
Penyihir itu terbang bersama wanita tadi,wanita itu mempercepat terbangnya karena sia ingin bertemu dengan putriku.
Mereka terbang lebih cepat menuju ibukota,saat mereka telah memasuki wilayah lembah besar,wanita itu terkejut melihat delapan kota dan bahan bangunan didekat tenda besar.
Dari atas,wanita itu juga melihat beberapa benteng di perbatasan lembah.
Penyihir itu pun hanya tersenyum melihat wanita itu terkejut,setelah mereka berdua mendekati gunung wanita itu akan lebih terkejut.
Dengan keadaan terbang melesat,dia melihat para undead dan golem berjaga di klan.
Di melihat itu semua dengan mata melotot yang benar benar terbuka.
"Apa apaan monster ini!!,kenapa ada banyak undead tingkat tinggi dan golem besi!!"
Wanita itu berhenti terbang dan penyihir itu juga berhenti.
"Mereka adalah penjaga klan Synore yang ratusan tahun bersembunyi di balik gunung,dan sage agung yang mengontrol mereka" Kata penyihir itu
Mendengar penjelasan penyihir itu,dia semakin penasaran terhadap wujud dan kekuatan sage agung itu.
Penyihir itu pun menyuruhnya untuk mengikutinya ke kastil.
"Ayo cepat kita menuju kastil,bukankah kamu ingin bertemu putrimu"
Wanita itu segera terbang cepat mencari kastil,penyihir itu menjualnya dengan cepat dan kembali memandu jalan nya.
"Didepan sana!,kita sidah sampai!!"
Wanita berambut putih itu mempercepat terbangnya,dia terbang menukik dan kakinya menyentuh tanah dengan keras dan merusak jalan berbatu itu.
Penyihir itu turun ke tanah dengan mengambang dan memarahi wanita itu
"Kau gila!!,sage agung bisa membunuhmu jika kau merusak segala sesuatu di wilayahnya"
Alviers dan kedua putrinya pun muncul dengan mengambang,Alviers yang menggendong Orvina turun.
Sedangkan Godrina langsung terjun dari barrier melayang itu dan meluapkan rasa rindu dengan ibunya.
"Ibuuuu!!!"
"Putrikuuu!!!"
Godrina langsung terjun dengan perasaan bahagia dan menangis,begitu pula wanita itu yang terbang keatas dan menangkap putrinya.
Mereka berdua berpelukan di udara dan tak memperdulikan apapun disekitar mereka.
Mereka pun menangis bahagia dan turun dengan mengambang.
"Aku bersyukur ibu baik baik saja"
"Aku juga senang jika kau baik baik saja"
Orvina yang melihat itu ikut meneteskan air mata,antara dia sedih ataupun itu karena kakak Angkatnya punya ibu yang baik.
Alviers itu turun ke tanah dan wanita itu melihat ke arah sage agung.
__ADS_1
"Apa kau sage agung?"
Penyihir itu pun memarahinya lagi.
"Kau tidak sopan dihadapan sage agung,pria paling kuat didunia!!"
Wanita itu terdiam sebentar dan berkata pada penyihir itu.
"Aku hanya ingin berterima kasih padanya,sang sage agung,terima kasih telah menyelamatkan dan putriku" kata wanita itu sambil berlutut
Alviers pun tersenyum dan menyuruhnya untuk bangkit.
"Siapa namamu?" Tanya Alviers
"Namaku adalah Anclois,senang berjumpa dengan anda sage agung"
Alviers pu menyambutnya dengan bahagia dan menyuruhnya mengikutinya kedalam kastil.
"Selamat datang di ibukota negara Arcatia,mari ikut aku ke kastil"
Alviers menuntun mereka dengan gerbang perpindahan yang membuat Anclois terkejut.
Alviers pun tertawa pelan dan berkata "Ini adalah portal perpindahan,dan portal ini menghubungkan ke ruang makan kastil"
Mereka semua berpindah tempat,Alviers menyuruh mereka semua duduk di kursi.
Wanita itu terkejut dengan ruangan luas yang megah dan berbagai peralatan makan mewah dan makanan yang enak.
Anclois sebagai istri dari kepala klan sering makan dengan peralatan makan yang mewah.
Mereka semua duduk,dan saat Alviers mengizinkan,wanita itu mengambil banyak makanan yang ada di depan nya.
Dia juga menyerahkan makanan yang dia ambil untuk putrinya terlebih dahulu lalu mengambilkanya untuk dirinya sendiri.
Rupanya meskipun rakus,dia masih punya etika makan.
