Harus Memilih 2

Harus Memilih 2
Kamu Ingin Tahu?


__ADS_3

#Flashback on


"Drama apa lagi ini, Romeo Juliet?"ucapnya dengan senyum yang sangat menyebalkan dan tatapan yang sangat mengintimidasi bagi Zania.


Seseorang itu pun menyetarakan tingginya dengan Zania yang sedang membantu Ferdi untuk berdiri.


"Laki-laki dibantu oleh perempuan. Kamu tidak malu dengan dirimu sendiri"ucap seseorang tersebut menatap rendah Ferdi dan menatap sinis Zania sedangkan ke empat teman seseorang itu yang tidak lain Jaxton dkk.


"Buat apa dia malu, yang harusnya malu itu adalah kalian. Senior harusnya memberikan contoh yang baik untuk junior mereka. Bukan menindas mereka seperti ini"kesal Zania yang tidak ada rasa takutnya menghadapi laki-laki yang sekarang menatapnya tajam dan tidak kalah sinisnya.


"Kamu tidak tahu bukan, apa yang telah dia perbuat. Tapi dengan mudah kamu membela laki-laki seperti dia. Siapa nama perempuan ini?"tanya seseorang itu ke Jaxton yang langsung menjawabnya.


"Zania Dwi Pratnojoe, anak dari Andreas Beno Putra Pratnojeo, pengusaha dibidang real estate. Siapa yang tidak mengenalnya?. Mungkin karena ayahnya dia berani bertindak seperti ini Marcell"jawab Jaxton sambil melihat kearah Zania bergantian kearah seseorang laki-laki misterius yang tadi yang ternyata dia adalah Marcell.


Marcell yang mendengar jawaban dari Jaxton pun hanya menyunggingkan senyumnya sambil melirik kearah Zania sekilas terus menatap tajam Ferdi yang terdiam akan tatapan dari Marcell.


"Selamat datang di dunia Marcell Aarav, Zania Dwi Pratnojoe. Lepaskan saja laki-laki bodoh ini, urusan kita dengannya kita selesaikan disini saja. Karena ada hal yang lebih menarik dari laki-laki pecundang ini."ucap Marcell yang langsung meninggalkan mereka diikuti oleh Jaxton dkk.


Setelah kepergian Marcell dkk, Zania pun membantu Ferdi untuk bangkit. Namun respon sebaliknya yang didapat Zania dari Ferdi yang mendorong Zania dan menatap tajam Zania.


"Aku sudah bilangkan, aku tidak butuh bantuanmu Nia. Lihat sekarang, mereka akan menjadikanmu sebagai target mereka!. Kamu itu bodoh atau gimana"kesal Ferdi yang malah mendapatkan senyuman dari Zania untuknya.


"Tidak masalah mereka membuatku jadi target. Aku bisa menghadapi mereka Fer. Yang terpenting, kamu dan teman-teman lainnya tidak menjadi bahan Bullyan kakak kelas sok berkuasa itu"ucap Zania yang mendapatkan helaan napas kasar dari Ferdi.


"Kamu tidak bisa menghadapi mereka Nia!. Mereka itu bukan manusia baik, apalagi mereka adalah anak-anak dari pemegang saham terbesar disekolahkan kita ini. Dan dengan cerobohnya aku melakukan kesalahan fatal dengan melaporkan mereka ke guru, jadi mereka melakukan pembalasan padaku dan sekarang mereka akan membuatmu dalam masalah. Kenapa kamu bodoh!!"kesal Ferdi menatap sedih teman sekelasnya yang memang sangat baik itu.


Zania dikenal sama teman sekelasnya sebagai murid yang pintar dan sangat baik dan yang lebih lagi dia murid baru di sekolahnya itu. Teman pertama Zania disekolah itu adalah Ferdi yang merupakan murid laki-laki terpintar dikelasnya dan merupakan murid dengan full beasiswa.


"Yang kamu lakukan itu benar Fer, kamu gak perlu khawatir. Aku bisa menghadapi mereka, percayalah. Mau mereka anak kolongmerat pun aku gak bakal takut sama mereka. Mereka hanya perkumpulan orang-orang bodoh"ucap Zania dengan senyum tulusnya dan Ferdi merasa menyesal telah membuat sahabatnya itu terlibat akan masalahnya itu.

__ADS_1


***


"Dia keluarga Pratnojoe, apa tidak masalah kita menjadikan dia sebagai mainan barumu"ucap Jaxton ke Marcell ketika mereka sudah berada di basecame tempat biasa mereka berkumpul.


