
#Flashback on
"Kamu ingin tahu bukan, apa yang diketahui oleh Ferdi tentang kami. Saya akan memberitahukan hal itu kepadamu secara sukarela. Tapi, jangan harap kamu bisa lari dariku setelah ini Zania Dwi Pratnojoe"ucap Marcell dengan senyum devilnya.
"Dia telah mengetahui bahwa kami adalah pe..."ucap Marcell yang tiba-tiba saja dipotong oleh Zania yang tidak ingin mendengarkan ucapan yang akan dilontarkan oleh Marcell.
"Stop!!!. Aku tidak ingin mengetahuinya, sekarang minggir"ucap Zania yang langsung berlari keluar dari ruangan itu sedangkan Marcell tersenyum senang karena membuat Zania ketakutan seperti itu.
Saat Zania berlari keluar, dia pun berpapasan dengan teman-teman dari Marcell.
"Dia dari basecame. Kenapa Marcell membawanya kesana?"ucap Andre yang diacuhkan oleh teman-temannya yang meninggalkannya.
"Ditinggal lagi, kampret tuh anak-anak. Woi tunggulah"kesal Andre yang langsung menyusul teman-temannya itu.
Sesampainya mereka di basecame Jaxton pun langsung menghampiri Marcell yang tiduran di sofa yang ada dibasecamenya itu.
"Why brought that girl here?. Lu namanya kasih tahu ke itu cewek tempat kita buat bolos"kesal Jaxton.
"Ferdi si anak teladan itu juga sudah tahu bukan. Bukannya dia sudah melapor ke guru. Santai saja sih Jax, para guru gak akan ada yang berani mengusik kita. Tahu sendiri si bos itu siapa"ucap Andre yang langsung nimbrung di pembicaraan itu.
"Karena itu, aku akan membuat sesuatu yang istimewa untuk mereka berdua. Terutama perempuan itu. Beraninya berurusan dengan Marcell, tunggu permainannya. dan pindahkan si penghianat itu dari sini, berani-beraninya dia membohongi kita"ucap Marcell yang langsung tiduran sambil memikirkan perempuan yang mengusiknya beberapa jam lalu.
#Disisi Zania berada...
Setelah beberapa hari kepindahannya di sekolah barunya itu dan mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakan dari kakak kelasnya. Setiap hari Zania diganggu oleh geng dari Marcell terutama Marcell nya sendiri yang selalu mengusik Zania sampai parah.
Zania merasa marah akan perlakuan Marcell yang sangat kejam menurutnya. Dari buku-bukunya yang dilempar ke air, hingga tasnya Zania yang dia lempar keatap. Sungguh Zania ingin sekali membalas hal itu, namun harus dia tahan untuk saat ini.
Hingga kejadian yang tidak mengenakan yang Zania alami yaitu Ferdi sahabatnya yang notabane adalah siswa dengan beasiswa dan merupakan dari keluarga biasa-biasa saja. Dicabut beasiswanya dari sekolah itu. Sekolah yang terkenal akan sekolah dari orang-orang terpandang dengan Fasilitas yang lengkap.
"Aku tahu hal ini akan terjadi. Aku akan kembali ke sekolah lama aku Nia."ucap Ferdi menepuk pundak Nia pelan karena Nia menunduk sedih akan kepergian sahabat yang baik kepadanya dan merupakan teman pertamanya disekolahkan itu.
"Tapi kenapa bisa seperti ini, bukannya nilai kamu tidak ada yang turun sedikit pun. Pasti ini ulah dari Marcell si devil bodoh itu. Apakah tidak cukup dengan mereka membullyku saat ini"kesal Zania yang langsung berdiri dari duduknya itu.
"Hai, kamu mau kemana Zania"teriak Ferdi yang khawatir akan sahabat perempuan pemberaninya itu.
Zania pun langsung menuju basecame tempat geng Marcell kumpul dan terkejutnya Zania ketika melihat kelompok itu memukul seseorang laki-laki hingga babak belur tanpa ada belas kasih disana.
__ADS_1
"How much information have you leaked to the enemy, replied stupid!"kesal Jaxton ke orang yang dia pukul itu.
Orang yang sudah babak belur itu hanya terdiam tidak menjawab perkataan dari Jaxton. Zania yang mendengar itu pun berusaha kabur dari sana, namun hal yang tidak disangka dia malah menabrak Marcell yang akan menuju Basecame.
Marcell dengan angkuh dan senyum sinisnya menggenggam pergelangan Zania erat dan membawanya pergi dari basecame itu.
Marcell pun membawa Zania kearah taman dekat sekolahnya itu.
"Seberapa banyak yang kamu dengar tadi nona Zania!. Apa kamu mendengar tentang..."ucap Marcell yang langsung mulutnya ditutup oleh Zania dan membawa Marcell untuk bersembunyi karena Zania tahu ada Ferdi yang mencarinya.
"Aku tadi lihat Zania disini, dimana dia sekarang"ucap Ferdi yang langsung pergi dari sana. Sedangkan Zania dan Marcell masih bersembunyi dibalik pohon besar tadi.