Orvina sangat kagum melihat wanita itu,dia ingin berinteraksi tanganya namun dia takut,dan Godrina yang mengetahui keinginan adiknya itu segera memperkenalkan Orvina me ibunya.
"Ibu,perkenalkan,dia adalah adik angkatku,dia adalah putri kandung dari sage agung"
Wanita itu terkejut dan berubah sikap menjadi baik,dia pun membelai kepala Orvina dan tanpa sadar Orvina memeluk Anclois.
"Gadis kecil ada apa?" Tanya Anclois
Alviers pun terkejut,dan dia juga tahu alasan putrinya melakukan itu.
Alviers pun melepaskan Orvina dari Anclois dan meminta maaf dengan berkata "maafkan aku,ibunya meninggal saat dia masih usia tiga tahun,jadi dia selalu merindukan sosok ibu"
Anclois pun sedih sekaligus canggung,ini seperti drama di kisah kisah orang dulu tentang laki laki dan wanita yang memiliki anak lalu mereka berdua menikah.
Anclois itu pun mempersilahkan Orvina untuk memeluknya lebih lama,hadis kecil itu memeluk Anclois dengan bahagia,Godrina pun juga ikut berpelukan.
Alviers dan pria Penyihir yang masih disampingnya itu melihat pemandangan itu,lalu pria itu membisikkan sesuatu pada Alviers.
Saat pria itu mendengar apa yang dihasilkan oleh pria itu,ekspresi wajahnya yang senang dan bahagia seketika berubah menjadi wajah amarah.
__ADS_1
Alviers pun meminta izin untuk pergi sebentar,dan Alviers itu membisikkan semua yang harus dia lakukan.
Saat pria itu mengerti,Alviers terbang ke Nogfarde.
Saat dia menuju mansion pedagang budak itu,semua bangunan sudah kosong dan tak ada siapapun disana,lalu dia pun menuju markas Shadewings yang lokasinya sudah dia ketahui.
Dia pun terbang menuju perbatasan kerajaan dan kepangeranan,lalu dari bawah dia melihat markas.
Alviers pun dengan penglihatan jarak jauhnya melihat disana ada empat penguasa negara dan didepan empat orang itu terdapat satu orang yang diberi lencana dan kalung.
Beralih ke markas itu,empat penguasa kota sedang bersuka cita dan memberi semua penghargaan kepada semua prajurit yang dipimpin oleh pria pemanah bajingan itu.
"Pejuang dari kekaisaran memang hebat,aku akui itu" kata raja
Kaisar pun tertawa sambil memegang kepalanya dan berkata "yah,aku tak menyangka dia sangat berprestasi"
Semua pasukan yang diberi penghargaan itu gemetaran karena mereka tahu yang terjadi sebenarnya di markas itu.
Pasukan itu semua ketakutan jika sage agung itu benar benar menghancurkan mereka.
Semua Pasukan itu heran kenapa pemimpin mereka sangat arogan dan berani menghina sosok terkuat di lima benua.
"Apa ada kata yang ingin disampaikan ke semua orang?" Tanya sri paus itu ke pria pemanah bajingan itu.
Alviers pun datang dan turun sembari mengatakan "Kata yang akan dia sampaikan adalah kata kata terakhir sebelum kematian kejam yang akan datang padanya sebentar lagi"
Semua prajurit yang gemetaran mulai ketakutan dan berteriak
"Waa!!,sage agung benar benar datang"
"Dia akan hancur sekarang" kata seorang prajurit yang menunjuk pemanah bajingan itu
Empat penguasa kota itu terkejut dan tak tahu apa yang terjadi dengan seorang elit yang mereka beri lencana.
Semua elit serta pemimpin dan advisor Ordo ini terkejut mendengar prajurit yang menunjuk ke arah salah satu elit mereka.
Mendengar perkataan prajurit itu,Alviers langsung tahu dan mendekat ke orang itu.
Empat penguasa kota itu dengan keadaan bingung segera menyambut sage agung dan menanyakan tujuannya kemari.
"Selamat datang di markas Shadewings sage agung,apa tujuanmu kemari?" Tanya raja
Alviers menghiraukan raja itu dan mendekati pria bajingan itu.
"Jadi itu kau!"
Pemanah bajingan itu pun membela dirinya sendiri dengan perkataan yang tak sopan.
"Sage agung,apa maksud dari semua ini,kenapa kau melihatku seoerti itu"
"JADI ITU KAU BAJINGAAAAN!!!!"
Semua orang terhempas termasuk pria pemanah itu.
Yang tak terhempas hanya empat penguasa negara dan pengawal empat orang itu yang cepat dan sigap yang melindungi mereka dari hempasan angin serta gelombang suara yang membuat telinga sakit.
__ADS_1