selesai di bangun.

__ADS_1


Setelah itu baru mereka bisa bekerja,mereka menyusun batu membuat pintu gerbang,mereka juga mendesain tembok sedemikian rupa,mereka juga meletakkan penutup atau atap di atas menara.


Golem dibantu para laki laki itu membuat mekanisme gerbang,yakni jeruji besi gerbang dan pintu dari kayu lebar yang sangat berat.


Mereka membangun parit dan jembatan naik turun yang nantinya akan menjadi perlindungan pertama setelah jeruji besi.


Waktu makan siang tiba,semua lelaki mulai makan siang sementara para golem membuat pondasi mansion besar dan fasilitas publik.


Orvina pun datang berkunjung bersama pengurusnya dan ditemani oleh salah satu bawahan Orvietta.


Orvina kagum melihat bangunan itu,dan juga dia kagum dengan suku barbar itu,mereka bersama sama tertawa dan bercengkrama selama waktu makan siang.


"Mereka tak terlihat seperti orang yang ganas" kata Orvina


Orvietta mengelus kepala Orvina dan berkata "Kau benar putri kecil,mereka agak berbeda dari suku barbar lain,mereka selalu menerima hal baru dan mempelajarinya"


"Jadi mereka suka baca buku sepertiku"


Orvina hanya tersenyum melihat Orvina yang melihat suku barbar itu dengan serius.


Semua laki laki itu kembali bekerja,mereka pun bersemangat dan berteriak,pembangunan yang dilakukan oleh gulem tinggal dituntaskan oleh mereka semua.


Bangunan mansion hampir jadi,namun mereka berhenti bekerja karena sudah sore.


Semua pria memanfaatkan waktu istirahat mereka sebelum gelap dengan menggali tanah dan membuat pemandian umum yang hanya diberi tembok kayu dan dan diberi atap.


Pemandian perempuan dan laki laki dipisah,mereka menggali lingkaran kolam yang sangat luas,mereka membuat saluran pembuangan air setelah mereka semua selesai mandi.


Setelah kolam nya dibuat,beberapa Shaman mengeluarkan sihir air untuk memenuhi kolam,semua orang mandi bergantian dan setelah tubuh mereka bersih,mereka segera memasak untuk makan malam.


Sementara itu Alviers hanya diam mendengar putrinya bercerita dengan suara keras,dia tersenyum pada putrinya.


Alviers melihat kertas yang ada di meja,seorang penyihir yang memberinya kertas itu.


Alviers mengelus kepala putrinya dan menyuruhnya untuk bercerita ke yang lain,Orvina pun pergi dengan berlarian.

__ADS_1


Alviers melihat kertas itu dan mendapat informasi lagi dari Wandering Shadow,dia melihat itu dengan tertawa pelan,lalu menunjukkan mata melorotnya ke surat itu.


Alviers menaruh surat itu dan  beranjak dari sofa dan langsung berteleportasi ke lembah besar lalu terbang ke wilayah Bruvins.


__ADS_2