Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
S3_Part 2


__ADS_3

"Stop Devan. Please go away from me!"ucap Zania yang langsung pergi ketika pembahasan dimeja itu menyulitkannya.


Devan yang mengejar Zania dan mencoba menahan pun mendapatkan penolakan secara langsung.


"Jaga tunangan yang kamu cintai itu"ucap Zania lagi yang menatap Angel berjalan kearah mereka berdua dan ada Marcell didepannya.


"Dengarkanlah aku dulu sayang"ucap Devan yang mencoba menahan Zania tapi dengan cepat Marcell sudah ada disamping Zania dan menepis tangan Devan.


"Seharusnya kamu paham dengan situasi kamu saat ini tuan Devan!"ucap Marcell menatap Devan sengit.


#Beberapa menit yang lalu...


Ketika Devan dan Angel mulai bergabung duduk dengan mereka. Suasana menjadi sedikit canggung, apalagi bagi Zania.


"Aku tidak menyangka kamu meninggalkan Nia demi perempuan disampingmu ini"ucap Jesicca yang dengan bodohnya berbicara seperti itu. Jesicca yang tahu jika dia salah berbicara pun terdiam akhirnya.


Angel menatap sinis Jesicca dan beralih kearah Zania.


"Karena kak Devan itu lebih mencintaiku dari pada kak Nia. Benarkan kak Dev?"ucap Angel sampai memegang erat Devan dalam gandengannya.


Devan yang merasa risih pun mencoba melepaskan genggaman itu. Tapi tetap saja Angel mencoba bergelut manja disamping Devan hingga membuat teman-teman yang satu meja disana merasa risih.


Rifky hanya memantau keadaan disana dan beralih menatap Zania yang memakan cake saat ini. Perhatian Rifky pun tidak luput dari pandangan Marcell hingga mata mereka saling bertemu.


"Jika Nia tidak bisa bersama Devan, dia akan bersama saya. Karena saya mencintai dia"ucap Marcell sambil memegang tangan Zania dan membuat semua orang disana terdiam dan menatap Marcell terkejut.


"Bagus deh kalau begitu. Selamat ya kak Nia, kak Nia bakal menyusul ku dengan kak Devan di pelaminan"ucap Angel dengan senyum senangnya. Sedangkan Zania hanya bisa bernafas berat.

__ADS_1


"Apa kamu yakin akan melaju kepelaminan bersama Devan?"ejek Jesicca lagi yang tidak bisa mengontrol ucapanya itu. Angel yang mendengarnya merasa tidak suka.


"Kenapa?. Kamu cemburu, aku tahu masa lalu kamu yang dulu mencintai kak Dev, tapi gak dapat balasan. Kamu mau membuat hubunganku sama kak Dev berantakan, itu tidak akan terjadi"ucap Angel dengan menggebu2 dan membuat Devan mengusap wajahnya kasar.


"Stop Angel!"ucap Devan dan merek lainya hanya diam.


"Bukankah ini hari bahagia kalian. Kenapa kalian bersikap seperti ini?. Jika ini karena saya, saya akan pergi"ucap Zania yang langsung berdiri dari sana dan berjalan menjauh.


"Sepertinya saya juga harus pergi, selamat atas pertunanganmu Dev"ucap Rifky yang juga pergi mencari Azka.


"Semoga masih lancar saja"ucap Marcell yang menyusul Zania. Devan yang melihat itu pun langsung mengejar Zania walaupun sempat ditahan oleh Angel tapi dengan cepat ditepis oleh Devan.


"Jangan membuat aku kesal Angel!"ucap Devan dengan lirikan tajamnya. Angel yang melihat hal itu merasa ketakutan dan terdiam.


"Devan akan tetap memprioritaskan Zania pertama dalam hidupnya. Kamu gak bakal bisa masuk kehatinya, meskipun kamu memiliki raganya. You know, itu yang saya rasakan dulu"ucap Jesicca sambil menepuk pelan pundak Angel sambil berangsur pergi.


"Gladis ayo pulang"ajak Riri juga dan mereka pun pulang meski acara masih berlanjut.


Angel yang melihat teman-teman Devan pergi pun merasa kesal dan segera menyusul Devan saat ini.


***


"Seharusnya kamu paham dengan situasi kamu saat ini."ucap Marcell yang langsung membawa Zania pergi dari sana tapi dengan cepat di tahan oleh Devan.


"Aku perlu bicara berdua dengan Nia"ucap Devan dengan sengit.


"Dan aku tidak ingin bicara denganmu Dev"jawab Zania yang langsung membuat Devan mengusap wajahnya kasar. Hingga datanglah Angel dan beberapa saat kemudian muncul Rifky dan Azka.

__ADS_1


"Aunty..."panggil Azka yang berlari kearah Zania. Zania pun terkejut dan menatap anak laki laki yang sudah ada didepannya dan menyingkirkan Marcell dari sampingnya.


"Aunty pulang sama Azka dan ayah ya"ajak Azka dan membuat Zania menatap kearah Rifky yang hanya terdiam.


Zania pun menatap kearah Marcell dan tidak tahu mengapa Marcell memberikan anggukan.


"Dia mengalah dari Azka"ucap Zania dalam hati.


"Oke sayang. Aunty pulang bareng kalian"jawab Zania dan Azka dengan sontak meledek kearah Marcell dengan menjulurkan lidahnya.


"Aunty Nia hanya milik Azka uncle Marcel"ejek Azka yang langsung menarik Zania keluar dari lingkaran Marcell dan Devan.


Marcell hanya menggelengkan kepalanya itu sedangkan Devan menatap sedih Zania yang menjauh.


"Aku pulang"ucap Zania yang langsung pergi menjauh dari mereka.


"Biarkan Zania sendiri, jika kamu mencintainya beri dia waktu dan saat itu kamu bisa berbicara dengannya. Tapi saya tidak akan mengalah untuk mendapatkan hatinya"jawab Marcell yang langsung pergi menyusul Zania dan Rifky.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Next on


__ADS_2