Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
Ragu


__ADS_3

*Cukup kau disampingku


Sempurnakan langkahku


Tuk menyelusuri waktu


Cukup kau disampingku


Berjalan bersamaku


Pastikan kau bahagia


^^^(🎶Rizky Febian_Ragu)^^^


***


#Rifky Pov'


Sampailah aku di mansion keluarga Martin. Ketika aku sampai disana dengan asistenku Dion. Tidak disengaja Dion melihat dua orang wanita yang aku kenal sedang berbincang disebuah gazebo di mansion itu. Aku pun menoleh kearah yang Dion sebut. Betapa terkejutnya aku, ketika mengetahui siapa mereka.


"Nia, kenapa dia ada disini?"ucapku dengan tatapan bingung dan tidak kalah bingungnya Dion, asistenku yang menatapku.


"Apa saya perlu menemui Bu Nia pak?."tanya Dion yang langsung aku tanggapi dengan gelengan kepala.


"Tidak perlu, kita harus bertemu dengan om Martin terlebih dahulu. Karena seperti yang kita lihat Zania baik-baik saja bukan"ucap Rifky yang kembali berjalan.


"Tapi pak bukannya Bu Nia sedang dicari oleh keluarganya"ucap Dion lagi yang mengikuti langkahku. Aku pun menghentikan langkahku setelahnya dan menatap Dion sekilas.


"Itu yang dia inginkan, biarkanlah seperti ini. Jika dia ingin kembali pasti akan kembali"ucapku yang kembali berjalan menuju mansion yang ada didepanku.


Dion pun terdiam setelah mendengarkan tutur kataku itu. Sampailah kami didalam dan disambut oleh om Martin langsung. Di tempat ini memang ada dua mansion, satu milik om Martin dan satu lagi milik anaknya. Bisa dikatakan rumah mereka sangatlah luas dengan tanah yang tidak ingin aku hitung.

__ADS_1


Om Martin menyambutku dan menyilahkanku untuk duduk disampingnya.


"Anakku, bagaimana kabarmu Ky?"ucap Om Martin menyambutku dengan memelukku sekilas. Aku pun membalas pelukan om Martin.


"Seperti yang om Martin lihat, saya baik-baik saja om. Bagaimana dengan om, apakah baik-baik saja?"tanyaku balik ke om Martin yang tersenyum setelahnya.


Aku dan om Martin memang sudah akrab karena dia om Martin sudah menganggap ku seperti anaknya sendiri. Perusahaan M&company dan Erlangga dari dulu memang sudah saling bekerja sama dari jaman ayahku Mario. dan Om Martin adalah rekan bisnis ayahku yang aku kenal ketika diadakan acara pesta disalah satu perusahan 10 tahun yang lalu, ketika aku masihlah sangat muda. Dari sana om martin menganggap ku sebagai anaknya karena yang aku tahu om Martin kehilangan anak semata wayangnya itu karena musuh bisnisnya dan sekarang anaknya telah bersamanya. Pasti om Martin sangatlah senang.


"Om juga baik-baik saja nak. Ayahmu sehatkan?"tanya om Martin dengan tatapnya yang sangatlah lembut tapi lain jika sudah membahas hal lain.


"Sekarang sehat om, kalau tahun lalu ayah sakit-sakitan tapi sekarang sudah membaik"ucapku duduk disamping om Martin yang tersenyum tulus dengan apa yang aku ucapkan.


"Syukralah kalau begitu nak. Oh ya, ada apa kamu kemari Rifky, bukannya kamu adalah pengusaha yang sangat sibuk?. Pasti ada maksud kamu datang kemari, bukan"tanya Om Martin yang langsung to the poin akan kedatanganku menemuinya. Aku pun tersenyum kaku setelahnya dan hal itu malah membuatnya tertawa.


"Maafkan saya om dengan lancang langsung menemui om, karena saya datang kemari juga untuk masalah pekerjaan om"ucapku yang malah diperhatikan dengan sayang oleh om Martin. Sungguh om Martin adalah seorang ayah yang baik menurutku.


"Ada apa dengan pekerjaanmu nak, apakah ada masalah?"tanya om Martin kepadaku.


"Kita lanjutkan saja kerja sama itu Rifky, mungkin ada kesalahan dari pihak perusahaan om, om sungguh minta maaf akan hal tersebut. Om akan berbicara dengan anak om untuk masalah ini. Kamu janganlah mengkhawatirkan akan hal ini ya. Bagaimana kalau kita makan terlebih dulu, ayo"ajak om Martin kepadaku untuk lunch bersama. Aku pun langsung menyetujuinya.


***


Setelah selesai urusanku dengan om Martin, aku pun berpamitan untuk kembali. Awalnya om Martin memintaku untuk menginap di rumahnya namun aku menolaknya secara halus dan mengatakan aku harus kembali ke Indonesia malam ini untuk mengurus perusahan ku itu. Memang benar malam ini aku langsung kembali ke Indonesia karena sudah hampir seminggu aku berada disini.


Saat akan menuju kearah mobilku yang terparkir, tidak sengaja aku berpapasan langsung dengannya yang juga terkejut melihatku. Zania yang awalnya pura-pura tidak mengenaliku itu pun langsung aku memanggilnya dan membuatnya menghentikan langkahnya itu.


"Kamu bersembunyi disini selama ini?. Kenapa?"tanyaku padanya yang langsung menoleh kearahku.


"Pura-puralah kamu tidak melihatku disini. Aku akan kembali jika sudah waktunya aku harus kembali. dan untuk saat ini aku tidak bisa kembali"ucapnya dengan ekspresi datar yang sangat tidak aku suka. Dia selalu seperti itu kepadaku dengan membentengi dirinya dengan tembok raksasa, supaya aku tidak bisa memasukinya dengan mudah. Aku mencoba menenangkan diriku akan keadaan ini dan menghadapinya yang seperti ini padaku.


"Jika itu yang kamu mau, aku tidak bisa berbuat lebih bukan. Aku harap keputusan yang kamu ambil adalah tepat, Nia"ucapku yang langsung meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


"Karena kamu yang memintaku menjauh, aku akan menjauh. Tapi aku akan tetap memperhatikanmu dari jauh, Nia."ucapku dalam hati.


"Suruh orangmu untuk mengawasi Zania disini. Pastikan mereka melaporkan keadaan Zania selama ada di mansion keluarga Martin dan jaga dia"ucapku ke Dion yang mengerti akan apa yang telah aku katakan.


"Baik pak"jawab Dion.


Meskipun dia memintaku untuk diam dan menjauh. Aku tetap tidak bisa membiarkannya berada disini sendiri. Aku tahu Zania orang seperti apa?. Ada masalah yang selalu dia tutupi dengan wajah datar yang selalu dia tampakan padaku.


"Aku harap kamu baik-baik saja"ucapku lagi dalam hati.


Aku pun meninggalkan mansion Martin dan aku masih bisa melihat Zania belum berpaling dari tempat itu.


#Rifky Pov' end...


***


#Disisi Zania saat ini


Setelah kepergian dari Rifky barusaan. Zania masih berdiri disana manatap kepergian laki-laki yang sangat dia rindu itu. Namun hal itu segera terbuyarkan karena seseorang mengejutkannya dengan menepuk tangan sangat keras didepan wajah Zania.


"Bravo, menyenangkan sekali bisa bertemu kekasih hati disini, bukan?"ucap seseorang tersebut yang ternyata adalah Marcell.


.


.


.


.


.

__ADS_1


NEXT ON...


__ADS_2