"Karena itulah, hal baru yang sangat menyenangkan. Karena murid teladan itu sudah berani melaporkan kita, harus ada timbal balik dari itu semua"ucap Marcell dengan seringai liciknya.


***


Zania yang akan menuju ke kantin karena sudah waktunya jam isterahat, tiba-tiba dihadang oleh segerombolan kakak kelas yang tadi pagi berurusan dengannya. Tidak lain dan tidak bukan, mereka adalah teman-teman Marcell.


"Mau kemana?. Kesini dulu dong, harusnya sapa kakak kelasnya jangan asal main jalan"goda Andre salah satu dari mereka. Marcell yang ada disana hanya menatap sambil tersenyum mengejek kearah Zania.


"Permisi kak, saya mau kekantin"ucap Zania yang sebenarnya mulai jengah dengan sikap kakak kelasnya itu .


"Gitu saja?. Karena kamu mau kekantin sekalian saja ya, beliin kita orang Burger, semua orang yang disini, plus minumnya. Uang kamu gak bakalan habis kok untuk beliin kita orang makanan junk food"ucap Andre lagi. Zania pun menatap mereka semua dan setelahnya tersenyum.


"Kamu sadar dengan posisi kamu saat ini. Kamu menggantikan Ferdi menjadi budak kita orang. So, you have to follow what we ask, got it!"ucap Marcell dengan mengetuk-ngetuk dahi Zania dengan jari telunjuknya dan dengan kasar Zania menepis jari itu. Hal itu membuat Marcell tersenyum sinis di buatnya.


"Posisi?. Saya tidak salah dengar?. Tapi saya minta maaf. Saya tidak ada waktu bermain hal konyol dengan kalian, kalau begitu saya permisi"ucap Zania yang berlalu meninggalkan kelompok yang sangat disegani disekolahkan itu. Apalagi orang yang bernama Marcell yang merupakan anak pemilik yayasan dan juga anak tunggal dari perusahaan M&companny yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia.


Zania pun sampai di kantin dan melihat Ferdi ada disana. Zania pun langsung menghampirinya.


"Aku mau tanya. Apa yang kamu laporan ke guru mengenai kelompok kakak kelas kita itu"tanya Zania yang baru saja duduk dan langsung bertanya ke Ferdi. Ferdi pun menghela napasnya kasar dan akhirnya jujur ke Zania.


"Mereka bukan hanya sebuah kelompok Nia atau murid biasa yang kita tahu. Aku gak sengaja melihat mereka melakukan penyi....."ucap Ferdi yang langsung terdiam dan membuat Zania kesal.


"Melakukan apa Fer...kalau ngomong jangan setengah-setengah kenapa sih"kesal Zania sedangkan Ferdi menelan ludahnya kasar karena ditatap tajam oleh seseorang yang sekarang tepat ada dibelakang Zania.


"Melakukan apa!?"ucap seseorang yang tepat dibelakang Zania tidak lain dan tidak bukan adalah Marcell. Zania pun langsung menoleh dan terkejut akan kakak kelas yang menyebalkan itu.

__ADS_1


Marcell dengan kasar langsung menarik Zania pergi dari kantin dan segera dicegah oleh Ferdi namun teman-teman Marcell menghalanginya. Zania pun secara paksa dibawa pergi oleh Marcell.


Marcell pun membawa Zania ke basecamp tempat kumpul dia dan teman-temannya.


"Kamu ingin tahu bukan, apa yang diketahui oleh Ferdi tentang kami. Saya akan memberitahukan hal itu kepadamu secara sukarela. Tapi, jangan harap kamu bisa lari dariku setelah ini Zania Dwi Pratnojoe"ucap Marcell dengan senyum devilnya.


.


.


.


.


.


Tebak coba tebak, ini cerita masa lalu ya, ntar kalian pada bingung lagi...


Oh iya info!!!


Zania dan Marcell itu memang sudah lama kenal. Marcell pun merupakan kenangan buruk bagi Zania karena dari dulu Marcell memang jahat sama Zania. Tapi setelah Zania pergi dari hadapan Marcell, baru deh dia sadar kalau dia kehilangan namun sampai mereka bertemu dan dengan status Zania yang berbeda, Marcell tetap saja gak mau jujur dan tetep menyakiti Zania.


Uluh-uluh spoiler bener author iniπŸ˜‚


Next...gak nih,


Kalua pingin neck bagi jempol, terus kasih coment ke setiap chapternya dan yang lebih penting kasih rate and votenya, gak nanggung2πŸ˜‚.


Langsung cuz....

__ADS_1


__ADS_2