
Mirza melirik mesra sang kekasih hati, begitu pun dengan Lila.
Mereka berdua berjalan sambil saling menatap mesra dan membuat iri semua orang yang melihat, termasuk seorang gadis yang menatap sinis pada Lila.
"Munafik! Katanya sahabatan, tapi ternyata mau juga digandeng Mirza!" geram gadis berambut curly tersebut, yang merupakan teman seangkatan Mirza dan Lila.
Gadis itu segera menghampiri dua muda-mudi, yang sedang kasmaran tersebut.
"Bagus, ya! Di luar sana ngakunya sahabatan, tapi ternyata sembunyi-sembunyi kalian berdua mesra-mesraan! cibir gadis tersebut, yang sebenarnya iri pada Lila karena berhasil mendapatkan sang idola kampus, yang sekaligus incarannya.
"Rania? Sama siapa?" tanya Lila sambil mengedarkan pandangan.
"Enggak usah mengalihkan pembicaraan deh, La! Kalian pacaran, kan?" cecar gadis yang bernama Rania tersebut.
"Kami bukan hanya pacaran, tapi kami akan segera menikah," balas Mirza, mewakili sang kekasih hati sambil memeluk pundak Lila.
Rania membulatkan mata tak percaya. "Ka-kalian?"
"Iya, maaf ya, kami belum sempat cetak undangan. Tapi setelah wisuda, kami akan segera menikah," tegas Mirza.
"Mari Ran, kami duluan. Kami harus segera fitting baju pengantin," pamit Mirza yang segera menuntun Lila, masuk ke dalam ruangan Fira.
Rania menatap iri pasangan tersebut, sekaligus menyimpan tanya dalam hati, sejak kapan Mirza dan Lila serius menjalin hubungan.
"Bang, satu lagi cewek yang patah hati karena Abang," bisik Lila sebelum mereka berdua mendekati meja Fira, dimana pemilik butik tersebut nampak tengah serius menelepon sehingga tidak mendengar ketika Mirza membuka pintu ruangannya.
"Kok, karena Abang?" tanya Mirza seraya mengernyit. "Abang 'kan enggak memberikan harapan apa-apa sama Rania dan juga yang lain," kilah Mirza.
"Dik Mirza, Dik Lila, kok enggak kasih kabar dulu kalau mau datang?" tanya Fira, begitu menyadari keberadaan Mirza dan Lila.
"Bang, Fira tutup dulu ya. Ada Mirza sama Lila, nih. Fira akan tunggu sampai Abang bisa jemput Fira," ucap Fira pada sang suami di seberang sana.
"Bang Dion ya, Kak?" tanya Mirza.
Fira mengangguk.
"Sini, Mirza mau ngomong sebentar," pinta Mirza, yang langsung mengambil ponsel kakak sepupunya.
Mirza mengalihkan panggilan tersebut ke mode load speaker, sebelum memulai berbicara.
"Halo, Bang. Ini Mirza, Bang. Bang Dion nanti selepas maghrib ke rumah ya?" pinta Mirza.
"Ada acara apa memangnya, Za?" tanya Dion.
"Mirza mau melamar Lila, Bang," balas Mirza seraya melirik sang kekasih, membuat Lila tersipu malu.
"Yang benar, Za?" tanya Dion tak percaya.
Begitu juga dengan Fira yang menatap Mirza dan Lila penuh selidik.
"Dik, Lila. Benarkah?" tanya Fira berbisik.
Lila mengangguk.
"Iya, Bang. Mirza serius," balas Mirza. "Makanya Abang sekeluarga nanti malam datang, ya?" Mirza mengulang permintaannya.
__ADS_1
"InsyaAllah, Za. Kami akan datang," balas Dion. "Selamat ya, Za. Akhirnya, kamu menyadari perasaan kamu, Za," pungkas Dion.
Mirza tersenyum dan kemudian segera mengembalikan ponsel sang kakak sepupu.
"Bang, ya udah, ya. Fira tunggu Abang, assalamu'alaikum," ucap salam Fira mengakhiri perbincangannya dengan sang suami di telepon.
"Eh, kalian berdua mau cari baju pengantin, ya?" tebak Fira. "Kebetulan, ada model baru, nih," ucap Fira sambil membuka katalog terbaru.
"Ini cantik banget kalau pestanya malam, apalagi yang temanya outdoor gitu," terang Fira. Fira nampak masih ingin menjelaskan yang lain, tetapi Mirza keburu menyela.
"Itu nanti dulu, Kak. Untuk pestanya masih agak lama, sih. Yang penting, kebaya untuk akad nikah sama baju untuk acara nanti malam."
Fira mengangguk mengerti.
"Kalian duduk dulu, deh," titah Fira. "Mau minum apa?" tawar Fira kemudian.
"Apa aja deh, Kak," balas Lila. "Asal tidak merepotkan," lanjut Lila.
"Kak Fira enggak bakal repot, Sayang. Dia 'kan tinggal perintah," sahut Mirza, yang membuat Fira terkekeh.
"Bisa aja kamu, Dik," ucap Fira.
Fira kemudian menelepon salah seorang pegawainya, agar membawakan minuman untuk kedua adiknya tersebut.
Ya, bagi Fira, putra-putri Om Devan juga adiknya. Sama seperti putra-putri Daddy Rehan, Om Alex dan Om Ilham.
"Jadi, rencananya sudah matang, nih?" tanya Fira, setelah menutup teleponnya.
