Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
Sebelumnya II


__ADS_3

#Flashback on


#Devan Pov'


Saat ini aku sedang berada dirumah keluarga besarku. Lebih tepatnya rumah dari kakekku. Mereka tiba-tiba mengadakan pertemuan mendadak seperti ini, hingga membuatku harus datang jauh-jauh kesana setelah aku selesai melakukan operasi tadi sore.


Saat aku sampai disana. Aku disambut langsung oleh mamaku yang terlihat sangat canggung saat ini. Dan aku tidak tahu apa penyebab mamaku seperti itu.


"Masuklah Dev, mereka sudah menunggu"ajak mama yang langsung membuatku untuk menemui mereka.


dan yang aku lihat sekarang, tepat diruang makan. Disana sudah ada kakek dan papaku yaitu Bastian duduk tenang disana. dan dilain sisi ada seorang perempuan yang menurutku masih muda dan dua orang lainnya yang mungkin adalah ibu dan ayah dari perempuan itu yang sekiranya seusia orang tuaku juga duduk disana.


"Cucuku sudah datang akhirnya. Kemarilah Dev"panggil kakekku yang bernama Andreas dengan hangat.


Aku pun langsung menuju kesana dan duduk disamping ayahku yang langsung berhadapan kearah perempuan muda itu.


Perempuan itu menatapku sambil tersenyum manis dan itu membuatku risih. Aku pun membalas singkat senyumannya itu dan kembali fokus kearah kakekku yang ternyata melihat kearahku dan perempuan itu saat berinteraksi sebentar.


"Namanya Angelina Anatasya Wilshon, Dev. Dia calon isteri kamu dan yang disampingnya dia Theo Andar Wilshon dan Anneth Ayudia Wilshon orang tua dari Angel"ucap kakek sambil tersenyum hangat tapu itu adalah berita yang membuatku terkejut, tentunya.


Aku pun langsung menatap kearah ayahku untuk meminta penjelasan tapi yang aku dapat, ayahku hanya dia sambil memainkan gelas didepannya. Kenapa mereka mempersulit keadaanku saat ini?. Bukankah mereka tahu aku akan bertunangan dengan Zania?.


Setelah itu aku beralih menatap kearah mamaku dan yang aku dapat hanya sebuah tatapan iba dan merasa bersalah disana. Aku pun menghela napasku kasar untuk mengontrol seseuatu yang akan meledak ini.


"Apa maksud kakek?. Kenapa tidak membicarakan ini semua terlebih dahulu denganku?. dan kalian juga tahu, jika aku akan bertunangan dengan Za..."ucapku yang belum selesai dan dipotong oleh ayahku.


"Dia tunangan kamu Dev, perkenalkan diri kamu didepan calon mertua dan calon tunangan kamu. Cepat!. dan hentikan omong kosong kamu itu. Tuang Theo sebelumnya saya minta maaf akan kelancangan anak saya"ucap dan perintah ayahku yang membuat kumenghela napas kasar sedangkan om Theo hanya tersenyum tenang.


Aku pun langsung mendekat kearah mereka dan memberi salam. Tapi..


"Sebelumnya saya minta maaf, om Tante. Saya sudah memiliki kekasih dan saya akan bertunangan dengannya. Saya juga tidak tahu jika keluarga saya dan keluarga om merencanakan pertunangan tanpa persetujuan saya, maka dari itu.."ucapku yang dengan cepat ditampar oleh ayahku.


Aku melihat kearah kakekku yang menatap tajam kearahku dan ayah.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu Devano!"ucap ayah menatapku tajam. Aku tidak menerima ini. Kenapa mereka memperlakukanku seperti ini. dan Mama hanya terdiam berdiri disana menatapku dengan tatapan bersalah.


"Pertunangan ini tidak bisa dibatalkan. Karena kakek tidak menyetujui kamu menikah dengan kekasih kamu itu!. Jika kamu tidak menikah dengan Angel, kamu akan tahu akibatnya. dan bukan hanya kamu saja Dev, anakku sendiri yaitu ayahmu Bastian akan menerima hal serupa. Karena dia tidak bisa mendidik anaknya ini dengan benar!"ucap kakek Andreas yang masih duduk tenang dikursinya.


Tanganku sudah mulai mengepal setelah mendengar ucapan dari kakekku sendiri dan orang-orang disana hanya terdiam, tapi tidak dengan gadis yang akan dijodohkan denganku itu. Dia menatapku dengan raut wajah sedih. Kenapa ekspresinya begitu?. Kesalku.


"Dengerin ayah. Kamu harus mengikuti keinginan kakekmu ini, Dev. Karena jika tidak, kita akan dihapus dari daftar keluarga, dan semua aset yang kita miliki saat ini akan diambil alih oleh kakekmu itu, paham!"bisik ayahku padaku yang malah membuatku mendengus kesal.


