Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
Maaf, Aku Harus Pergi


__ADS_3

Setelah kejadian itu, mereka pun menuju ke hotel dimana Rifky menginap. Zania pun masih mengikuti Rifky hingga mereka sampai didalam.


"Kalau begitu saya permisi keluar tuan"ucap Dion yang langsung keluar dari ruangan itu.


"Hem"jawab Rifky hanya dengan deheman, sedangkan Zania masih setia berdiri didepan pintu setelah Dion asisten dari Rifky keluar.


"Kamu hanya akan berdiri disana, Nia"ucap Rifky yang lalu mendekat kearah Zania yang masih setia berdiri disana dan menunduk.


"Antarkan aku kembali ke kediaman Marcell, Ky. Aku mohon"ucap Zania yang langsung menatap Rifky yang ada dihadapannya itu.


"Dan aku tidak akan melakukan hal itu Nia. Aku tidak akan membiarkanmu bersama laki-laki baji***n seperti dia"ucap Rifky menatap sendu wanita yang dicintainya itu.


"Tapi aku harus kembali Ky, aku mohon padamu, mengertilah"ucap Zania yang sudah meneteskan air matanya lagi.


Rifky pun menghela napasnya kasar karena melihat Zania bersikap seperti itu.


"Kenapa?. Kenapa melakukan semua ini Nia!!!. Aku tidak ingin kamu seperti ini"ucap Rifky yang langsung memeluk Zania yang tangisannya semakin tidak ingin berhenti.


"Tapi aku harus pergi Ky, aku mohon kamu mengerti keadaanku saat ini. Aku tidak bisa kembali"ucap Zania melepaskan pelukan dari laki-laki yang dicintainya itu.


"Tidak akan, kita akan kembali ke Indonesia nanti malam, sekarang kamu isterahatlah"ucap Rifky yang langsung meninggalkan Zania dikamar itu sendirian.


"Tapi aku harus menemui Marcell Ky, aku tahu ancamannya bukanlah main-main"ucap Zania lirih ketika Rifky meninggalkannya sendiri dikamar itu.


#Posisi Marcell saat ini ...


Marcell akhirnya pulang ke mansion_nya tanpa Zania. Jesicca yang melihat Marcell pulang sendiri pun akhirnya menegur kakaknya itu akan keberadaan Zania saat ini.


"Zania dimana kak?. Kenapa kakak pulang sendiri?. Kakak tidak meninggalkan Zania sendiri kan?"tanya Jesicca bertubi-tubi. Marcell yang mendapatkan pertanyaan itu pun menghela nafasnya kasar dan memejamkan matanya sebelum menjawab pertanyaan dari adiknya itu.


"Wanita itu mati. Cukup jangan banyak menanyakan tentang keadaan wanita seperti dia. Berani-beraninya dia pergi dengan laki-laki itu"ucap Marcell dengan rahangnya yang mulai mengeras dan tatapan yang sangat tajam. Hal itu membuat Jesicca merasa takut akan perubahan sikap kakaknya itu.


"Kakak tenanglah"ucap Jesicca mencoba menenangkan emosi kakaknya saat ini.


"Aku pastikan mereka tidak akan bahagia, jika berani bermain-main dengan Marcell Aarav."ucap Marcell yang langsung meninggalkan Jesicca yang masih berdiri menatap kepergian kakaknya itu.

__ADS_1


"Kak Marcell, kakak akhirnya merasakan apa itu cemburu. Tapi, Zania pergi dengan siapa?. Hingga kak Marcell semarah itu!. Aku harus menemukan Zania dan membawanya kembali, sebelum kak Marcell melakukan hal gila"ucap Jesicca yang bergegas keluar dari mansion itu bersama orang-orang kepercayaan dari keluarga Martin.


***


Zania sekarang sedang bersama Rifky di bandara. Ketika akan masuk kesana, tiba-tiba Zania menghempas kasar tangan Rifky hingga genggaman tangan mereka telepas. Rifky pun menatap Zania nanar.


"Kenapa?. Apa kamu tidak ingin pulang dan lebih memilih laki-laki itu, Nia!!!"teriak Rifky yang sudah tidak bisa menahan marahnya karena sedari tadi Zania merengek untuk kembali ke sisi Marcell.


Zania yang mendengar hal itu pun langsung menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju akan ucapan Rifky.


"Bukan begitu, aku punya alasan untuk tidak kembali. Aku mohon mengertilah Ky"ucap Zania memohon ke Rifky.


"Aku gak mau laki-laki itu melakukan hal gila padamu Ky, please mengertilah"ucap Zania dalam hati sambil menghapus air mata yang seenaknya terobos keluar ini.