Mirza mengangguk. "Tapi mungkin akan dimatangkan lagi, nanti malam itu, Kak," balas Mirza.
"Cie ... udah benar-benar sehati nih, kayaknya," goda Fira, sambil berlalu menuju meja kerjanya untuk mengambil katalog gaun dan baju batik.
"Banget, Kak. Makanya Mirza pengin cepat-cepat nikah," balas Mirza.
Sementara Lila hanya tersenyum, dengan wajah yang merona merah. Membuat Mirza semakin gemas saja jika melihat wajah sang kekasih.
'Pipinya merah alami, sungguh menggemaskan,' bisik Mirza dalam hati.
"Udah, jangan dilihatin terus," tegur Fira yang telah kembali duduk di sofa, sambil membawa katalog. "Enggak bakal ilang, Dik," lanjut Fira.
Mirza tersenyum seraya mengusap tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan Lila semakin tersipu.
"Gaun ini kayaknya cocok deh, buat Dik Lila." Fira menunjuk sebuah gaun berwarna merah maroon dengan detail sederhana tetapi terlihat sangat elegan.
"Nanti untuk Dik Mirza pakai batik lengan panjang, yang motifnya seperti ini dan warnanya senada dengan gaun tadi." Fira menunjukkan hem batik tulis lengan panjang.
"Bagaimana?" tanya Fira, menatap Mirza dan Lila bergantian.
Mirza dan Lila saling pandang dan kemudian mereka berdua mengangguk bersamaan, membuat Fira terkekeh pelan.
"Kalian berdua benar-benar 𝘴𝘰𝘶𝘭𝘮𝘢𝘵𝘦 sejak masih orok, ya," ledek Fira.
Mirza dan Lila hanya tersenyum.
Seorang gadis berseragam karyawan butik Putri Alamsyah, masuk ke dalam ruangan Fira sambil membawa baki yang di atasnya terdapat tiga cangkir kopi, lengkap dengan camilan ringan.
__ADS_1
"Silahkan Tuan Muda, Nona," ucap pegawai tersebut dengan ramah, yang mengenali tamu bosnya tersebut.
"Iya, Mbak. Terimakasih," balas Lila dengan ramah.
"Ya udah, kalian lihat dulu aja, ya," ucap Fira yang kemudian.
"Mala, tolong kamu bawa kesini gaun sama hem batik yang aku tandai ini, ya," pinta Fira pada karyawannya tersebut.
"Baik, Kak Fira," balas Mala dengan mengangguk sopan, ia segera meninggalkan ruangan Fira untuk mengambil apa yang diinginkan sang bos.
"Sambil nunggu gaunnya datang, ayo, silahkan diminum dut, Dik!" titah Fira.
Mereka bertiga pun menikmati kopi sambil ngobrol banyak hal.
"Berarti untuk acara nanti malam, opa, oma, ayah dan bunda, enggak bisa ikut dong, Dik?" tanya Fira.
Mirza menggeleng. "Iya, Kak. Pastinya enggak bisa, karena enggak mungkin keburu," balas Mirza.
"Dadakan sih, Kak. Karena rencana awal, setelah wisuda baru melamar dan untuk akad nikah sekaligus resepsi, akan diselenggarakan nanti sekalian ulang tahun Mirza," lanjut Mirza.
Fira mengangguk-angguk. "Tapi, ada benarnya juga sih, Dik. Lebih cepat lebih baik, untuk mengurangi dosa," ucap Fira yang menekankan pada kata dosa.
"Karena kalau sering berduaan kayak kalian gitu, pasti bawaannya pengin yang nempel-nempel dan mesra-mesraan terus, kan? Jadi baiknya, nikah aja dulu dan untuk yang lainnya bisa nanti, sambil jalan,' lanjut Fira panjang lebar.
Mirza dan Lila mengangguk paham.
"Memang seperti itu sih, Kak. Godaan orang pacaran memang sungguh luar biasa," ucap Mirza seraya melirik Lila.
"Itu karena setan terus membisikkan sesuatu yang indah-indah dan nikmat jika kalian berdekatan, kemudian bersentuhan dan setelah itu ingin mencoba yang lain," balas Fira.
"Berbeda kalau sudah menikah, setan malah akan membisikkan agar jangan bersikap mesra dan manis pada pasangan halal karena itu 'kan bagian dari ibadah. Setannya justru membisikkan yang sebaliknya, agar kita bersikap mesra pada wanita atau pria lain."
"Makanya banyak pasangan suami istri yang pondasi imannya kurang kokoh, hubungannya anyep sama pasangan tetapi di luar sana, mereka bersikap manis dan care sama orang lain," lanjut Fira dengan gamblang.
"Kakak doakan, mudah-mudahan pernikahan kalian nanti dijauhkan dari godaan setan yang seperti itu. Semoga senantiasa sakinah mawaddah warohmah," pungkas Fira, yang diaminkan oleh Mirza dan Lila.
_____ bersambung _____
🌷🌷🌷🌷🌷
Aamiin 🤲🤲
Aku juga ikut mendoakan kalian ZaLa 🥰
Eh, btw... ini up-nya tengah malam, dah gitu judulnya ada setannya 🤦♀️
Yuk, enggak bosan aku ngingetin ya bestie 🤗
Sambil nunggu Bang Mirza up kembali, mampir di karya keren punya teman 🙏
Judul : FIONA
Karya : Lili Anti
__ADS_1