Aku hanya bisa mengepalkan tanganku ini dan mama tiba-tiba berada disampingku dan mengajakku duduk kembali disampingnya.


"Kamu ikutin dulu kemauan mereka sayang. Jangan membuat kakekmu marah besar. Mama minta tolong kepadamu"ucap mama memohon.


"Maaf, aku sekarang tidak bisa menuruti kemauan mama. Karena aku hanya mencintai Nia ma"ucapku pelan ke mama. Aku langsung berdiri kembali dan melontarkan ucapan yang ingin aku sampaikan ke mereka.


"Saya tidak akan menyetujui rencana kalian. Kalau begitu saya pamit pergi"ucapku yang langsung pergi dari sana. Aku tidak peduli dengan ucapan apa yang terlontar dari kakekku, Andreas.


Tapi yang membuatku terkejut, ada seseorang yang memelukku dari belakang dan menahanku saat akan masuk kedalam mobil.


"Kenapa?. Kenapa kamu menolak perjodohan kita kak Dev. Aku sangat mencintaimu kak Dev. Apa kamu lupa janjimu dulu kepadaku"ucap seseorang gadis yang membuatku langsung menoleh dan ternyata itu adalah gadis yang akan dijodohkan padaku.


"Kamu sudah dengar sendiri bukan?. Saya sudah memiliki kekasih yang akan saya nikahi, jadi untuk apa saya menerima perjodohan ini?. Dan saya tidak mengenalmu"ucapku yang mengacuhkannya.


Aku pun langsung masuk kedalam mobilku tanpa mempedulikan gadis itu yang menangis setelah kepergian ku darinya.


Saat dalam perjalanan pulang aku mencoba menelpon kekasihku, Zania. Tapi ternyata belum tersambung, atau dia tertidur. Aku ingin mendengarkan suaranya saat ini karena semua masalah yang aku hadapi hari ini sangat melelahkan.


Tapi tidak aku sangka, hal itu terjadi. Aku ingin mendengarkan suaramu dan aku harap kamu akan tetap menunggu disana.


#Devan Pov' end


Sebuah kejadian kecelakaan itu mengejutkan para pengendara lainnya. Karena hal yang tidak terduga. Adu kendaraan terjadi. Dan yang berada didalam mobil itu salah satunya adalah Devan yang akan menuju pulang ke rumahnya setelah pertemuan yang membuatnya stress itu.


dan ditempat kejadian itu ada Marcell yang melihat kecelakaan itu berlangsung.

__ADS_1


"Jika kamu selamat itu adalah keberuntunganku. Tapi jika kamu tidak selamat, itu adalah takdirmu"ucap Marcell yang langsung menelpon seseorang disana.


"Ada kecelakaan dijalan xxx"ucap Marcell yang setelahnya mematikan sambungan telpon itu.


"Tanpa aku menyingkirkanmu. Kamu tersingkir dengan sendirinya dari sisi Zania."ucap Marcell yang langsung masuk kedalam mobilnya.


"Kembali ke hotel"ucap Marcell ke seseorang yang merupakan sopirnya itu.


#Flashback off


***


Setelah kembali dari rumah sakit. Zania mengurung dirinya didalam kamar. Hal itu membuat keluarganya menanyakan apa yang terjadi ke Revan yang pulang pagi tadi bersama Zania.


Revan pun menjelaskan itu semua ke orang tua mereka dan Gladis yang juga ada disana. Dewi ibu mereka pun merasa cemas dengan keadaan anaknya saat ini.


"Apa keadaan Devan sangat memprihatinkan, Van?"tanya Dewi ke anaknya itu.


Revan tidak menjawab pertanyaan mamanya itu dan hanya menganggukan kepalanya.


"Dan bagaimana bisa tuan Andreas melakukan hal ini ke Devan dan Zania"kesal Dewi lagi ketika mengingat penjelasan Revan.


"Dan Revan tidak akan membiarkan adik Revan dihina seperti itu lagi ma. Revan tidak akan membiarkan Nia menemui Devan saat ini"ucap Revan yang berlalu dan disusul oleh Gladis.


"Pa"ucap Dewi ke suaminya.


Beno yang mendengarkan ucapan itu pun menghela napas kasar.


"Kita akan mengunjungi mereka"ucap Beno yang langsung diangguki oleh Dewi.


^^^Next on^^^


Sorry author telat up, soalnya kemarin sibuk banget. Balik kerja malam terus, lembur. Karena kemarin lembur, hari ini libur. Semoga besok bisa up ya, karena author mau garap buat chapter selanjutnya.

__ADS_1


Dan mohon dukungannya, dan terima kasih untuk waktu dan kunjungannya❤️


__ADS_2