
Alviers terbang tanpa suara di malam hari,dan dengan kecepatan tinggi,dia sekarang sampai di Bruvins.
Terlihat tenda berwarna emas dipasang agak jauh dari wilayah suku Govars.
Alviers melihat tentara kekaisaran itu berdebat dengan tentara Arcatia.
Terdapat segerombolan prajurit kekaisaran berhadspan dengan lima prajurit Arcatia,ada banyak juga pasukan Arcatia yang melihat prajurit kekaisaran itu dari tembok.
Alviers mengambang melihat mereka semua.
"Apa katamu,semua orang di desa ini sudah pindah,dan kalian menjaga tempat ini"
Seorang prajurit yang kurus maju dan bertanya ke prajurit Arcatia
"Aku tak percaya jika mereka pindah,dan juga kenapa kalian disini?"
Salah satu pasukan Arcatia menjelaskan tentang migrasi sembilan suku ke wilayah Arcatia.
Dan pria itu juga menjelaskan bahwa mereka diperintahkan untuk menjaga properti yang tidak mereka bawa sepenuhnya.
"Mereka migrasi ke wilayah Arcatia,tak mungkin,siapa yang bisa membuat orang liar yang sudah mendiami tanah ini berpuluh puluh tahun lamanya mulai bermigrasi"
Perkataan salah satu prajurit kekaisaran itu membuat semua prajurit kekaisaran curiga.
Saat salah satu dari mereka membuka gerbang,terlihat semua lampu di desa mati dan hanya ada tenda dan api unggun.
"Mereka benar benar pergi,ayo kita masuk dan cari reliknya"
Segera saja terjadi bentrok antar dua pasukan itu,prajurit Arcatia mendorong mereka keluar sedangkan pasukan kekaisaran yang terkejut karena mereka tak terluka setelah ditusuk dengan tombak di dada mereka.
"Dasar orang orang buta,baju zirah prajuritku dilengkapi dengan sihir perlindungan"
Setelah mendengar tentang relik itu,Alviers berpikir.
Mungkin akhir akhir ini pihak kekaisaran mengganggu mereka karena Mereka mengetahui di wilayah Govars terkubur suatu relik.
Namun saat pencarian,mereka mungkin kesusahan karena harus berhadapan dengan suku Govars.
Suku sangat kuat meskipun mereka adalah sekumpulan orang di desa terpencil dekat hutan.
Itu bisa dibuktikan oleh kekaisaran yang tak pernah masuk ke dalam kota.
Alviers pun memutuskan untuk menunjukkan dirinya dan mengintimidasi pasukan kekaisaran.
"Beraninya kalian begitu saja menerobos ke desa,apa kalian cari mati"
Dua pasukan itu melihat ke atas,semua pasukan Arcatia hanya terdiam menganga lalu segera berlutut.
"Salam sage agung!!"
__ADS_1
Pasukan kekaisaran itu gemetaran,mereka melihat semua prajurit Arcatia berlutut lalu mendongak melihat Alviers.
Alviers melotot dan semua yang mendongak melihatnya menjadi kaku tak bisa bergerak.
Semua pasukan Arcatia berdiri kembali setelah Alviers mengangkat tanganya.
Alviers pun turun dan melepaskan salah satu prajurit kekaisaran,prajurit itu jatuh dan bernafas berat,Alviers menginjaknya dan menanyai prajurit itu.
"Siapa yang mengetahui jika ada relik disini?"
"Duke Vitzar"
"Dimana dia tinggal?"
"Kota Carnisus"
Prajurit itu menjawabnya dengan mudah,tak seperti prajurit musuh yang menolak memberi tahu.
Dia juga bukan seperti musuh yang dilatih untuk selalu bungkam meski disiksa terus menerus.
"Baiklah jika begitu"
Alviers mengetikkan jarinya dan semua prajurit kekaisaran yang terlepas dari sihir ketakutan level tertinggi itu bernafas dengan berat,dan mengompol.
"Kalian harus pergi dari sini,aku beri waktu satu jam untuk bersiap,saat ini juga aku akan ke majikanmu"
Prajurit kekaisaran itu hanya mengangguk dan berjalan pelan tanpa menengok ke belakang.