Rifky pun menghela napasnya kasar akan perkataan Zania. Dia tidak bisa memikirkan apa yang dimaksud itu. Sungguh saat ini, dia hanya ingin wanitanya ini dalam keadaan baik-baik saja. Dia tidak ingin wanita yang dicintainya ini terluka lagi. Cukup dia saja yang pernah melukai perasaannya, tidak boleh ada laki-laki lain yang menyakiti wanitanya ini.


"Dan aku tidak bisa mengerti hal itu, Nia. Karena kamu tidak menjelaskannya"Kesal Rifky sambil memegang pundak Zania dan beralih ke kedua pipi Zania sambil saling menatap.


"Jelaskan padaku kenapa kamu harus tetap bersama laki-laki itu. Apa karena kamu mencintainya?"kesal Rifky diakhir kalimat dan Zania menggelengkan kepalanya sambil menangis bercucuran.


"A...aku gak bisa jelasin Ky. Aku mohon, kamu jangan begini. Aku tidak akan lama disini, aku janji akan hal itu. Jadi please, aku minta maaf, aku harus pergi dan tidak ikut kembali denganmu"ucap Zania sambil melepaskan tangan Rifky yang sedari tadi berada dipipinya.


Rifky hanya terdiam akan hal itu, namun tiba-tiba, Dion asistennya langsung menghampiri Rifky dengan wajah yang sangat pucat. Zania yang akan pergi itu pun langsung mengurungkan niatnya.


"Tuan, perusahaan kita mengalami kebocoran informasi. Dan hal itu diketahui oleh para pemegang saham"ucap Dion yang membuat Rifky hanya menghela napasnya kasar. Sedangkan Zania pun terdiam kaku.


Rifky yang melihat Zania belum pergi itu pun langsung menghampirinya, namun Zania langsung menatap sendu Rifky.


"Aku harus menyelesaikan semua ini Ky. Selesaikan masalahmu dan aku akan menyelesaikan masalahku disini. Aku harap kamu akan baik-baik saja"ucap Zania meyakinkam laki-laki itu.


"Apa kamu harus melakukan hal seperti itu Nia"tanya Rifky masih tidak rela melepaskan Zania disini.


"Percayalah Ky, aku akan baik-baik saja. Beritahu mama, Nia bakal kembali"ucap Zania masih dengan pendiriannya. dan Rifky masih menatap dalam Zania yang juga menatapnya.


Dan tiba-tiba datang beberapa mobil dan keluarlah seorang perempuan dari sana yang langsung menghampiri Zania dan Rifky. Ternyata perempuan itu adalah Jesicca.

__ADS_1


"Zania"panggil Jesicca yang berlari menghampiri Zania. Zania dan Rifky pun menoleh kearah Jesicca.


"Untung aku tidak terlambat. Kak Marcell, marah besar, aku takut jika terjadi apa-apa sama kamu"ucap Jesicca yang baru sadar jika ada Rifky disana.


"Ri..Rifky"ucap Jesicca terkejut.


Rifky menatap sekilas Jesicca dan kembali beralih kearah Zania yang menatap Rifky sendu.


"Dan dia sudah melakukan hal yang kamu takutkan itu Jes. Aku harus menemui kakakmu itu"ucap Zania. Jesicca pun merasa bingung karena dia tahu jika laki-laki yang bersama Zania itu adalah mantan suami Zania dan orang yang dicintai oleh Zania, mungkin.


"Maaf Ky, aku harus pergi"ucap Zania yang langsung menarik tangan Jesicca yang terkejut. Rifky hanya memandang kepergian Zania begitu saja. Dia tidak bisa menghentikan wanita yang dicintainya itu. Karena begitu kekehnya pendirian dari Zania membuat Rifky tidak bisa mematahkan hal itu.


"Marcell, kamu kira aku bodoh. Untuk tidak mengetahui kelakukan kamu. Beraninya kamu mengancam Nia!"ucap Rifky mengepalkan kedua tangannya itu setelah Zania pergi dengan mobil milik Jesicca.


"Suruh orang-orangmu untuk tetap mengawasi keadaan Zania. Kita kembali ke Indonesia. Dan jangan biarkan laki-laki itu menyentuh Zania sedikitpun, paham"ucap Rifky yang sebenarnya tidak ingin pulang sebelum Zania ikut dengannya.


.


.


.


.


.


**Hai readers, sorry banget author telat update ya😌. Author kecapeaan terus pilek karena semalam kena hujan, jadi kepala puyeng habis jaga malam. Apalagi nanti jaga malam lagi. Author gak tahu besok bakalan update apa gak. Kalau gak update author janji Jumat buat gantiin update besok jika gak up!


Jadi buat kalian para readers setia mohon maaf sekali lagi ya dan jangan pada kabur dulu ok.


Author gak tahu, di part/chapter ini, dapat feel atau gak. Tapi ya sudah deh ya, author up saja dulu.


Kalau begitu author ingatin lagi, jangan lupa like, coment, vote and ratenya gaes...


See you next time ya**...

__ADS_1


__ADS_2