"Apa maksudmu?. Aku tidak mendengar atau melihat apapun"ucap Zania sambil meremas roknya karena merasa khawatir akan tatapan dari Marcell yang saat ini sangat dekat denganya.
"Tidak melihat?. Tidak dengar?. Kenapa harus bersembunyi dari sahabatmu itu?. Karena kamu mengetahui sesuatu. Aku akan kasih tahu ke kamu untuk berhati-hati. Bukankah aku orang yang sangat baik. Kamu masih berurusan denganku tapi tidak dengan Jaxton. Jika kamu berurusan dengannya aku tidak tahu kehidupanmu akan seperti apa?. Jadi apa yang kamu lihat atau kamu dengar tentang Jaxton lupakanlah, itu peringatan dariku"ucap Marcell yang langsung mendorong Zania menjauh darinya. Marcell pun meninggalkan Zania yang masih berdiam kaku disana.
"Jika kamu berurusan dengannya, akan sangat tidak menyenangkan. Karena kamu hanyalah mainanku"ucap Marcell sambil tersenyum senang dan pergi dari sana.
Setelah percakapannya dengan Marcell beberapa hari lalu, Zania selalu memikirkan. Apa yang sebenarnya disembunyikan dari kakak kelasnya itu. Apakah mereka seorang kriminal, pembunuh, perampok, atau lainnya. Tapi Zania langsung menepis pikirannya itu.
Zania sangat lelah karena memikirkan kemungkinan yang ada dalam otaknya itu. Apalagi sahabat baiknya si Ferdi sudah pindah sekolah saat ini. Jadi sekarang di sekolahan dia merasa ada yang kurang. Walaupun banyak teman juga disana tapi yang paham akan sikap dirinya ya si Ferdi itu.
Handphone Zania tiba-tiba berdering dan nomer asinglah yang menelphonnya. Awalnya Zania tidak ingin menjawab panggilan telphone itu, namun karena penasaran Zania pun menjawabnya.
"Iya, hallo. Siapa?"tanya Zania.
"Aku diluar, aku tunggu sampai 5 menit. Jika kamu tidak keluar, kamu akan tahu akibatnya"ucap seseorang disebrang sana tidak lain dan tidak bukan adalah Marcell.
"Siapa sih, salah sambung ya. Aku tutup"kesal Zania yang akan menutup sambungan telphon itu dan terhenti.
"Kamu ingin bermain-main denganku Zania?"ucap Marcell dan Zania pun langsung terkejut.
"Cepat keluar dari aparteman kamu atau"ucap Marcell yang sambungan telphone itu telah terputus.
Zania yang masih terkejutpun memegang dadanya yang berdetak cukup keras itu.
"Bagaiaman dia bisa tahu nomer handphone dan alamat apartemanku"ucap Zania yang langsung bergegas keluar hanya dengan kaos kebesarannya dan celana pendek maupun rambut yang dicepol asal. Turun kebawah dan mencari keberadaan Marcell.
__ADS_1
Zania pun melihat seorang pemuda yang berdiri disamping motornya dan Zania yakini itu adalah Marcell. Zania pun menghampirinya dengan sangat kesal.
Marcell melihat kearah Zania yang penampilannya cukup berantakan menurut Marcell. Dan Marcell menyukai hal itu, yaitu membuat Zania kesusahan dan seperti saat ini.
"Kenapa?. Dan bagaimana kamu tahu alamat rumah dan handphoneku"ucap Zania dengan kesalnya. Sedangkan Marcell hanya menyunggingkan senyumnya.
"Itu hal yang mudah. Sekarang aku hanya ingin kamu menemaniku makan malam"ucap Marcell yang membuat Zania tidak kalah terkejutnya.
"Astaga, dia tidak sedang kerasukan kan. Kenapa dia mengajak aku makan malam. Tunggu-tunggu, pasti dia bakal ngerjain aku lagi. Laki-laki seperti dia tidak mudah dipercaya"ucap Zania dalam hati.
"Aku sudah makan malam dan terima kasih atas ajakannya. Aku menolak"tolak Zania namun ucapan dari Marcell bukanlah ajakan melainkan perintah yang harus dituruti.
"Aku tidak mengajakmu, melainkan itu adalah perintah. Kamu harus mengingat posisimu saat ini Zania Dwi Pratnojoe"ucap Marcell yang semakin membuat kesal Zania.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat interaksi mereka. Dan seseorang itu tiba-tiba menelphone seseorang lainnya disebrang sana.
"Marcell sedang bersama perempuan itu dan lebih parahnya dia mendatangi aparteman dari perempuan yang mengetahui akan informasi kita"ucap orang itu.
.
.
.
.
.
.
Hallo gaes...untuk Minggu ini author Bakalan update tentang pertemuan awal Zania sama Marcell ya dan lebih tepatnya flashback kemasa muda mereka. Cuma seminggu saja kok, sabar ya seminggu sama Marcell Zania dulu.
Nanti ada saatnya Zania Rifky maupun Zania Devan. Jadi tunggu dan pantengin ceritanya saja dulu ya...
Lanjut Selasa gaes...
semangat...
__ADS_1