"Aku hanya menanamkan ketakutan yang luar biasa sehingga mereka tak bisa bergerak"
Semua prajurit itu diam saja sambil tersenyum setelah mendengar apa yang Alviers katakan.
"Lakukan tugas kalian dengan serius,aku akan menuju kota "
Alviers menuju kota dengan kecepatan kilat,dia melihat gemerlap kota disaat malam,dan melihat suasana kota yang hidup.
Alviers turun ke mansion,beberapa penjaga yang hendak menghadangnya dibekuk dengan sihir tanah yang menyelimuti badan mereka.
Alviers berjalan dengan santai mendekati madu yang ketakutan itu.
Alviers memegang dagu dan mengangkat wajahnya,lalu dia berkata "dimana Duke Vitzer?"
"Di-di-ruang pribadi"
Alviers pun tersenyum dan pergi meninggalkan maid itu.
Setelah Alviers masuk ke mansion,maid itu terjatuh dan berkeringat dingin
Alviers memanggil Caseia,dan seperti biasa dia selalu berputar putar di sekitaran Alviers saat muncul,dia selalu mengambang dibelakang Fermund.
__ADS_1
"Ada apa memanggilku,?butuh bantuan?" Tanya Caseia yang meregangkan tubuhnya seperti sehabis bangun tidur
"Bukankah kau adalah ratu bayangan,jadi,keluarkan Shadow minnion mu menyebar mengelilingi mansion ini untuk menemukan seorang pria"
Seketika dari punggung Caseia keluar tangan bayangan yang panjang,lalu tangan itu terpisah pisah menjadi gumpalan hitam dan berbentuk manusia.
"Temukan pemilik rumah ini,dan bawa dia ke hadapan priaku,juga jika ada beberapa hal menarik,ambil saja"
Manusia bayangan itu mengangguk dan menyebar dengan cepat.Alviers pun mengeluarkan kursi dari sihir penyimpanan dimensi,dia duduk menunggu,sedangakan Caseia masih mengambang memperhatikan sekitar.
Setelah beberapa waktu menunggu,suara teriakan terdengar dari arah tangga.
"Lepaskan aku!,dasar kau,monster aneh!!"
Alviers pun berdiri dan melihat Manusia bayangan itu memegang tengkuk seorang pria paruh baya dan melemparkanya di hadapan Alviers.
"Apa tak ada hal yang menarik?" Tanya Caseia terhadap manusia bayanganya.
Caseia sepertinya menerima tempati dari manusia bayanganya,dan mengangguk sambil tersenyum dengan wajah serakah.
Pria itu pun menyentuh lukanya akibat dilempar oleh manusia bayangan itu,saat dia melihat Alviers yang mengintimidasi, dia pun berlutut.
"Siapakah tuan yang hebat ini,kenapa anda pergi ke rumahku dan memperlakukan aku seperti ini"
"Aku hanya orang lewat,dan aku ingin menanyaimu suatu hal biasa"
Pria itu melihat ke wajah Alviers yang tersenyum,saat Alviers menyentuh bahunya,semua lukanya sembuh dan vitalitasnya meninggi.
"Ooh,apa ini sihir penyembuhan,kau sangat hebat tuan"
Alviers pun mulai menanyai pria paruh baya itu.
"Apa kau yang menemukan informasi mengenai relik itu di suku Govars itu"
Duke Vitzar pun terkejut mendengar itu,dia pun diam tertunduk.
"Aku tak perduli jika kau ingin relik itu,tapi orang orang mu membuat reputasi kaisar sangat buruk"
Duke Vitzer itu sepertinya takut saat mendengar tentang reputasi kaisar,dia mendongak dan melihat Alviers
"Apa yang dilakukan oleh orang orang ku tuan?" Tanya duke
Alviers menjelaskan tentang prajurit yang selalu menggangu ketentraman suku sampai membuat marah dan menghina kaisar.
Duke Vitzer itu semakin takut dan gemetar saat mendengar perkataan Alviers bahwa mereka berencana menyerang kekaisaran.
Alviers menenangkan duke Vitzer dan berkata jika sembilan suku di wilayah Barvins sudah bermigrasi ke Arcatia.
Mendengar nama Arcatia,duke Vitzer itu sadar akan sesuatu.
__ADS_1
Dengan spontan,dia mundur ketakutan,dia tahu jika orang yang ada didepanya adalah sage agung.